• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Tafsir Subjektif Menyisakan Residu Ketauhidan

Ali Syarief by Ali Syarief
February 19, 2026
in Feature, Spiritual
0
Ketika Tafsir Subjektif Menyisakan Residu Ketauhidan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tauhid adalah fondasi paling kokoh dalam Islam. Ia bukan sekadar doktrin teologis, melainkan poros kesadaran yang menata cara berpikir, bersikap, dan beragama. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit umat justru menerima tauhid dalam bentuk yang telah tercemar oleh penjelasan-penjelasan subjektif. Ironisnya, subjektivitas ini sering datang dari mimbar para ulama sendiri—bukan dari musuh Islam, melainkan dari orang-orang yang dianggap otoritatif dalam menjelaskan agama.

Al-Qur’an sejak awal telah memberi peringatan keras terhadap praktik berbicara tentang agama tanpa dasar ilmu yang kokoh. Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: ‘Ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.”
(QS. An-Nahl: 116)

Ayat ini bukan sekadar teguran bagi pembuat hukum, tetapi peringatan terhadap klaim kebenaran yang lahir dari opini personal, bukan dari dalil yang sahih. Dalam konteks tauhid, subjektivitas semacam ini melahirkan apa yang dapat disebut sebagai residu ketauhidan: sisa-sisa keyakinan yang tidak murni, bercampur antara pengagungan kepada Allah dan ketergantungan pada figur, simbol, atau bahkan kepentingan duniawi.

Tauhid dan Bahaya Personalisasi Agama

Jumhur ulama sepakat bahwa tauhid harus dijaga dari segala bentuk tasyabbuh dan ta’alluqul qulub (ketergantungan hati) kepada selain Allah. Imam Ibn Taymiyyah dengan tegas menyatakan:

“Pokok kesesatan manusia dalam masalah akidah adalah mendahulukan hawa nafsu dan akal subjektif atas wahyu.”
(Majmu’ al-Fatawa)

Ketika seorang ulama menjelaskan tauhid dengan kacamata pengalaman personal, kepentingan politik, atau romantisme sejarah tertentu—tanpa disiplin metodologi ilmiah—maka tauhid perlahan bergeser dari kemurniannya. Allah tetap disebut, tetapi manusia diagungkan. Nama-Nya dilafalkan, namun ketaatan praktis justru diarahkan pada selain-Nya.

Al-Qur’an menggambarkan kondisi ini dengan sangat gamblang:

“Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan mereka mempersekutukan-Nya.”
(QS. Yusuf: 106)

Ayat ini oleh jumhur mufassir, termasuk Imam Al-Qurthubi, ditafsirkan sebagai syirik khafi—syirik yang tersembunyi, yang sering kali tidak disadari oleh pelakunya. Inilah residu ketauhidan: iman yang secara verbal lurus, tetapi secara kesadaran dan praktik telah tercemar.

Ulama Bukan Sumber Kebenaran, Melainkan Penunjuk Dalil

Imam Malik bin Anas pernah mengingatkan dengan sangat rendah hati:

“Setiap orang bisa diambil dan ditolak pendapatnya, kecuali penghuni kubur ini.”
(sambil menunjuk makam Nabi ﷺ)

Pernyataan ini menjadi prinsip emas jumhur ulama Ahlus Sunnah: ulama bukan sumber kebenaran mutlak, melainkan penunjuk jalan menuju dalil. Ketika posisi ini terbalik—ketika pendapat ulama dianggap sakral tanpa kritik—maka tauhid mengalami distorsi. Fanatisme terhadap tokoh menggantikan ketundukan pada Allah.

Allah kembali menegaskan:

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.”
(QS. At-Taubah: 31)

Menurut tafsir Ibn Katsir, ayat ini bukan berarti mereka menyembah ulama secara fisik, melainkan menaati mereka dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Sebuah ketaatan teologis yang sejatinya hanya layak bagi Allah.

Menjernihkan Tauhid dari Residu

Tauhid yang murni menuntut keberanian intelektual dan kerendahan hati spiritual: berani menguji penjelasan siapa pun dengan Al-Qur’an dan Sunnah, serta rendah hati untuk mengakui bahwa tidak semua yang disampaikan dari mimbar adalah kebenaran absolut.

Imam Asy-Syafi’i menutup ruang pembenaran subjektif ini dengan kalimat yang sangat tegas:

“Jika hadis sahih bertentangan dengan pendapatku, maka buanglah pendapatku ke dinding.”

Sikap inilah yang seharusnya diwarisi umat: bukan anti-ulama, tetapi anti terhadap pensakralan subjektivitas. Sebab ketika tauhid dikaburkan oleh opini, maka agama kehilangan daya pembebasnya dan berubah menjadi alat legitimasi.

Penutup

Terlalu banyak penjelasan subjektif atas tauhid telah melahirkan residu-residu keyakinan yang merusak kesadaran umat secara perlahan. Membersihkannya bukan dengan menolak ulama, tetapi dengan mengembalikan posisi mereka pada tempat yang semestinya: sebagai pewaris ilmu, bukan pewaris otoritas ilahi.

Tauhid sejati tidak membutuhkan banyak retorika—ia hanya butuh kejujuran ilmiah dan kepatuhan total pada wahyu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Retorika Membebaskan Palestina, Keputusan Mengikat di Board of Peace Trump

Next Post

Kebakaran di Masjid Istiqlal, Api Berasal dari Ruang Server saat Tarawih Perdana Ramadan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Kebakaran di Masjid Istiqlal, Api Berasal dari Ruang Server saat Tarawih Perdana Ramadan

Kebakaran di Masjid Istiqlal, Api Berasal dari Ruang Server saat Tarawih Perdana Ramadan

Memulai Agama dari Akal Waras

Setelah Memahami Al-Qur’an, Harus Terucap Perkataan yang Berbobot

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist