Fusilatnews – Jakarta, Rabu, (01/01) 2023, Ribuan serikat pekerja di Inggris berdemo untuk dapat memberikan gaji yang lebih baik di tengah krisis biaya hidup Inggris. Berbagai karyawan dari beberapa sector turun ke jalan area London sambil membawa berbagai poster beserta tulisan- tulisan dan berteriak di depan Gedung Parlemen Inggris atas tuntutan berbagai kondisi buruh yang tidak memadai. Adanya Aksi mogok buruh yang berlangsung di sepanjang kota London ini membuat ribuan sekolah di Inggris mengalami lockdown, mereka menutup beberapa atau semua ruang kelas. Tak hanya itu, hampir semua institusi di Inggris seperti layanan kereta api lumpuh dan mengalami penundaan yang jadwal hingga berhari-hari besar Kongres Serikat Buruh, sebuah federasi serikat pekerja, diperkirakan setengah juta pekerja, termasuk guru, staf universitas, pegawai negeri, petugas perbatasan, dan masinis kereta, melakukan pemogokan di seluruh negeri.
Sebenarnya Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh ini sudah terjadi beberapa bulan yang lau, yang tentu sangat mengganggu aktivitas dan rutinitas semua institusi, khususnya bagi pemerintah Inggris sendiri. Hal ini diakibatkan karena perselisihan sengit antara serikat pekerja dan pemerintah mengenai gaji dan kondisi kerja yang tidak kondusif yang terus berlanjut. Sehingga memicu protes dari para pekerja.
Aksi yang sama di Inggris pada waktu itu terjadi pada tahun 2011, dimana dalam aksi tahun tersebut terjadi secara massal dalam skala besar. Diperkirakan hampir 1juta lebih para bruh dari berbagai sektor melakukan aksi mogok terkait dengan dana pension. Terakhir kali negara melihat pemogokan massal dalam skala ini adalah pada tahun 2011, ketika lebih dari 1 juta pekerja sektor publik melakukan pemogokan satu hari dalam sengketa pensiun.
Ketua Perserikatan Buruh di Inggris menyampaikan bahwa sebenarnya sudah ada beberapa kenaikan gaji, misalnya 5% yang sudah dianggarkan kepada para guru. Namun bagaimana jadinya jika terjadi inflasi tak terduga yang terus-menerus terjadi di Inggris, sehingga menyebabkan sejumlah karyawan pada beberapa sector mengalami kesulitan financial yang dikarenakan pendapatan yang mereka terima tidaklah sepadan dan berimbang dengan biaya hidup di Inggris, karena melonjaknya Inflasi.
Perdana Menteri Rishi Sunak menyampaikan kepada semua para pejabat parlemen bahwa sebenarnya terjadinya aksi mogok Guru, merupakan tindakan yang salah besar, karena Pemerintah Inggris sejauh ini dala 30 tahun sudah memberikan kenaikan gaji kepada para guru.
Melansir dari Apnews.com, Kini Inflasi yang dialami oleh di Inggris mencapai hingga 10,5%. Jumlah Inflasi ini dinilai paling tinggi dalam 40 tahun terakhir, ditambah lagi semakin meroketnya harga-harga sembako serta energi.
Pihak Dana Moneter Internasional menyampaikan bahawa untuk sementara beberapa pihak memprediksi bahwa melonjaknyaharga- harga di tahun ini akan menyebabkan semakin melemahnya prospek perekonomian di Inggris. Hal ini merupakan salah satu akibat dari sanksi konflik Rusia- Ukraina.(RIZA.MD)
Sumber : https://apnews.com/article/united-kingdom
























