• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Lukas Enembe: Kalian Dengarkan Keluhanku! 

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 5, 2023
in Crime, Feature
0
Duh, Lukas Enembe Akui Main Judi Kasino ke Singapura!

Gubernur Papua Lukas Enembe (detik.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

JAKARTA – “Dari pintu ke pintu / kucoba tawarkan nama / demi terhenti tangis klienku dan keluh istrinya / tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga / seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku”.

Lirik lagu Ebiet G Ade berjudul “Kau Dengarkan Keluhanku” (dari album ke-3, Camellia III, 1980) yang telah diadaptasi tersebut tampaknya isinya analog dengan nasib Lukas Enembe, Gubernur Papua (2013-2023) yang kini menjadi tersangka korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lagu itu patut dinyanyikan Emanuel Herdyanto, pengacara Lukas Enembe, bahkan oleh Lukas Enembe sendiri dengan mengembalikannya ke lirik aslinya, yang dari pintu ke pintu mencoba menawarkan nama supaya mendapatkan pembelaan atau minimal perhatian atau simpati. 

Namun, seperti lirik lagu Iwan Fals berjudul “Ethiopia” (1990), semua orang mungkin mengatakan, “aku hanya bisa mendengar / aku hanya bisa bersedih”.

Ya,  tiga kali Emanuel Herdyanto dan Yulce Wenda, istri Lukas Enembe mengadu ke Komnas HAM. Namun sejauh ini mereka tidak mendapatkan respons semestinya dari Komnas HAM.

Pengacara Lukas sebenarnya sekadar minta Komnas HAM menyambangi kliennya di rumah tahanan untuk mengetahui kesehatan kader Partai Demokrat itu yang diklaim dalam kondisi sakit komplikasi ginjal, jantung dan diabetes sehingga minta diizinkan berobat ke luar negeri, khususnya Singapura. 

Pengacara menganggap KPK melanggar hak asasi manusia Lukas. Akan tetapi Komnas HAM bergeming dengan dalih menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK. 

Adapun KPK “keukeuh” tak mengizinkan Lukas berobat keluar negeri. Pasalnya, dokter dan fasilitas kesehatan di dalam negeri, utamanya RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dianggap masih memadai untuk menangani masalah kesehatan Lukas. 

Kedua, dan ini yang tidak eksplisit disampaikan KPK, izin berobat ke Singapura atau negara lainnya takut disalahgunakan Lukas. Misalnya untuk bermain kasino sebagaimana kerap dia lakukan di Singapura dan Malaysia bahkan Australia saat masih aktif menjabat gubernur. 

Maklum, selama ini Lukas tidak kooperatif. Bahkan ia mengerahkan massa pendukungnya untuk melawan KPK saat hendak ditangkap di kediamannya di Jayapura. Lukas baru dapat ditangkap setelah lengah dan “terpisah” dari massa pendukungnya saat makan di sebuah rumah makan tak jauh dari Bandara Sentani, di Distrik Abepura, saat hendak kabur keluar negeri.

Lalu, pengacara Lukas pun mengancam akan mengadukan nasib kliennya ke Mahkamah Agung (MA). Kini, kita tunggu saja bagaimana respons MA nanti jika pengacara Lukas benar-benar mengadu ke sana.

Terlunta-lunta

Sudah sakit komplikasi, masih diperiksa dan ditahan KPK, maka sempurnalah sudah penderitaan Lukas. Ia kini terlunta-lunta. Ditolak oleh siapa pun dengan pandangan curiga. Dalam hati pasti ia menangis. Tak terkecuali keluarganya. Terutama istrinya yang tentu saja banyak mengeluh. Saat Lukas diangkut ke Jakarta dengan pesawat bukan Garuda saja keluarganya protes, kok! 

Nasib Lukas pun kini berbalik 180 derajat, meski diyakini masih punya banyak uang, bahkan triliunan rupiah, meski sudah banyak yang dihamburkan di meja-meja kasino, konon mencapai Rp564 miliar atau lebih dari setengah triliun rupiah. Bila dulu bak raja, kini Lukas menjadi pesakitan KPK. Begitulah hukum yang sudah semestinya tidak pandang bulu. “Equality before the law”!

Lukas bahkan kini menghadapi sangkaan baru, yakni dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), di samping dugaan korupsi yang sudah dua kali status tersangka KPK sematkan kepadanya. 

Melihat kondisi Lukas yang dari pintu ke pintu menawarkan nama tapi ditolak ini mestinya membuat dia jera. Mungkin demikian pula maksud KPK yang tidak mengizinkan Lukas berobat keluar negeri. Begitu pun Komnas HAM yang tidak mau menyambangi Lukas di rumah tahanan Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan. Sebab salah satu tujuan pemberantasan korupsi adalah menciptakan efek jera atau “detterence effect”.

Hal itu juga untuk membuat terapi kejut atau “shock effect” bagi calon koruptor lainnya, yang juga merupakan salah satu tujuan pemberantasan korupsi, jangan sampai pejabat lain mengalami nasib serupa Lukas Enembe yang terlunta-lunta dan ditolak di mana-mana. Entah nanti di MA!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hakata Dontaku Matsuri ( 3-4 Mei , Fukuoka)

Next Post

PM Spanyol : Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez perbaiki hubungan bilateral antar Spanyol dan Morocco pasca Krisis

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
PM Spanyol : Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez perbaiki hubungan bilateral antar Spanyol dan Morocco pasca Krisis

PM Spanyol : Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez perbaiki hubungan bilateral antar Spanyol dan Morocco pasca Krisis

Festival Lentera Nagasaki (Akhir Januari/Awal Februari, Nagasaki)

Festival Lentera Nagasaki (Akhir Januari/Awal Februari, Nagasaki)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist