• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kiamat : Dari Panggung ke Hanggar: Apakah Giring Obat atau Beban GMFI?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Kiamat : Dari Panggung ke Hanggar: Apakah Giring Obat atau Beban GMFI?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Di negeri bernama Republik ini, mimpi bisa jadi kenyataan, bahkan mimpi yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan logika. Dari vokalis band ke kursi komisaris, dari teriak “presiden 2024” ke ruang rapat Dewan Komisaris BUMN. Selamat datang Giring Ganesha, komisaris independen baru PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Sebuah BUMN strategis yang tengah sempoyongan secara keuangan, tapi justru kedatangan penumpang baru—tanpa koper kompetensi.

Pertanyaannya sederhana dan tak perlu not balok: apakah kehadiran Giring adalah solusi atas kerugian atau justru tambahan beban bagi perusahaan?

GMFI bukan sedang bermain-main. Ini perusahaan yang mengelola pemeliharaan armada udara. Kesalahan kecil bisa berujung tragedi besar. Tapi sayangnya, GMFI juga sedang tenggelam dalam tumpukan utang dan defisit. Dalam laporan keuangan terakhir, perusahaan ini mencatat kerugian yang bukan hanya memekakkan telinga, tapi juga menyesakkan dada: ratusan miliar rupiah dalam neraca merah.

Dalam kondisi seperti ini, lazimnya perusahaan memanggil ahli. Mereka yang paham aviasi, teknik mesin, manajemen risiko, dan strategi pemulihan keuangan. Tapi GMFI malah menunjuk Giring—seorang mantan vokalis band Nidji yang lebih dikenal karena teriakannya di panggung politik dibanding jejak profesionalnya di industri aviasi atau korporasi.

Apa pertimbangannya? Loyalitas politik? Popularitas media? Atau memang jabatan komisaris kini tidak lebih dari panggung kedua bagi mereka yang gagal dalam panggung utama politik?

Kita tak anti musisi. Musik adalah seni. Tapi saat seorang musisi ditunjuk mengawasi perusahaan vital yang mengurusi keselamatan penerbangan nasional, kita harus bertanya dengan lantang: apakah ini solusi atau sekadar beban baru?

Giring tidak dikenal publik sebagai profesional di bidang aviasi atau perawatan pesawat. Ia tak punya rekam jejak di bidang keuangan korporasi, apalagi turnaround strategy. Maka, publik berhak mencurigai bahwa penunjukannya adalah bentuk pelestarian budaya patronase politik yang menyaru dalam bungkus meritokrasi palsu.

Kalau kehadirannya tidak bisa menyumbang strategi, tidak bisa mendorong efisiensi, tidak bisa membantu restrukturisasi—maka jabatan itu bukan solusi. Itu beban. Beban ganda, karena dibayar oleh perusahaan yang sedang berdarah-darah keuangannya, dan dibayar oleh rakyat sebagai pemilik sejati BUMN.

Lebih buruk lagi, penunjukan seperti ini mengirim sinyal buruk bagi profesional muda di industri. Bahwa kerja keras, pendidikan tinggi, dan kompetensi tak lagi relevan. Yang penting viral, loyal, dan vokal di momen yang tepat.

Jadi mari kita tanya ulang: Apakah Giring adalah harapan baru GMFI? Atau justru seperti menambah gitaris ke dalam tim teknisi pesawat—terdengar keren, tapi tak ada gunanya saat mesin pesawat butuh overhaul, bukan soundcheck?

BUMN tidak butuh cheerleader, tapi troubleshooter. Negeri ini sudah terlalu lama memberi panggung kepada yang pandai tampil, bukan yang ahli memperbaiki. Dan GMFI, sayangnya, kini tengah jadi panggung terbaru eksperimen itu.

Kalau ke depan pesawat Garuda terbang lebih lambat, mungkin bukan karena mesinnya rusak—tapi karena terlalu banyak beban di kabin komisarisnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AIR INDIA JATUH DI AHMEDABAD, RATUSAN DIDUGA TEWAS

Next Post

Ketika Vocalist Giring – Menjadi Komisaris Bengkel Garuda “Inilah Kiamat”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
PSI Tantang Elemen Bangsa Bebaskan Pemilu 2024 Dari Hoax Dan Ujaran Kebencian

Ketika Vocalist Giring - Menjadi Komisaris Bengkel Garuda "Inilah Kiamat"

Ketegangan Memuncak di Little Tokyo, Polisi Tembakkan Peluru Tidak Mematikan ke Arah Demonstran

Ketegangan Memuncak di Little Tokyo, Polisi Tembakkan Peluru Tidak Mematikan ke Arah Demonstran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist