• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MELAMPAUI EUFORIA: KELUAR DARI JEBAKAN SWASEMBADA BERAS SEMU

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 3, 2026
in Economy, Feature
0
Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Sebagaimana diumumkan pemerintah, per 31 Desember 2025 Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai negara yang berswasembada beras. Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi tahunan, melainkan harus menjadi kata kunci menuju swasembada pangan nasional yang utuh. Karena itu, swasembada beras harus bersifat berkelanjutan, bukan sekadar swasembada beras yang bersifat “on trend”—muncul sesaat, lalu menghilang.

Namun di balik optimisme tersebut, kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan struktural yang selama ini menjadi ganjalan utama. Isu krusial swasembada beras berkelanjutan di Indonesia masih berkutat pada menurunnya produktivitas lahan sawah, tantangan perubahan iklim, serta minimnya regenerasi petani. Pemerintah memang tampak serius menangani isu-isu ini, tetapi konsistensi dan keberlanjutannya tetap menjadi ujian utama.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah persoalan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Upaya meningkatkan produksi melalui dua pendekatan tersebut masih menghadapi hambatan klasik, seperti keterbatasan infrastruktur irigasi dan masifnya alih fungsi lahan pertanian. Tanpa pengendalian yang tegas, ekspansi produksi beras akan terus berhadapan dengan penyusutan lahan.

Selain itu, ketergantungan pada impor beras juga menjadi ancaman laten bagi ketahanan pangan nasional, terutama ketika produksi global terganggu. Di sisi lain, rendahnya kesejahteraan petani menyebabkan sektor pertanian semakin tidak menarik bagi generasi muda. Krisis regenerasi petani ini adalah bom waktu yang dapat menggagalkan swasembada beras di masa depan.

Belum lagi perubahan iklim, yang kian nyata dampaknya. Fenomena El Nino, banjir, dan anomali cuaca lainnya terbukti mampu menurunkan produksi beras secara signifikan. Karena itu, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus ditempatkan sebagai agenda utama, bukan sekadar pelengkap kebijakan pertanian.

Istilah jebakan swasembada beras “on trend” merujuk pada kondisi ketika swasembada hanya bersifat sementara. Ada beberapa faktor penyebabnya.
Pertama, kebijakan yang tidak berkelanjutan dan kerap berubah seiring pergantian rezim.
Kedua, ketergantungan pada faktor eksternal, termasuk impor dan dinamika pasar global.
Ketiga, minimnya investasi jangka panjang di sektor pertanian.
Keempat, dampak perubahan iklim yang belum sepenuhnya diantisipasi secara sistemik.

Sejarah memberi pelajaran penting. Indonesia pernah mencapai swasembada beras pada 1984 dan kembali mengklaimnya pada 2023. Namun, tak lama berselang, impor kembali dilakukan karena produksi domestik tidak mampu mencukupi kebutuhan nasional. Inilah bukti bahwa swasembada tanpa fondasi kuat hanya akan menjadi catatan sesaat.

Capaian swasembada beras tahun 2025 patut diapresiasi. Produksi beras nasional meningkat secara signifikan hingga mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,19 juta ton, sehingga tercipta surplus 3,52 juta ton. Produksi meningkat 13,36% dibandingkan dengan 2024, didorong oleh optimalisasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Stok beras juga berada pada posisi aman. Stok awal 2025 tercatat 8,14 juta ton, dan meningkat menjadi 9,97 juta ton di akhir tahun. Kondisi iklim yang relatif bersahabat turut mendukung panen raya serentak di berbagai sentra produksi utama. Pemerintah pun memberikan dukungan nyata melalui penyediaan sarana produksi, penguatan sistem pengairan, serta program pompanisasi.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak perlu melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025, bahkan memiliki surplus untuk cadangan pangan. Pertanyaan krusialnya: bagaimana dengan 2026?

Prospek 2026 terlihat menjanjikan. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras Januari–Maret 2026 meningkat 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 10,16 juta ton. Luas panen pun meningkat 15,32% menjadi 3,28 juta hektare.

Produksi beras sepanjang 2025 tercatat 34,69 juta ton, naik 13,29% dari 2024. Stok awal 2026 mencapai 12,529 juta ton, termasuk 3,248 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pemerintah juga memastikan tidak akan melakukan impor beras konsumsi pada 2026.

Tak heran jika banyak pihak memprediksi Indonesia akan tetap berswasembada beras pada 2026, dengan estimasi produksi mencapai 35,6 juta ton. Optimisme ini penting, namun harus dibarengi dengan langkah strategis jangka panjang, agar swasembada beras benar-benar berkelanjutan dan tidak kembali terperosok ke dalam jebakan swasembada beras “on trend”.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Trump Tidak Mengesampingkan Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran

Next Post

Diminta Setor 4.7M – Ketika Korupsi Bukan Penyimpangan, Tapi Prosedur

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post
Diminta Setor 4.7M – Ketika Korupsi Bukan Penyimpangan, Tapi Prosedur

Diminta Setor 4.7M - Ketika Korupsi Bukan Penyimpangan, Tapi Prosedur

IRAN LANJUTKAN SERANGAN, PANGKALAN MILITER AS DI BAHRAIN DIDUKUNG DRONE & RUDAL

IRAN LANJUTKAN SERANGAN, PANGKALAN MILITER AS DI BAHRAIN DIDUKUNG DRONE & RUDAL

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...