• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Ali Syarief by Ali Syarief
June 3, 2026
in Feature, Politik
0
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Share on FacebookShare on Twitter

Politik sering kali memperlihatkan satu ironi yang berulang. Semakin tinggi seseorang mencapai puncak kekuasaan, semakin sulit baginya untuk benar-benar meninggalkan panggung. Kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan ruang perlindungan, sumber pengaruh, sekaligus benteng yang menjaga seseorang dari berbagai kemungkinan yang mengintai setelah masa jabatan berakhir.

Karena itu, ketika mantan Presiden Joko Widodo kembali bergerak ke panggung politik melalui rencana safari ke 38 provinsi menjelang Pemilu 2029, publik tentu berhak bertanya: untuk apa?

Secara resmi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut agenda tersebut sebagai upaya konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. Relawan Jokowi juga menyampaikan bahwa kunjungan itu merupakan kelanjutan hubungan tanpa sekat antara Jokowi dan masyarakat. Narasi yang dibangun terdengar sederhana dan bahkan romantis: seorang mantan presiden yang tetap ingin dekat dengan rakyatnya.

Namun politik jarang sesederhana penjelasan resmi.

Tidak banyak mantan presiden yang bersedia menghabiskan energi berkeliling 38 provinsi jika tidak ada kepentingan politik yang lebih besar di baliknya. Apalagi Jokowi bukan lagi pejabat negara. Ia tidak sedang menjalankan tugas pemerintahan, tidak pula memimpin partai politik secara formal. Tetapi kenyataannya, mesin relawan bergerak, konsolidasi dilakukan, logistik dipersiapkan, dan jaringan politik kembali diaktifkan.

Semua itu menunjukkan bahwa yang sedang dibangun bukan sekadar nostalgia politik, melainkan proyek kekuasaan jangka panjang.

Dalam banyak kasus politik dunia, mantan penguasa yang merasa aman biasanya memilih menikmati masa pensiun politik. Mereka menjadi negarawan, memberikan ceramah, menulis buku, atau sesekali memberikan pandangan atas persoalan bangsa. Sebaliknya, mantan penguasa yang merasa masa lalunya berpotensi menjadi masalah cenderung tetap berada di sekitar pusat kekuasaan.

Mereka memahami satu kenyataan yang pahit: pengaruh politik adalah bentuk perlindungan paling efektif.

Di sinilah safari politik Jokowi menjadi menarik untuk dibaca. Setelah lebih dari satu dekade berada di puncak pemerintahan, warisan politik yang ditinggalkan tidak sepenuhnya berisi keberhasilan. Berbagai kontroversi masih melekat dalam ingatan publik. Mulai dari tuduhan pelemahan demokrasi, kontroversi perubahan aturan konstitusi, persoalan nepotisme politik, konflik kepentingan dalam kekuasaan, hingga berbagai proyek strategis nasional yang masih menyisakan pertanyaan tentang akuntabilitas dan manfaatnya.

Hari ini mungkin semua persoalan itu belum menjadi ancaman nyata. Namun politik memiliki sifat yang unik. Apa yang tampak aman hari ini dapat berubah menjadi persoalan hukum dan politik di masa depan ketika konstelasi kekuasaan berubah.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak mantan pemimpin di berbagai negara akhirnya berhadapan dengan proses hukum bukan ketika mereka berkuasa, melainkan setelah kehilangan pengaruh politiknya. Selama kekuatan politik masih berada di tangan mereka atau orang-orang yang mereka dukung, berbagai persoalan dapat dikelola. Namun ketika pengaruh itu hilang, masa lalu sering datang menagih.

Karena itulah, langkah Jokowi turun gunung dapat dibaca sebagai upaya memastikan bahwa pengaruh politiknya tidak pernah benar-benar berakhir.

Ada kesan bahwa Jokowi telah memasuki situasi yang dalam istilah penerbangan dikenal sebagai point of no return. Titik ketika sebuah pesawat telah terbang terlalu jauh sehingga tidak mungkin kembali ke bandara asal. Satu-satunya pilihan adalah terus maju menuju tujuan berikutnya.

Dalam konteks politik, titik itu muncul ketika seorang pemimpin telah menempatkan terlalu banyak kepentingan, terlalu banyak loyalis, dan terlalu banyak warisan kekuasaan yang harus dijaga. Berhenti bukan lagi pilihan yang nyaman.

Maju berarti mempertahankan pengaruh melalui partai politik, relawan, dan jaringan kekuasaan yang masih tersisa. Maju berarti memastikan orang-orang yang dekat dengannya tetap berada di posisi strategis. Maju berarti menjaga agar arah politik nasional tetap berada dalam orbit yang aman bagi dirinya.

Sebaliknya, mundur sepenuhnya berarti menerima risiko bahwa suatu hari nanti berbagai keputusan, kebijakan, dan kontroversi masa lalu akan diperiksa tanpa perlindungan kekuasaan yang memadai.

Karena itu, safari 38 provinsi sesungguhnya bukan sekadar perjalanan politik biasa. Ia adalah sinyal bahwa Jokowi belum selesai. Ia belum bersedia menjadi tokoh masa lalu yang hanya dikenang dalam buku sejarah.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Jokowi masih ingin berpolitik. Jawabannya sudah terlihat jelas.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah perjalanan ini dilakukan demi masa depan bangsa, atau justru demi menjaga masa lalu agar tidak pernah datang menagih?

Waktu yang akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti, Jokowi tampaknya memilih terus melangkah ke depan. Sebab bagi sebagian tokoh politik, berhenti bukan sekadar kehilangan kekuasaan. Berhenti bisa berarti kehilangan perlindungan.

Dan ketika bayang-bayang masa lalu terus mengikuti di belakang, jalan ke depan sering kali terasa lebih aman daripada menoleh ke belakang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Next Post

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua
Cross Cultural

Polemik Film Dokumenter “Pesta Babi”: Antara Keterbukaan Informasi, Pelindungan Data Pribadi, dan Konflik Agraria Papua

June 2, 2026
Next Post
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...