• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kutukan Makan Gratis

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 2, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Prediksi HRS Sepertinya Benar, Prabowo Berencana Sunat Anggaran Makan Siang Gratis dari Rp 15000,- Jadi Rp 7.500
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Mulutmu harimaumu, mengerkah kepalamu.

Demikianlah. Presiden Prabowo Subianto pun semacam terkena kutukan akibat ucapannya sendiri. Tepatnya janji. Janji Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG itu ia janjikan saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Hasilnya jitu. Bersama pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, keduanya terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Namun kini, janji itu menjelma jadi bumerang yang menyerang diri sendiri. Senjata makan tuan.

Pemerintahan Prabowo-Gibran ternyata tak mampu membiayai program MBG yang mencapai 450 triliun rupiah untuk lima tahun ke depan. Termasuk tahun ini yang mencapai 71 triliun rupiah. Akhirnya pemerintah minta tambahan anggaran 140 triliun rupiah agar program MBG yang sudah dimulai sejak 6 Januari lalu bisa berlangsung hingga Desember mendatang.

Sayangnya, pemerintah tak punya uangnya. Akhirnya Prabowo melakukan pemangkasan anggaran hingga 306,6 triliun rupiah atau 8% dari APBN 2025.

Dampaknya, anggaran semua kementerian/lembaga mengalami pemotongan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) pun tak terelakkan.

Banyak proyek terpaksa dihentikan. Termasuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang anggarannya terpaksa diblokir tahun ini, sehingga terancam mangkrak.

Dampak lanjutannya adalah gelombang PHK di perusahaan-perusahaan swasta. Tak terkecuali Sritex, pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Sukoharjo, dekat Solo, Jawa Tengah. Sritex mem-PHK 10 ribu karyawannya sekaligus tutup per 1 Maret 2025.

Janji Wakil Menteri Ketenagakerjaan Emmanuel Ebenezer untuk menyelamatkan Sritex pun cuma “omon-omon” belaka yang bisa saja akan menjadi semacam kutukan untuknya kelak.

Selain Sritex, sejumlah perusahaan manufaktur lain juga melakukan PHK. Antara lain PT Yamaha Musik Indonesia yang mem-PHK 1.100 karyawannya dan menutup dua pabriknya di Cakung dan Pulogadung, Jakarta Timur.

Kutukan Gibran

Masifnya gelombang PHK juga menjadi semacam kutukan bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka. Saat kampanye Pilpres 2024, putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini menjanjikan 19 juta lapangan kerja.

Ternyata yang terjadi sebaiknya. Alih-alih menciptakan lapangan kerja, justru terjadi gelombang PHK massal, salah satunya karena pemangkasan anggaran yang kemudian dialihkan ke program MBG.

Percuma saja anak-anak dapat makan gratis jika orang tuanya terkena PHK. Bahkan mestinya tak perlu ada MBG asalkan tidak ada PHK.

Apalagi, berdasarkan sigi Global Strategi Riset Indonesia (GSRI) yang dirilis akhir Februari lalu, program MBG menunjukkan berbagai kelemahan dalam perencanaan, distribusi, dan pengelolaan anggaran yang berpotensi menyebabkan pemborosan besar-besaran terhadap keuangan negara.

Progam MBG akan menjadi lahan korupsi baru bagi para petualang yang mencapai triliunan rupiah.

Implementasi di lapangan juga banyak masalah. Di antaranya menu yang tidak sesuai selera. Lalu makanan yang sudah basi. Bahkan ada yang keracunan akibat makanan MBG.

Mau dihentikan? Prabowo sudah terlanjur menjanjikan MBG. Ternyata janji itu kini jadi bumerang. Ibarat terkena kutukan. Begitu pun Gibran yang menjanjikan 19 juta lapangan pekerjaan.

Mulutmu harimaumu, mengerkah kepalamu, kawan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengaruh Puasa terhadap Tubuh: Empat Fase yang Terjadi Selama Berpuasa

Next Post

MA Perberat Hukuman Karen Agustiawan, KPK Apresiasi Putusan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
MA Perberat Hukuman Karen Agustiawan, KPK Apresiasi Putusan

MA Perberat Hukuman Karen Agustiawan, KPK Apresiasi Putusan

Sebelum Lebaran, JHT dan JKP karyawan Sritex Ditargetkan Cair

KSPI: PHK Ribuan Karyawan PT Sritex Ilegal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...