• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ledakan Imajinasi Aktivis: Dari KPK ke Bayang-Bayang Geng Solo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 2, 2025
in Feature, Politik
0
Ledakan Imajinasi Aktivis: Dari KPK ke Bayang-Bayang Geng Solo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Aksi para aktivis pada 2 Oktober 2025 di Gedung KPK bukan sekadar rutinitas unjuk rasa. Ia adalah representasi “imajinasi masyarakat” yang telah lama menyimpan amarah dan kekecewaan atas perilaku anomali KPK dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (TUPOKSI). Selama bertahun-tahun, publik mencatat KPK tidak equal, tidak objektif, dan tidak akuntabel. Gedung megah yang seharusnya menjadi simbol perang melawan korupsi, justru dirasa mubazir—membakar uang rakyat untuk gaji, fasilitas, dan tunjangan, tanpa hasil yang sepadan.

Namun, aksi kali ini bukan ledakan liar. Ia justru menegaskan hak konstitusional rakyat sebagai pemegang kedaulatan, yang dijamin oleh UU No. 9/1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Para aktivis hadir bukan hanya untuk “berteriak”, tetapi untuk mengingatkan bahwa KPK telah kehilangan arah.

Ancaman Puncak Ledakan

Gelombang aksi ini bukan yang terakhir. Ada potensi ledakan yang lebih dahsyat pada 9 Desember 2025, tepat di Hari Antikorupsi Dunia. Jika itu terjadi, ia bisa menjadi catatan sejarah politik hukum Indonesia—dan bisa pula berakhir sebagai tragedi seperti “Nepalisme”, yakni konsolidasi kekuasaan yang dikuatkan oleh korupsi dan patronase.

Presiden Prabowo harus waspada. Aksi yang sah menurut hukum bisa saja ditunggangi provokator. Tetapi yang lebih penting, presiden mesti realistis: sumber kemarahan rakyat sejatinya tidak terlepas dari jejak kepemimpinan Jokowi selama satu dekade terakhir.

Polri di Persimpangan

Dalam konteks ini, peran Polri di bawah Listyo Sigit sangat krusial. Mereka dituntut untuk tidak hanya mengawal aksi, tetapi juga setia pada TUPOKSI sebagaimana diamanatkan undang-undang. Jika aparat tergelincir, aksi halal yang lahir dari semangat konstitusi bisa berubah menjadi bumerang politik yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Rekayasa Geng Solo

Konflik politik akibat aksi bisa saja dimanfaatkan oleh “Geng Solo”, lingkaran kekuasaan Jokowi yang disebut-sebut masih solid. Dua skenario rekayasa politik yang patut diwaspadai adalah:

  1. Adu domba kepentingan. Politik “karya cipta kisruh” diciptakan untuk menjustifikasi kekacauan dan membelokkan isu utama.
  2. Politik pragmatis. Peta konflik dijadikan alat barter dengan menebar janji kepada figur-figur yang dianggap kapabel, sehingga fokus perjuangan rakyat dipatahkan.

Jika skenario ini berhasil, maka aksi murni yang lahir dari garis perjuangan akan pupus. Sebaliknya, akan lahir kekuatan raksasa hasil rekonsolidasi antara Prabowo, Jokowi, dan kekuatan politik lain yang sempat terjerat oleh kebijakan Jokowi selama satu dekade.

Jalan Antisipasi

Kunci untuk mencegah blunder politik ini terletak pada keseriusan Presiden Prabowo memahami aspirasi rakyat. Ia harus mendengar para tokoh ulama, aktivis, akademisi, dan kritikus yang konsisten berjuang dalam satu dekade terakhir—bukan “banci tampil” yang mudah ditipu kekuasaan. Seleksi internal di kalangan aktivis pun penting, agar eks pejabat era Jokowi tidak kembali menyelinap membawa agenda lama.

Jika negosiasi tokoh bangsa ini berhasil, maka Presiden Prabowo akan mendapat dukungan total: “kepala jadi kaki, kaki jadi kepala”. Syaratnya, penegakan hukum harus menjadi prioritas, khususnya terhadap Jokowi dan lingkaran inti Geng Solo—tanpa harus memborong pihak lain.

Penutup

Jika titik temu ini gagal dicapai, Indonesia menghadapi risiko tinggi. Bangsa ini bisa terjerembab dalam sengsara politik, ekonomi, dan sosial di bawah bayang-bayang kekuatan Geng Solo yang semakin kuat dan bersatu kembali.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PESANTREN MURAH, SANTRI JADI KORBAN: PENGELOLA YANG LUPA AMANAH

Next Post

KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma “Mr. Kardus Durian”!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma “Mr. Kardus Durian”!

KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma "Mr. Kardus Durian"!

MONEY POLITIK MENCIPTAKAN LINGKARAN SETAN MENUJU KEHANCURAN SUATU BANGSA

MONEY POLITIK MENCIPTAKAN LINGKARAN SETAN MENUJU KEHANCURAN SUATU BANGSA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...