• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kabinet Gemoy Bak Opelet Bandung-Lembang: Ketika Efektif-Efisien Disumpal Tambun

Ali Syarief by Ali Syarief
June 19, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Kabinet Gemoy Bak Opelet Bandung-Lembang: Ketika Efektif-Efisien Disumpal Tambun
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada suatu siang yang biasa saja, saat rakyat masih mengunyah nasi dan utang negara, sebuah kabinet diumumkan. Kabinet yang bukan hanya tambun secara jumlah, tapi juga tambun secara beban: beban akal sehat, beban logika manajemen, dan yang paling nyata—beban negara.

Mereka menyebutnya “Kabinet Gemoy.” Entah darimana istilah itu dipetik. Mungkin dari gemoy-nya wajah Prabowo, atau dari kenyataan bahwa kabinet ini lebih gemuk dari sapi perah di musim lebaran. Tapi jangan salah. Dalam teori manajemen, ukuran bukan soal utama. Efisiensi dan efektivitaslah sang lakon. Namun, dalam pentas Prabowo—dua istilah itu tampaknya sudah jadi fosil. Mereka dikubur hidup-hidup dalam liang lahat yang bernama “ewuh pakewuh.”

Ah, ewuh pakewuh! Warisan budaya Timur yang acap jadi dalih untuk memelihara yang tak perlu, untuk mempertahankan yang tak layak, dan menghindari pertikaian meski kebenaran meronta-ronta.

Mari kita tengok, teori manajemen klasik: Henri Fayol menulis bahwa organizing berarti menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Tapi dalam “Kabinet Gemoy,” yang terjadi justru sebaliknya: banyak kursi diisi bukan karena kepakaran, tapi karena keperluan membalas budi dan menjaga perasaan. Seolah-olah kementerian adalah warung kopi yang kursinya bebas ditempati siapa saja, asal pernah menyumbang kopi sachet saat kampanye.

Sekarang, mari kita naik sejenak ke masa lalu. Bayangkan Anda berada di dalam opelet Bandung-Lembang. Sevrolet made in USA. Kursi depan mestinya cukup untuk tiga: sopir dan dua penumpang. Tapi bila hari lebaran dan pasar ramai, bisa lima orang dijejalkan. Sopir pun terjepit. Keringatnya menetes, tangannya terantuk, konsentrasinya terganggu. Maka jadilah kendaraan itu bom waktu berjalan. Efektif? Mungkin. Efisien? Sekilas iya, karena semua penumpang diangkut. Tapi aman? Tidak. Nyaman? Tidak. Dan sopir? Tak bisa kerja dengan tenang.

Begitulah kira-kira keadaan kabinet kita hari ini. Terlalu banyak penumpang, terlalu sedikit ruang gerak. Presiden nanti akan seperti sopir Sevrolet tadi: bingung, pengap, dan lambat. Setiap belokan akan membuat lututnya membentur dashboard—bukan karena tak tahu arah, tapi karena terlalu banyak yang duduk di sebelahnya, ikut-ikutan memegang kemudi.

Kabinet bukan tempat menampung semua sahabat. Negara bukan panggung balas jasa. Jika efektif berarti do the right things, dan efisien berarti do the things right, maka “Kabinet Gemoy” adalah contoh bagaimana dua prinsip ini dikorbankan demi kenyamanan pribadi.

Lalu kita bertanya: bagaimana republik bisa melaju dengan sopir yang terjepit dan kursi yang terlalu padat?

Rakyat hanya bisa berharap. Mungkin satu-satunya cara agar kendaraan ini selamat adalah jika penumpang-penumpang itu sadar diri, turun sebelum tikungan maut, atau sekurangnya tidak ikut-ikutan menyentuh stir.

Tapi seperti kata orang Sunda, hareudang geura tapi tara lila—panasnya mungkin sebentar, tapi kalau mesin kepanasan, bisa mogok juga.

Jakarta, musim panas penuh kekhawatiran.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JAWA BARAT TEGAS MENCALONKAN SUDARYONO SEBAGAI KETUA UMUM “HKTI PRABOWO” 2025-2030

Next Post

Masyarakat Sipil Laporkan KPU ke KPK atas Dugaan Korupsi Penyewaan Pesawat Jet

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Masyarakat Sipil Laporkan KPU ke KPK atas Dugaan Korupsi Penyewaan Pesawat Jet

Masyarakat Sipil Laporkan KPU ke KPK atas Dugaan Korupsi Penyewaan Pesawat Jet

Wahai KPK – Kemana Firli Bahuri? “Mimpi Buruk Yang Kita Tabuh Sendiri”

Wahai KPK - Kemana Firli Bahuri? "Mimpi Buruk Yang Kita Tabuh Sendiri"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist