• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

Koalisi Tanpa Malu: Saat Gerindra–NasDem Menegosiasikan Ideologi di Meja Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 13, 2026
in Politik, Tokoh/Figur
0
Koalisi Tanpa Malu: Saat Gerindra–NasDem Menegosiasikan Ideologi di Meja Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu hal yang semakin telanjang dalam politik Indonesia hari ini: kekuasaan tidak lagi disamarkan oleh idealisme. Ia berdiri apa adanya—tanpa rasa bersalah, tanpa kebutuhan untuk menjelaskan diri.

Ketika Prabowo Subianto dan Surya Paloh mulai membicarakan kemungkinan penyatuan atau setidaknya perapatan barisan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem, publik seharusnya tidak lagi bertanya “mengapa”, melainkan “apa yang sedang diamankan?”.

Sebab dalam politik yang sehat, pertemuan dua kekuatan besar seharusnya didorong oleh kesamaan visi. Namun dalam praktik yang kita saksikan, yang bekerja justru logika lain: logika bertahan dan menguasai.

Gerindra hari ini tidak sekadar partai pemenang. Ia adalah pusat gravitasi baru. Siapa pun yang ingin tetap relevan, harus mendekat. Dan NasDem—yang sebelumnya mengambil posisi berseberangan—kini tampak sedang menimbang ulang keberaniannya sendiri.

Di titik ini, publik dipaksa menyaksikan satu ironi: partai yang dulu mengusung restorasi, kini justru sedang merestorasi posisinya di lingkar kekuasaan.

Apakah ini salah? Secara politik, mungkin tidak. Tapi secara moral publik, ini adalah pengakuan diam-diam bahwa ideologi hanyalah alat kampanye, bukan kompas perjuangan.


NasDem yang Retak dari Dalam

Masalahnya, manuver di tingkat elit tidak selalu sejalan dengan realitas di lapangan. Saat wacana rekonsiliasi digodok di atas, di bawah justru terjadi eksodus.

Sejumlah kader Partai NasDem memilih meninggalkan kapal dan berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia—partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep.

Fenomena ini tidak bisa dibaca sebagai perpindahan biasa. Ini adalah sinyal keras bahwa ada yang tidak lagi diyakini.

Kader tidak pindah hanya karena peluang. Mereka pindah karena arah.

Dan ketika arah sebuah partai menjadi kabur—antara tetap menjadi oposisi bermartabat atau bergabung dalam kekuasaan yang dulu dikritik—maka loyalitas pun menjadi barang yang mudah dilepas.

PSI, dengan segala keterbatasannya, menawarkan satu hal yang hari ini jauh lebih berharga: kedekatan dengan kekuasaan yang sedang tumbuh. Dalam politik modern Indonesia, itu sering kali cukup untuk mengalahkan sejarah panjang dan narasi besar.


Politik yang Kehilangan Malu

Apa yang sedang terjadi sebenarnya lebih besar dari sekadar Gerindra, NasDem, atau PSI. Ini adalah gejala sistemik.

Kita sedang memasuki fase di mana politik tidak lagi merasa perlu menjaga konsistensi. Perbedaan yang dulu tajam kini larut. Oposisi menjadi sementara. Dan koalisi menjadi permanen—bukan karena kesamaan nilai, tetapi karena kesamaan kepentingan.

Jika Gerindra dan NasDem benar-benar bersatu, maka yang hilang bukan hanya batas politik, tetapi juga harapan publik akan adanya pilihan yang jelas.

Demokrasi tanpa diferensiasi adalah panggung tanpa cerita.

Dan ketika semua aktor akhirnya berdiri di sisi yang sama, publik hanya menjadi penonton dari transaksi yang tidak pernah mereka setujui.


Strategi atau Kepanikan?

Langkah Surya Paloh mendekat ke Prabowo Subianto bisa dibaca sebagai strategi cerdas. Tapi juga bisa dibaca sebagai tanda kepanikan.

Sebab waktu tidak berpihak pada mereka yang ragu.

NasDem kini berada dalam posisi yang tidak nyaman: terlalu jauh untuk kembali menjadi oposisi murni, tetapi belum cukup dekat untuk sepenuhnya dipercaya oleh kekuasaan.

Di saat yang sama, kader-kadernya mulai mencari pelabuhan baru. Dan publik mulai kehilangan alasan untuk percaya.

Jika ini terus berlanjut, maka penyatuan dengan Gerindra bukan lagi pilihan strategis—melainkan satu-satunya cara untuk bertahan hidup.


Penutup

Pada akhirnya, politik memang bukan soal benar atau salah. Ia adalah soal siapa yang bertahan dan siapa yang tersingkir.

Namun, ketika semua keputusan hanya didasarkan pada survival, maka satu hal pasti hilang: kehormatan politik itu sendiri.

Dan mungkin, di situlah kita hari ini—
menyaksikan politik yang tidak lagi merasa perlu menjelaskan dirinya, karena ia tahu, publik pun sudah terlalu lelah untuk bertanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Next Post

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda
Feature

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

April 13, 2026
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 12, 2026
Gaya Hidup Mewah dengan Sapi Perah
Crime

Gaya Hidup Mewah dengan Sapi Perah

April 12, 2026
Next Post
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026
Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

April 13, 2026
Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

April 13, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Koalisi Tanpa Malu: Saat Gerindra–NasDem Menegosiasikan Ideologi di Meja Kekuasaan

Koalisi Tanpa Malu: Saat Gerindra–NasDem Menegosiasikan Ideologi di Meja Kekuasaan

April 13, 2026

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026
Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

April 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...