• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

JOKOWI ANJING KAPITALIS

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
July 23, 2024
in Feature, Politik
0
JOKOWI ANJING KAPITALIS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Muhammad Yamin Nasution

Ibarat seseorang yang menyeburkan diri kedalam sungai, lalu ia berenang kehilir sungai nan indah, menikmati udara dan sejuknya air sungai, sesekali ia melihat sekelompok orang berpesta dibibir pantai sungai dan orang tersebut mampir bergabung dan turut berpesta, lalu, sekelompok orang tersebut pergi setelah pestanya usai, akan tetapi orang pertama kembali lagi menyeburkan diri kesungai dan berenang.

Tak lama kemudian ia melihat sekelompok orang lain yang berbeda tengah menikmati waktunya ; berjemur, menari, membakar daging-daging hewan (Pesta Barbeqieu), dan orang ini mampir kembali bergabung menikmati momen dan berpesta, setelah usai sekelompok orang tersebut kembali layaknya kelompok pertama seseorang yang pertama kembali kesungai dan berenang kehilir sungai.

Demikianlah seterusnya yang dilakukan orang tersebut hingga ia menyadari bahwa ia telah berada di penghujung sungai yaitu air terjun. Orang tersebut panik kala mengetahaui dirinya akan jatuh kedalam lembah sungai.

Akibat panik dan ketakutan yang begitu besar, maka seseorang tersebut menangkap apapun yang dianggap kiranya dapat bergantung, menahan dan menyelamatkan dirinya dari kejatuhan, hingga terkadang ia harus menangkap sesuatu yang pada akhirnya melukai dirinya sendiri.

Dan tahukan kita bahwa yang menyebabkan orang tersebut mendapat pengalaman demikian adalah karena ia pada dasarnya TAK MEMILIKI TUJUAN atau setidaknya LUPA TUJUAN kenapa ia masuk kedalam sungai.

Demikianlah gambaran kehidupan yang dialami Partai PDI-P, partai yang diperjuangkan dengan pengorbanan pikiran, keringat, air mata, bahkan darah. Harus menyadari bahwa mereka akan jatuh kedalam lembah air terjun politik yang diberikan oleh Jokowi.

Kader yang dianggap sederhana, merakyat, merayu namun pada akhirnya menipu bahkan memberikan racun pada PDI-P (toxic leader).

Tak sedikit kader yang lupa akan tujuan awal perjuangan yaitu wong cilik, mereka menikmati sejuknya udara kekuasaan, mereka berpesta, menari, berdansa dengan Jokowi yang memiliki tujuan pribadi.

PDI-P telah banyak berkorban mati-matian membela kader lugu ini, bahkan pembelaan yang berlebihan. Selain itu, tak sedikit pula kader PDI-P yang menyadari peran intelijen gelap Jokowi yang mengadu domba antara partai ini dengan rakyat.

Sebuah penelitian yang dikeluarkan gabungan intelijen angkatan laut AS dan SRND (RAND) yang mengatakan bahwa paska reformasi Indonesia akan kembali ke era kediktatoran setelah perlahan-lahan bangkit dari keterperukan ekonomi dan demokrasi.

Adapun dua dari indikatornya adalah bahwa Partai sipil terlalu memberikan karpet merah pada pensiunan militer sehingga mereka memainkan peran intelijennya didalam tubuh partai, orang-orang yang dahulu dekat dengan kekuasaan orde baru diberikan wewenang berlebihan pula, sehingga mereka melampiaskan kembali pengalaman di era orde barunya (Angel Rabasa dan John Haseman : Military and Democracy in Indonesia, 2002).

Dalam suatu rapat internal atau lebih tepatnya diskusi internal PDIP yang dihadiri salah satunya kader militannya yaitu Ribka Tjiptaning, ia sedikit memaparkan tentang pengalaman politik masa lalu dan estimasi kondisi negara kedepan, dimana kekuasaan negara telah dikuasai kapitalisme.

Dan disana Ribka Tjiptaning menceritakan sejarah tentang kasus 27 Juli “KUDA TULI” yang menjalar, merembet menjadi reformasi sehingga adanya perubahan besar dalam politik negara, sehingga anak buruh bisa jadi Gubernur, anak petani menjadi Bupati dan Walikota, anak tukang kayu bisa menjadi presiden, soal sekarang anak tukang kayu “songong” dan cucunya juga songong itu lain kejadian, tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, berdasarkan keterangan Ribka Tjiptaning bahwa Hasto melarang menyebut nama-nama tokoh, hal ini demi menghindari delik pidana, mengingat telah banyak orang yang dipenjarakan karena tuduhan ujaran kebencian.

Ribka Tjiptaning juga menyampaikan pesan Ibu Mega pada saat era orde baru agar jangan sebut nama, jalur hukum (mencontohkan gaya Ibu Mega), sekarang juga begitu ; jangan sebut nama, massa sudah gregetan soal nanti ada yang ketelapasan “Jokowi Anjing Kapitalis” oo.. jangan salahkan kita, namanya juga masa selalu ada yang nakal-nakal dikit, biasa saja itu.

Pada dasarnya Ribka Tjiptaning sedang menceritakan pengalaman pergerakan melawan kekuasaan, yang terkadang massa melakukan sesuatu yang dianggap sedikit nakal. Dan ajakan untuk bersatu melawan kekuasaan yang buruk yang berpihak pada kapitalis, layaknya perlawanan zaman orde baru.

Seperti tulisan kami sebelumnya yang berjudul HGU Seratus Tahun Jokowi Melebihi Penjajah Belanda, dengan aturan multi kompleks ini telah membuat Indonesia keluar dari tujuan kemerdekaan sesuangguhnya yaitu membebaskan bangsa dari penjajahan ekonomi,

Baca (https://fusilatnews.com/hgu-seratus-tahun-jokowi-melebihi-penjajah-belanda/)

Terlepas dari dosa masa lalu PDI-P yang tak dapat dipisahkan dari pergerakan kebijakan investasi negara era Jokowi yang condong lebih buruk dari era kolonial dengan lahirnya OMNIBUS LAW, yang mengatur secara radikal untuk memonopoli investasi, sehingga memberikan 80-100 tahun lebih HGU dan hal ini lebih buruk dari UU Agraria Erfacht 1870 yang mengatur 75 Tahun HGU dengan sengaja untuk monopoli investasi.

Bangsa Indonesia harus mampu dan secara bersama menjaga kekuasaan yang cenderung korup dan feodal, seperti yang disebutkan oleh Putra Pajar bahwa bangsa Indonesia memiliki penyakit Minderwaarheids Compleks, penyakit yang timbul dari dampak terjajah yang begitu lama secara politik dan ekonomi.

Penyakit ini dimana, masyarakat desa minder dengan masyarakat kota, masyarakat kota manipulasi kemasyarakat desa, sombong dengan gelar-gelar pendidikan walupun tak punya kemanfaatan, menjilat terhadap kekuasaan dan feodal saat berkuasa.

Anjing Kapitalis diharapkan tidak ditarik dan diarahkan sebagai delik pidana terhadap Ribka Tjiptaning, ini adalah kritik moral agar kekuasaan terus berada sesuai tujuan kemerdekaan yaitu mandiri secara politik dan mendiri secara ekonomi.

 

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gibran Kunjungi SD di Bogor, Tinjau Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis

Next Post

Jokowi “Leda-lede”, Pelantikan Prabowo-Gibran dalam Bayang-bayang Pelanggaran Konstitusi

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Paslon Prabowo – Gibran Kumpulkan Advokad Kondang untuk Menangkan PHPU di MK

Jokowi "Leda-lede", Pelantikan Prabowo-Gibran dalam Bayang-bayang Pelanggaran Konstitusi

Pasren, Anak Pak RT  Diduga Berbohong Dalam Kesaksian di Persidangan Kasus Pembunuhan Vina

Pasren, Anak Pak RT Diduga Berbohong Dalam Kesaksian di Persidangan Kasus Pembunuhan Vina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...