• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Lengsernya Jokowi: Ibarat Pesawat Turbulensi Politik Menuju Hard Landing

Ali Syarief by Ali Syarief
September 15, 2024
in Feature, Politik
0
Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah
Share on FacebookShare on Twitter

Ibarat pesawat yang terbang tinggi, masa kepemimpinan Jokowi pernah melambung dengan harapan besar dan janji manis. Namun, seiring berjalannya waktu, turbulensi politik, sosial, dan ekonomi mulai mengguncang stabilitas pemerintahan. Bagaimana kisah lengsernya Jokowi dapat diibaratkan sebagai sebuah pesawat yang oleng dan berakhir dengan hard landing?

Awal Penerbangan: Lepas Landas dengan Penuh Harapan

Pada awal masa jabatannya, Jokowi dipandang sebagai pemimpin rakyat. Ia dianggap sederhana, merakyat, dan tulus dalam niatnya untuk memperbaiki kondisi bangsa. Ibarat seorang pilot yang baru menaklukkan langit, Jokowi membawa angin segar yang membuat rakyat Indonesia berharap pada perubahan yang lebih baik. Infrastruktur masif dibangun, dan program-program populis seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diperkenalkan sebagai janji peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pesawat Jokowi, di awal penerbangannya, tampak stabil. Penumpang, yang dalam hal ini adalah rakyat Indonesia, merasa nyaman dan optimis. Namun, seperti dalam penerbangan panjang, tantangan tak terhindarkan mulai muncul, menimbulkan tanda-tanda olengnya pesawat kepemimpinan.

Turbulensi Politik: Makin Oleng Menuju Titik Krisis

Turbulensi mulai terasa ketika Jokowi memutuskan untuk lebih dekat dengan kekuatan oligarki. Kebijakan yang diambil, terutama yang terkait dengan proyek-proyek besar seperti pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan berbagai proyek infrastruktur lainnya, semakin memperkuat keterikatan pemerintahannya dengan para konglomerat. Masyarakat mulai merasa ditinggalkan dan terpinggirkan dalam pengambilan kebijakan.

Gelombang turbulensi semakin keras ketika isu korupsi di era kepemimpinan Jokowi semakin mencuat. Banyak skandal besar, seperti kasus Jiwasraya, Asabri, dan bansos pandemi, menunjukkan bagaimana korupsi tetap menjadi penyakit akut di dalam pemerintahan. Pesawat kepemimpinan Jokowi pun mulai oleng, dan kepercayaan publik mulai luntur.

Keputusan Jokowi yang sering kali dianggap tidak konsisten dan berlawanan dengan semangat reformasi hukum dan keadilan sosial, seperti melemahkan KPK dan memaksakan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, semakin memperuncing krisis legitimasi. Di sini, pesawat kepemimpinannya mulai kehilangan arah, terjebak dalam badai politik dan ekonomi yang tak terkendali.

Desakan Ekonomi: Mesin yang Melemah

Jika politik menjadi salah satu sumber turbulensi, ekonomi adalah mesin pesawat yang mulai melemah. Di tengah janji pembangunan besar-besaran, rakyat justru semakin merasakan kesenjangan sosial yang semakin dalam. Pandemi COVID-19 memperburuk keadaan, dan meskipun pemerintah mencoba merespons dengan berbagai bantuan dan stimulus, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia tak sepenuhnya pulih.

Utang negara semakin menumpuk, sementara defisit anggaran semakin membesar. Pengelolaan sumber daya alam yang seharusnya menjadi kekuatan, justru dikelola secara tidak bijak. Impor pangan dan energi terus meningkat, sementara pertumbuhan sektor industri mandek. Mesin ekonomi negara seperti melemah, dan pesawat kepemimpinan Jokowi pun semakin tidak stabil.

Ketika harga kebutuhan pokok melonjak dan daya beli masyarakat menurun, pesawat semakin oleng. Ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah mencapai titik tertinggi. Di tengah upaya pemerintah untuk terus terbang, tekanan dari berbagai arah—baik dari dalam maupun luar negeri—membuat laju penerbangan tak lagi terkendali.

Hard Landing: Akhir yang Tak Terhindarkan

Setelah melalui berbagai turbulensi politik dan ekonomi, akhirnya pesawat kepemimpinan Jokowi harus menghadapi pendaratan yang sulit. Ibarat pesawat yang terpaksa melakukan hard landing, lengsernya Jokowi adalah sebuah akhir yang tidak bisa dihindari dari perjalanan panjang penuh tantangan. Suara protes dari berbagai elemen masyarakat—baik mahasiswa, buruh, petani, dan kaum intelektual—menjadi gelombang yang semakin tak terbendung.

Gelombang unjuk rasa yang kian membesar adalah sinyal bahwa pesawat akan segera mendarat, meski tidak dengan mulus. Kegagalan Jokowi dalam memenuhi janji-janji politiknya, terutama dalam hal pemberantasan korupsi, penegakan hukum yang adil, dan pemerataan ekonomi, membuat landasan pendaratannya dipenuhi rintangan. Di sisi lain, keputusan-keputusan kontroversial terkait IKN, revisi UU Cipta Kerja, dan kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat kecil mempercepat proses lengsernya.

Pada akhirnya, pesawat oleng ini harus mendarat dengan keras. Jokowi, yang dulu dianggap sebagai harapan bangsa, harus menerima kenyataan bahwa kepemimpinannya berakhir dengan ketidakpuasan besar dari masyarakat. Meski pesawatnya selamat dari kehancuran total, ia tidak bisa menghindari kerusakan besar yang terjadi selama perjalanan.

Kesimpulan: Sebuah Pelajaran dari Penerbangan Panjang

Lengsernya Jokowi dapat diibaratkan sebagai pesawat yang oleng dan akhirnya harus melakukan hard landing. Penerbangan yang dimulai dengan penuh optimisme dan harapan, berakhir dengan guncangan keras akibat turbulensi politik, ekonomi, dan sosial yang tak tertangani dengan baik. Kisah ini mengajarkan bahwa penerbangan sebuah kepemimpinan membutuhkan komitmen kuat, konsistensi, dan keberpihakan nyata pada rakyat.

Dalam dunia politik, sebagaimana dalam penerbangan, pendaratan yang mulus tidak hanya ditentukan oleh keterampilan di awal, tetapi juga oleh kemampuan untuk menghadapi setiap badai dan menjaga arah di tengah turbulensi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terpilihnya  Anindya Bakrie  Sebagai Ketum  Kadin,  Dianggap  Tidak Sah  Karena Munaslub Dianggap  ilegal 

Next Post

PSSI  Bertekad akan Usut Tuntas ìnsiden Pemukulan Wasit pada Laga PON XXI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
PSSI  Bertekad akan Usut Tuntas ìnsiden Pemukulan Wasit pada Laga PON XXI

PSSI  Bertekad akan Usut Tuntas ìnsiden Pemukulan Wasit pada Laga PON XXI

Jogging  Bersama  Cak Lontong,  Pramono Sapa dan Selfi Bersama Warga di CFD

Jogging  Bersama  Cak Lontong,  Pramono Sapa dan Selfi Bersama Warga di CFD

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist