• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memaknai Negara Dalam Melindungi Warga Negaranya

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
February 5, 2023
in Feature
0
Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr Susilawati Sisi, SE., MM.,MA.,M.Han,.-Intelektual Bela Negara

Fungsi negara untuk melindungi warga negara. Negara terbentuk karena adanya wilayah, bangsa, ideologi dan adanya pengakuan dari negara lain. Negara Indonesia terletak di garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua dan dua samudara yang beriklim tropis ibarat rumah sebagai tempat tinggal, merupakan kebutuhan primer (papan). Sesuai teori Maslow bahwa manusia hidup membutuhkan rumah untuk tempat berlindung dari berbagai ancaman yang  berasal dari hewan buas, cuaca, maupun dari kejahatan manusia.

Dengan terjaminnya kebutuhan dasar, maka lebih mudah menjalankan program – program kerja untuk mendukung kualitas hidup yang lebih bernilai. Seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, kesejahteraan bagi warga negara dan lebih mudah terwujud. 

Oleh karena itu dalam pengelolaan negara, pemerintah berkewajiban menjalankan proses penyelenggaraan negara sesuai amanah konstitusi. Sebagai dasar berpijak dalam setiap kebijakan yang dibuat agar tercipta kehidupan sosial yang membahagiakan (bahagia terjadi ketika jiwa dalam kondisi terbaik). Itulah kebenaran hakiki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jika kebenaran kuat maka keadilan terwujud, jika kekuasaan yang kuat maka kedzaliman yang didapatkan.

Pembangunan nasional harus berbasis pada kebutuhan dasar, jika kebutuhan dasar terealisasi secara merata dan stabil maka dapat dilanjutkan pada kebutuhan lainnya (artifisial). Jika pembangunan diutamakan pada kebutuhan dasar hidup, tidak ada lagi anak bangsa yang  hidup dalam kemiskinan, kesulitan, ketidak adilan dan penderitaan. Sejatinya pemerintah dapat mengutamakan yang utama, dengan sangat hati – hati dapat lebih teliti, mudah terpantau   dan terkendali serta efisien efektif pembangunan dirasakan oleh warga negaranya.

Jika pembangunan mengutamakan artifisial dampaknya adalah kekacauan dan manipulatif yang berakibat ketidakstabilan. Dalam kondisi demikian bagaimana bisa menjalani kehidupan dengan tertib, tertata dan produktif karena tidak ada pengaturan yang jelas berdasarkan prioritas. Perilaku manipulatif menghasilkan hal – hal negatif/buruk, orang – orang mulia dihinakan sebagai ciri bangsa telah tergerus nilai moralnya, ini tanda bahwa sehebat apapun sebuah peradabahan dan secanggih apapun teknologi yang berkembang menjadi sia – sia seperti bangsa Yunani 

Bangsa Indonesia harus segera menyadari bahwa hidup dalam konteks bernegara adalah berorientasi pada tercapainya kebutuhan dasar, ini memunculkan sikap persuasi yang menghasilkan hal – hal positif/baik. Jika negara tidak aman bagaimana masyarakat dapat menjalani rutinitas sehari – hari dengan tenang seperti belajar, bekerja, beribadah, bergaul, berwisata dan lain – lain. Dibutuhkan semangat besar yang sama bagi seluruh anak bangsa sesuai hak dan kewajibannya (konstitusi) terhadap bangsa dan negaranya, maka saat sebagai rakyat apalagi pemimpin akan sama arah dan pola yang dijalankan dalan mencapai tujuan nasional yang lebih efektif sesuai cita – cita bangat Indonesia.

Mengutamakan yang utama adalah kebenaran, kebenaran terkadang pahit dan tidak menyenangkan, walau pahit dan tidak menyenangkan kebenaran itu adalah haq, dengan menerima kebenaran maka jiwa tenang. Itulah kebahagiaan sejati (kesenangan, kehormatan dan kebijaksanaan).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MUI : Ada Mal Praktek dan Skema Ponzi Dalam Pengelolaan Dana Haji

Next Post

Menjaga Kesehatan Jiwa

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Plus Minus Sistem  Proporsional Terbuka & Tertutup pada Pemilu 2024

Menjaga Kesehatan Jiwa

Kabinet Baru Israel: Ancaman Terhadap Perdamaian Dunia, Ribuan Pengunjuk Rasa Memperingatkan Dalam Unjuk Rasa Anti-Rezim Terbaru

Kabinet Baru Israel: Ancaman Terhadap Perdamaian Dunia, Ribuan Pengunjuk Rasa Memperingatkan Dalam Unjuk Rasa Anti-Rezim Terbaru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist