• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Pengacara Pecat Klien: Cermin Retak Moralitas Perjuangan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
July 13, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Tingkat emosi, karakteristik, hingga misi perjuangan seseorang dapat ditakar dari satu hal mendasar: pengulangan perilakunya. Demikianlah pengamatan saya terhadap sebuah dinamika internal yang mencuat kembali dalam lingkaran perjuangan umat, ketika sebuah surat penghentian kuasa hukum dikirimkan kepada tokoh pejuang Prof. Dr. Eggi Sudjana, S.H., M.Si. oleh pihak yang sebelumnya ia percaya.

Sebagai pengamat, saya menerima kiriman dokumen ini dari seorang senior. Surat itu datang dalam format aplikasi PDF. Isinya jelas, yakni pemberitahuan penghentian kuasa hukum terhadap Eggi Sudjana. Namun, yang menarik bukan sekadar substansi formal surat itu, melainkan konteks, motif, dan jejak rekam siapa yang mengirimkannya.

Tokoh yang disebut-sebut di balik surat ini bukanlah wajah baru. Ia adalah sosok yang kembali muncul, setelah sebelumnya ditarik dari lingkaran perjuangan oleh seorang tokoh tertinggi, yang telah dengan terang menyatakan ketidaksukaannya pada manuver tokoh ini. Namun, entah karena faktor belas kasih, atau mungkin harapan yang terus dipelihara atas nama “persatuan,” ia diberi kesempatan lagi—untuk kesekian kalinya.

Namun alih-alih menunjukkan itikad baik, yang bersangkutan justru mengulangi pola perilaku lamanya. Dengan metode yang bisa dikategorikan brutal dan melanggar etika profesi advokat, ia bahkan berani meminta surat kuasa kepada seseorang yang sudah jelas memiliki pengacara—bahkan dalam situasi pemeriksaan penyidik. Ini dilakukan melalui tipu daya dan kelicikan, menyusup di antara jaringan kawan yang telah lebih dulu terkecoh oleh gestur seolah membantu.

Apakah ini ekspresi solidaritas atau sekadar kamuflase dari hasrat pribadi yang terselubung? Apakah sang senior benar-benar ingin merawat persatuan atau hanya menabur bibit perpecahan dalam perjuangan umat?

Saya, sebagai yunior dalam dunia dakwah namun senior dalam menimbang karakter melalui lensa hukum dan politik, pernah mengingatkan beliau tentang pentingnya mengadopsi filsafat kepemimpinan Umar bin Khattab: “Jangan nilai seseorang dari ucapan, tetapi dari rekam jejaknya.” Namun sepertinya, nasihat itu kembali diabaikan.

Para emak-emak pejuang yang selama ini dikenal loyal dan ikhlas—bahkan berani mengumpulkan dana sendiri demi ikut serta dalam aksi ke Jogja dan Solo pada 15-16 April 2025—masih lebih jujur dalam perjuangan mereka, meskipun metode yang dipakai hanya sebatas “ngerumpi sambil gerutu.” Mereka tidak bermain drama, apalagi memecat klien lewat siaran pers. Mereka tahu batas. Mereka beretika. Mereka tetap berjuang tanpa harus menjatuhkan sesama pejuang.

Perlu diingat, secara prinsip dasar hubungan hukum, lazimnya klien yang menarik kuasa dari pengacara. Sementara pengacara, jika tak sepaham atau ingin mundur, cukup mengajukan pengunduran diri secara elegan. Tapi kali ini, justru pengacara “memecat” klien. Dan tak tanggung-tanggung, menggunakan surat resmi yang disebarluaskan seolah ingin menjatuhkan sang klien secara moral dan publik.

Apa motif di balik ini semua? Sensasi? Dendam? Atau strategi mengaburkan rekam jejak kegagalannya sendiri dalam menjaga etika profesi?

Ironisnya, di tengah tindakan penghentian kuasa tersebut, pihak yang sama masih terus “nimbrung” dalam urusan hukum Eggi Sudjana, termasuk mencampuri agenda Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Bukankah ini kontradiktif? Jika sudah putus kuasa, seharusnya selesai. Tapi mengapa terus melibatkan diri? Di sinilah tampak wajah asli dari moralitas yang retak. Tak ada kejujuran, apalagi kehormatan.

Surat tersebut juga seolah menegasikan sejarah. Apakah mereka lupa siapa konseptor asli dari strategi pelaporan Dumas? Atau memang lupa diri karena sudah terbuai oleh dunia sensasi?

Maka dari itu, surat PDF yang dikirimkan kepada saya oleh sang senior, bisa dimaknai bukan sekadar dokumen hukum, tapi juga sebagai cermin retak dari moralitas perjuangan yang sudah tercemari kepentingan pribadi dan intrik internal. Kewibawaan tidak lagi diukur dari integritas, tapi dari popularitas yang dibalut kamuflase etika.

Perjuangan sejati tidak butuh drama, apalagi sandiwara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Antisipasi Cuaca Ekstrem DKI Sudah Dimulai Era Anies, Gerakan Rakyat Gelar Rapimnas Bahas Masa Depan Bangsa

Next Post

Korea Utara Ancam Ambil Tindakan Militer terhadap AS, Jepang, dan Korea Selatan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Korea Utara Ancam Ambil Tindakan Militer terhadap AS, Jepang, dan Korea Selatan

Korea Utara Ancam Ambil Tindakan Militer terhadap AS, Jepang, dan Korea Selatan

Polda Naikkan Status Kasus Ijazah Jokowi: Dari Penyelidikan ke Penyidikan, Unsur Pidana Ditemukan

Polri Jadi Martil Kekuasaan: Dengar Perintah Tuhan, Bukan Perintah Tuan!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...