• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Masuk di Mulut, Keluar di Toilet: Di Mana Investasinya?

fusilat by fusilat
March 14, 2026
in Feature, Layanan Publik
0
Masuk di Mulut, Keluar di Toilet: Di Mana Investasinya?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam sebuah kritik yang cukup tajam, Prof. Ferry Latuhin pernah melontarkan sebuah ungkapan sederhana namun menggugah logika ekonomi: “Masuk di mulut, keluar di toilet.” Kalimat itu bukan sekadar sindiran biologis tentang proses makan, tetapi sebuah metafora untuk mempertanyakan arah kebijakan publik yang menghabiskan anggaran sangat besar tanpa meninggalkan jejak investasi yang jelas.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai investasi masa depan bangsa. Narasinya terdengar sangat mulia: memperbaiki gizi anak, mencegah stunting, serta menyiapkan generasi emas Indonesia. Tidak ada yang menolak tujuan tersebut. Bahkan hampir semua orang sepakat bahwa kualitas gizi anak memang harus menjadi perhatian negara.

Namun, dalam logika ekonomi publik, niat baik tidak cukup. Setiap rupiah dari uang negara harus bisa dipertanggungjawabkan dalam kerangka nilai jangka panjang.

Di sinilah kritik Prof. Ferry Latuhin menemukan relevansinya.

Makanan, secara alamiah, adalah barang konsumsi yang sifatnya habis pakai. Ia tidak meninggalkan aset, tidak membangun infrastruktur, dan tidak menciptakan sistem produksi baru. Ia hanya memberikan efek sementara: kenyang, energi sesaat, lalu selesai.

Masuk di mulut.
Dicerna tubuh.
Keluar di toilet.

Jika negara menghabiskan anggaran puluhan hingga ratusan triliun rupiah untuk sesuatu yang sifatnya habis dalam hitungan jam, maka pertanyaan kritis menjadi tidak terelakkan: di mana sebenarnya letak investasinya?

Dalam teori pembangunan, investasi negara biasanya diarahkan pada sektor yang meninggalkan warisan jangka panjang. Jalan tol dibangun untuk puluhan tahun. Bendungan mengairi sawah selama generasi. Sekolah melahirkan ilmu yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tetapi makanan tidak memiliki sifat itu. Ia harus dibeli lagi besok, dibayar lagi minggu depan, dan dibiayai lagi tahun depan. Program seperti ini bukan investasi dalam arti ekonomi klasik, melainkan program distribusi konsumsi yang berulang tanpa akhir.

Artinya, negara masuk dalam siklus pembiayaan yang tidak pernah selesai.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah transparansi anggaran. Program sebesar MBG tentu melibatkan rantai pengadaan yang sangat panjang: penyedia bahan makanan, distribusi logistik, pengolahan makanan, hingga pengawasan pelaksanaannya.

Publik berhak mengetahui secara jelas:
siapa yang mendapat kontrak, bagaimana mekanisme pengadaannya, dan apakah sistemnya benar-benar efisien.

Tanpa transparansi, program sebesar apa pun akan mudah memunculkan pertanyaan.

Bukan karena masyarakat ingin bersikap sinis, tetapi karena pengalaman panjang menunjukkan bahwa anggaran besar selalu menarik kepentingan besar.

Di sinilah satire menjadi cara untuk menyederhanakan kritik yang sebenarnya sangat serius. Ungkapan Prof. Ferry Latuhin—“masuk di mulut, keluar di toilet”—mengajak kita kembali pada logika dasar ekonomi publik.

Apakah uang negara sedang digunakan untuk membangun masa depan, atau sekadar untuk membiayai siklus konsumsi yang habis dalam sehari?

Karena investasi yang sejati selalu meninggalkan jejak.

Sementara makanan, betapapun bergizinya, hanya meninggalkan rasa kenyang yang tidak pernah bertahan lama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SUJUD UNTUK RAKYAT ATAU MERAMPOK ANGGARAN? Dua Wajah Kekuasaan Para Bupati

Next Post

Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Sebut Aksi Teror Demokrasi

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Sebut Aksi Teror Demokrasi

Setengah Penduduk Indonesia Bergerak Saat Lebaran: 143,9 Juta Orang Tumpah ke Jalan

Setengah Penduduk Indonesia Bergerak Saat Lebaran: 143,9 Juta Orang Tumpah ke Jalan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist