Biden, dalam postingannya di X, mengatakan dia akan tetap menjalankan perannya sebagai presiden dan panglima tertinggi sampai masa jabatannya berakhir pada Januari 2025 dan akan berpidato di depan negara pekan ini.
Reuters – Fusilatnews – Presiden Joe Biden telah mengakhiri kampanye pemilihannya kembali setelah rekan-rekan Demokratnya kehilangan kepercayaan pada ketajaman mental dan kemampuannya untuk mengalahkan Donald Trump, sehingga membuat pemilihan presiden berada di wilayah yang belum dipetakan.
Biden, dalam sebuah postingan di X pada hari Ahad, mengatakan dia akan tetap menjalankan perannya sebagai presiden dan panglima tertinggi sampai masa jabatannya berakhir pada Januari 2025 dan akan berpidato di depan negara pekan ini.
“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjabat sebagai Presiden Anda. Dan meskipun saya sudah berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin demi kepentingan terbaik partai saya dan negara saya jika saya mundur dan hanya fokus dalam memenuhi tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” tulis Biden.
Dalam postingan X terpisah, Biden mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon presiden baru dari Partai Demokrat.
“Keputusan pertama saya sebagai calon partai pada tahun 2020 adalah memilih Kamala Harris sebagai Wakil Presiden saya. Dan itu merupakan keputusan terbaik yang pernah saya buat,” katanya.
“Hari ini saya ingin memberikan dukungan penuh dan dukungan saya agar Kamala menjadi calon dari partai kita tahun ini. Demokrat – inilah waktunya untuk bersatu dan mengalahkan Trump. Mari kita lakukan,” tambahnya.
Harris akan menjadi wanita kulit berwarna pertama yang menduduki posisi teratas dalam sejarah negara itu.
Pengumuman Biden ini menyusul gelombang tekanan publik dan swasta dari anggota parlemen Partai Demokrat dan pejabat partai untuk mundur dari pencalonan setelah kinerjanya yang sangat buruk dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu melawan saingannya dari Partai Republik, Trump.
Sebagai tanggapan, Trump mengatakan kepada CNN pada hari Ahad bahwa menurutnya Harris akan lebih mudah dikalahkan dalam pemilu November daripada Biden.
Seorang reporter CNN mengatakan di X bahwa Trump membuat komentar tersebut ke jaringan tersebut tidak lama setelah Biden mengumumkan keputusannya.
Sumber : Reuters
























