• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kudeta Konstitusi: Negara “Semua untuk Semua” Telah Dirampas, Kita Dijajah Lagi

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 25, 2025
in Feature, Politik
0
Kudeta Konstitusi: Negara “Semua untuk Semua” Telah Dirampas, Kita Dijajah Lagi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Pendahuluan: Negara untuk Semua, Bukan untuk Segelintir

Bung Karno, proklamator kemerdekaan dan bapak bangsa, menggagas Pancasila sebagai fondasi dasar (common platform) dalam merawat kemajemukan bangsa Indonesia. Negara ini berdiri di atas keragaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya, sehingga sangat memerlukan landasan ideologis yang menyatukan: Pancasila.

Dalam pidatonya, Bung Karno bertanya dengan lantang:

“Apakah kita hendak mendirikan Indonesia merdeka hanya untuk satu orang, satu golongan? Apakah kita mendirikan Indonesia merdeka hanya untuk memberi kekuasaan kepada segelintir bangsawan atau golongan kaya? Sudah tentu tidak! Kita hendak mendirikan negara semua untuk semua.”

Inilah janji kemerdekaan: Indonesia adalah milik bersama, bukan milik elite politik atau pemilik modal semata. Namun, janji itu telah dikhianati. Negara semua untuk semua telah dikudeta.


Babak Awal Kudeta: Prinsip-Prinsip Bernegara Dihapus

Konstitusi asli kita, terutama Pembukaan UUD 1945, merupakan dasar filosofis (philosophische grondslag) dan arah ideologis negara yang tak bisa diganggu gugat. Namun, dalam proses amandemen UUD 1945 pasca reformasi, justru pokok-pokok pikiran yang terurai dalam Penjelasan UUD 1945—yang merupakan staatsfundamentalnorm—telah dihapus secara sistematis.

Apa artinya? Bukan sekadar perubahan teknis, ini adalah penghilangan akar ideologi bangsa. Negara dipaksa meninggalkan fondasinya. Maka, kita tidak lagi hidup di atas nilai-nilai yang diperjuangkan para pendiri bangsa.


Amandemen: Kudeta Konstitusi yang Terselubung

Kudeta ini tak berdarah, tapi sangat mematikan. Ia dimulai dengan mencabut Tap MPR No. IV/MPR/1983 tentang Referendum dan UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum. Tanpa referendum, rakyat dilumpuhkan. Tidak ada lagi mekanisme kontrol rakyat terhadap perubahan konstitusi.

Selanjutnya, utusan golongan dan utusan daerah—yang semula menjamin keterwakilan non-partisan dalam MPR—dihilangkan. Kini, MPR hanya berisi partai politik. Negara semua untuk semua pun berganti menjadi negara untuk satu golongan: partai politik.


Konstitusi Diubah Tanpa Rakyat

Dalam negara demokratis sejati, perubahan konstitusi harus melibatkan rakyat. Di Amerika Serikat, amandemen harus melalui dua pertiga Kongres dan tiga perempat negara bagian. Di Australia, rakyat wajib disertakan lewat referendum.

Namun di Indonesia? Konstitusi diamandemen tanpa keterlibatan rakyat sama sekali. Prosesnya elitis dan tertutup. Maka sah jika dikatakan: kedaulatan rakyat telah dirampok.


Identitas Negara Diubah: Kudeta Total

Ketika pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 dihapus, maka:

  • Asas bernegara berubah.
  • Sistem bernegara diganti.
  • Identitas negara dihapus.

Maka ini bukan sekadar revisi teknis. Ini adalah kudeta terhadap jati diri bangsa. Hanya rezim otoriter terselubung yang mampu melakukannya tanpa pertanggungjawaban.


Hasil Kudeta: Tanah Dikuasai Asing, Rakyat Jadi Budak

Salamuddin Daeng dari AEPI menyebut bahwa 178 juta hektar tanah kini telah dikuasai oleh asing dan para taipan—setara 72% luas daratan Indonesia. Data dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bahkan menyebut 68% kekayaan tanah dikuasai oleh 1% kelompok elite.

Ini adalah konsekuensi langsung dari kudeta konstitusi. Ketika rakyat tak lagi punya suara, tanah dan kekayaan alam berpindah tangan ke mereka yang punya kuasa dan uang.


Kesimpulan: Kita Sedang Dijajah Lagi

Bangsa ini telah kembali ke titik gelap: menjadi budak di negeri sendiri. Amandemen UUD 1945 bukan reformasi, tapi kudeta konstitusi terselubung. Kedaulatan rakyat dilucuti, tanah dirampas, dan prinsip Pancasila dikubur hidup-hidup.

Presiden Prabowo harus membuktikan cintanya pada Pancasila, pada UUD 1945, dan pada Proklamasi. Bukan dengan slogan, tapi dengan keberanian mengembalikan konstitusi asli. Jika tidak, maka rakyat sendiri yang harus bangkit.

Saatnya rakyat melakukan konsolidasi dan revolusi konstitusional. Kita tidak boleh diam. Sebab jika kita diam, maka kita mengizinkan diri kita dijajah kembali—oleh konstitusi yang telah dikudeta dan oleh kekuasaan yang korup.


Penutup: Lawan Kudeta Konstitusi, Rebut Kembali Negara “Semua untuk Semua”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Next Post

Ir. Drs. Joko Widodo – Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Ir. Drs. Joko Widodo – Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI

Ir. Drs. Joko Widodo - Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI

Bakti Tanpa Pamrih, Prajurit Petarung Pasmar 3 Gotong-royong Bangun Masjid Al-Akbar Sorong

Bakti Tanpa Pamrih, Prajurit Petarung Pasmar 3 Gotong-royong Bangun Masjid Al-Akbar Sorong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...