• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

Ali Syarief by Ali Syarief
April 13, 2026
in Feature, Japanese Supesharu, Tokoh/Figur
0
Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Perang, dalam bayangan kita, selalu berakhir dengan satu momen pasti: penyerahan, perjanjian damai, atau jatuhnya bom terakhir. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Di sudut-sudut hutan Asia Tenggara, perang justru berlanjut dalam sunyi—hidup dalam keyakinan dua prajurit Jepang yang terpisah oleh tempat, tetapi dipersatukan oleh nasib.

Mereka adalah Teruo Nakamura di Indonesia dan Hiroo Onoda di Filipina—dua nama yang menjadi simbol bagaimana perang bisa terus berlangsung jauh setelah dunia menyatakan selesai.


🌴 Teruo Nakamura: Hidup dalam Kesunyian yang Panjang

Di Pulau Morotai, Maluku Utara, hutan menjadi rumah sekaligus penjara bagi Nakamura. Ia adalah prajurit Jepang keturunan Taiwan yang dikirim saat Perang Dunia II memasuki fase brutalnya di Pasifik.

Ketika Jepang menyerah pada 1945, tidak ada kabar yang sampai kepadanya. Tidak ada perintah pulang. Tidak ada suara dunia. Yang tersisa hanya insting bertahan hidup.

Nakamura tidak berperang. Ia tidak menyerang siapa pun. Ia memilih menghilang.

Ia membangun gubuk sederhana dari kayu, menanam tanaman seadanya, dan hidup dari alam. Selama hampir tiga dekade, ia menjadi manusia yang terputus dari sejarah—hidup tanpa kalender, tanpa negara, tanpa identitas yang diakui.

Saat ditemukan pada 1974 oleh patroli Indonesia, Nakamura bukan lagi tentara. Ia adalah sosok sunyi yang nyaris kehilangan bahasa dan relasi dengan dunia manusia.

Ironisnya, ketika ia dipulangkan, ia tidak sepenuhnya diterima sebagai pahlawan. Statusnya sebagai orang Taiwan di bawah kekaisaran Jepang membuatnya berada di wilayah abu-abu identitas. Ia pulang, tetapi tidak benar-benar “kembali.”


🌿 Hiroo Onoda: Perang yang Tak Pernah Ia Akhiri

Jika Nakamura adalah kesunyian, maka Onoda adalah perlawanan.

Dikirim ke Pulau Lubang pada 1944, Onoda adalah perwira intelijen yang dilatih dalam taktik gerilya. Ia membawa satu doktrin: jangan menyerah, apa pun yang terjadi.

Ketika selebaran dijatuhkan dari udara, menyatakan Jepang telah kalah, Onoda menolaknya. Baginya, itu hanyalah propaganda musuh.

Berbeda dengan Nakamura yang menghindari manusia, Onoda justru terus menjalankan “perangnya.” Ia melakukan sabotase, menyerang, dan bertahan bersama beberapa rekannya di hutan Filipina. Seiring waktu, satu per satu rekannya gugur atau menyerah, hingga ia tersisa sendirian.

Tahun-tahun berlalu, tetapi keyakinannya tidak goyah.

Baru pada 1974, seorang petualang Jepang, Norio Suzuki, berhasil menemukannya. Namun Onoda tetap menolak menyerah. Ia hanya tunduk pada satu hal: perintah resmi dari atasannya.

Permintaan itu akhirnya dipenuhi. Mantan komandannya, Yoshimi Taniguchi, datang langsung ke hutan dan memerintahkan Onoda untuk berhenti.

Setelah hampir 30 tahun, Onoda akhirnya meletakkan senjatanya.


🕰️ Dua Kisah, Satu Pertanyaan Besar

Kisah Nakamura dan Onoda bukan sekadar anekdot sejarah. Ia adalah potret tentang bagaimana manusia bisa terperangkap dalam keyakinannya sendiri.

  • Nakamura menunjukkan bagaimana perang bisa berubah menjadi kesunyian eksistensial
  • Onoda menunjukkan bagaimana perang bisa menjadi keyakinan yang tak tergoyahkan

Keduanya sama-sama setia. Keduanya sama-sama terputus dari dunia. Namun cara mereka menghadapi keterasingan berbeda—yang satu menghilang, yang lain melawan.

Pada akhirnya, kisah mereka menyisakan satu pertanyaan yang tak mudah dijawab:
kapan sebenarnya sebuah perang benar-benar berakhir?

Bagi dunia, mungkin 1945.
Namun bagi dua prajurit ini, perang baru selesai hampir tiga dekade kemudian—di hutan yang sunyi, jauh dari sorotan sejarah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Next Post

Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun
Economy

Rupiah Melemah, Intervensi Bank Indonesia Bukan Solusi Tunggal

May 29, 2026
Gula-gula Prabowo
Feature

Gula-gula Prabowo

May 29, 2026
Next Post
Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Melemah, Intervensi Bank Indonesia Bukan Solusi Tunggal

May 29, 2026
Gula-gula Prabowo

Gula-gula Prabowo

May 29, 2026
Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

Belajar Memanusiakan Sesama: Menyelami Dunia yang Selama Ini Terabaikan

May 29, 2026
Kiai Kok “Ngaceng”-an?

Kiai Kok “Ngaceng”-an?

May 29, 2026

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

EKONOMI KEDAULATAN NASIONAL; JALAN TENGAH ANTARA NEGARA PASIF DAN NEGARA SERAKAH

May 29, 2026
Aksi Jual SUN Dorong Nilai Tukar Rupiah Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Tahun

Rupiah Melemah, Intervensi Bank Indonesia Bukan Solusi Tunggal

May 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...