• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kesenjangan yang Mengular di Jobfair Bekasi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 28, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Kesenjangan yang Mengular di Jobfair Bekasi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pada Senin pagi yang masih berembus sejuk di akhir Mei, ribuan wanita berbaris rapat di luar President University Convention Center, Jababeka, Cikarang Utara. Mereka tak datang untuk menimba ilmu, meski lokasinya di lingkungan universitas. Mereka datang membawa harap: pekerjaan. Ada yang mengenakan blazer lusuh pinjaman, sepatu pantofel murahan yang dipaksakan rapi, dan map plastik berisi CV yang sudah dicetak dua hari sebelumnya di tempat fotokopi dekat kos. Mereka semua hadir di Pasti Kerja Expo 2025.

Job fair itu menjadi magnet. Sekitar 35 ribu pencari kerja memadati area pameran rekrutmen yang digelar Pemerintah Kabupaten Bekasi. Namun, sorotan utama bukan hanya pada jumlah lowongan atau perusahaan bonafide yang hadir. Yang mencolok justru adalah wajah-wajah letih, tubuh-tubuh lelah, dan langkah-langkah yang mulai limbung karena berdiri terlalu lama dalam antrean. Mayoritas peserta adalah perempuan, mulai dari lulusan SMA hingga sarjana baru. Mereka datang dari berbagai sudut Bekasi dan sekitarnya, bahkan ada yang berangkat dini hari dari Karawang dan Tambun.

“Aku sudah berdiri dari jam 6 pagi. Belum masuk juga, baru dapet antrean masuk ke tenda,” ujar Lilis, 23 tahun, sambil mengipasi wajahnya dengan map cokelat. Ia adalah lulusan jurusan administrasi perkantoran dari sebuah kampus swasta di Jakarta Timur. Sudah enam bulan ia menganggur sejak terakhir kontraknya habis di sebuah perusahaan e-commerce. “Katanya ada perusahaan Jepang buka banyak lowongan,” katanya, mata berbinar di tengah kantuk dan haus.

Di tengah riuh, terdengar jeritan. Seorang perempuan muda ambruk. Panitia segera menggotongnya ke sisi tenda. Sejurus kemudian, satu lagi menyusul. Total ada belasan perempuan yang dilaporkan pingsan karena kelelahan dan dehidrasi. Minimnya tempat duduk, kurangnya titik air minum, dan cuaca panas yang menyengat menambah beban perjuangan mereka.

Fenomena ini bukan baru. Namun, pemandangan job fair yang dipadati pencari kerja perempuan selalu menyisakan ironi. Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi, angka pengangguran perempuan muda masih tinggi. Salah satu sebabnya: preferensi perusahaan yang masih banyak menempatkan laki-laki sebagai pilihan utama untuk pekerjaan teknis atau shift malam. Padahal, banyak dari perempuan ini tak kalah sigap, tangguh, dan terampil.

Di satu sisi, pemerintah setempat menyebut acara ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap tingginya angka pengangguran pascapandemi dan pelambatan industri. Lebih dari 80 perusahaan membuka lapak dalam bursa kerja ini. Tapi, tidak semua peserta menganggapnya efektif. Beberapa bahkan menyebutnya lebih mirip kontes ketahanan fisik ketimbang proses seleksi profesional.

“Daripada capek begini, mending semua lewat daring aja. Kami bisa unggah CV, lalu kalau dipanggil baru datang,” keluh Dewi, seorang lulusan Teknik Informatika yang gagal masuk ke dalam hall setelah lima jam mengantre.

Namun, di balik segala kekurangan itu, Pasti Kerja Expo telah menyingkapkan sesuatu yang tak tercatat di lembar statistik: daya juang perempuan. Mereka yang tak menyerah pada nasib, yang berani menembus batas tubuhnya sendiri demi satu kemungkinan: panggilan kerja. Mereka yang tahu bahwa di negeri yang menjanjikan bonus demografi, pekerjaan tetap menjadi kemewahan.

Pada senja yang memerah, sebagian pulang dengan langkah gontai, sebagian bertahan demi wawancara cepat, dan sebagian lain masih menggenggam harapan meski tubuh hampir rebah. Tak semua pulang dengan hasil. Tapi semuanya telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mencari kerja — mereka sedang bertahan hidup. Dan bagi perempuan-perempuan ini, bertahan adalah bentuk perjuangan yang tak bisa disepelekan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cara Terbaik Mengemas Daging Qurban untuk Mencegah Kontaminasi

Next Post

Untuk Membiayai Subsidi 15 Golongan, Pemprov Jakarta akan Terapkan Jalan Berbayar Elektronik.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Untuk Membiayai Subsidi 15 Golongan, Pemprov Jakarta akan Terapkan Jalan Berbayar Elektronik.

Untuk Membiayai Subsidi 15 Golongan, Pemprov Jakarta akan Terapkan Jalan Berbayar Elektronik.

Ibu Negara Prancis dan Kabar Burung yang Terbang Terlalu Jauh

Ibu Negara Prancis dan Kabar Burung yang Terbang Terlalu Jauh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist