Damai Hari Lubis-Ketua Aliansi Anak Bangsa
Jokowi, belum mengenal lebih jauh tentang karateristik warga Kota Medan, walau menantunya Bobby Nasution adalah Walikota Medan.
Kota Medan adalah temasuk Kota Metropolitan. Penduduknya terdiri dari berbagai ras atau suku – suku, diantaranya selain suku asli melayu (Maya-Maya), juga ada Suku Batak, yang terdiri dari Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Fak-Fak/ Dairi dan Batak Mandailing (Sidempuan dan Mandailing Natal). Selebihnya ada suku pendatang asal Jawa, juga pendatang dari Kepulauan Nias.
Umumnya masyarakat Kota Medan yang heterogen sosial, akhirnya mengkristal, membentuk masyarakat yang memiliki pola sifat atau karakteristik tegas, tanpa tedeng aling-aling. Berani bicara vokal, transparan kepada siapapun dan apapun jabatannya. Tapi mereka cukup sportif. Akibat interaksi sosial dari berbagai suku tersebut, entah kenapa lahir slogan atau kemudiab istilah yang populer “Ini Medan Bung!”.
Akhirnya pemaknaan dari istilah, “Ini Medan Bung”, Jokowi mudah-mudahan dapat memahami, karena merasakan langsung sandal dan botol minuman mineral terbang menghampiri tubuhnya.
Namun dari sisi politis dan psikologis, makna pelemparan sandal ke tubuh Jokowi oleh seorang perempuan di Medan Sumut, dapat diprediksi dipicu akibat adanya faktor kumulasi ketidakpuasan kepada gaya leadership Jokowi selama ini, yang kemudian berimplikasi timbulkan rasa kebencian mendalam dari seorang ibu kepada seorang Jokowi sang Presiden RI. Karena, Jokowi sering umbar janji manis, namun tidak berkenyataan, salah satunya adalah janji ekonomi RI. meroket di 2018.
Maka Jokowi hendaknya dengan filosifis Sandal dan botol minuman yang dilemparkan ke arah tubuhnya, mesti segera bercermin diri, wajib introspeksi, evaluasi dan realisasi kan janji-janjinya, mumpung belum purna bhakti, karena bisa jadi, timpukan sandal itu sebagai warming up, dan akan berkelanjutan dengan timpukan yang lebih mengarah dan menyasar kursi jabatan presidennya. Hal ini bukan mustahil terjadi di negara yang berdasarkan hukum, oleh sebab presiden telah memberikan puluhan janji-janjinya, namun ternyata palsu (lips service).
Jokowi dianggap BANCRIT – Banyak Bicara























