Fusilatnews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak menutup kemungkinan untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran jika situasi perang dengan Teheran berkembang ke titik yang dirasa perlu intervensi darat. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam beberapa wawancara dan pernyataan media dalam beberapa hari terakhir di tengah eskalasi konflik militer antara AS–Israel dan Iran.
Trump menegaskan bahwa meskipun awalnya AS menekankan operasi udara dan aksi militer gabungan tanpa pasukan darat, ia tidak akan membatasi opsi militer hanya pada udara dan serangan jarak jauh. “Saya tidak punya masalah dengan boots on the ground, seperti yang sering dikatakan presiden lain bahwa tidak akan ada pasukan darat — saya tidak mengatakan itu. Mungkin tidak diperlukan, tapi jika diperlukan, kita akan mempertimbangkannya,” ujar Trump kepada media yang mengutip New York Post.
Perang Terus Memanas
Konflik militer antara Amerika Serikat, sekutu-sekutunya, dan Iran kini telah memasuki hari ketiga sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap target-target militer dan infrastruktur di Iran. Serangan itu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, serta merusak fasilitas militer penting. Balasan Iran datang dalam bentuk serangan rudal balistik dan drone terhadap sejumlah pangkalan militer AS dan sekutu di kawasan Teluk Persia.
Trump menyebut operasi militer ini, yang dinamakan oleh sebagian analis sebagai “Operation Epic Fury,” sebagai langkah untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir dan ancaman rudal balistik secara lebih lanjut. Walaupun perang awalnya diproyeksikan berlangsung sekitar 4–5 minggu, Trump dan pejabat Gedung Putih mengatakan kampanye militer bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.
Tanggapan dan Kekhawatiran di AS
Pernyataan Trump mengenai kemungkinan pengerahan pasukan darat mendapat tanggapan beragam di dalam negeri AS. Beberapa anggota parlemen dari kedua kubu politik — baik dari Partai Republik maupun Demokrat — menyatakan kekhawatiran atas kurangnya rencana strategis yang jelas serta keterlibatan langsung AS dalam konflik yang lebih luas tanpa persetujuan Kongres.
Beberapa analis luar negeri mengatakan bahwa keputusan Trump bisa membuka peluang eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah dan berpotensi menarik kekuatan lain dalam konflik ini. Sementara pihak militer Iran juga meningkatkan latihan dan kesiagaan pasukannya di sepanjang pesisir Teluk Persia sebagai respons terhadap ancaman militer AS.


























