• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo “Kita Tertibkan!”

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 15, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo “Kita Tertibkan!”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Jumat (13/3/2026) dini hari, Andrie Yunus mendapatkan serangan teror. Wakil Koordinator KontraS itu disiram air keras oleh dua orang tak dikenal saat berkendara sepeda motor di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Luka bakar yang ia derita mencapai 24 persen.

Beberapa jam kemudian, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memperingatkan para pengamat yang ia nilai tidak suka melihat pemerintahannya berhasil. Pengamat semacam itu, katanya, tidak patriotik. Ia mengaku punya data intelijen siapa yang membiayai mereka. Pada saatnya, kata Prabowo, kita tertibkan semua itu.

Kita pun tercenung dan mulai berpikir untuk mencari benang merah antara aksi teror yang menimpa Andrie Yunus dan pernyataan Prabowo itu.

Pun, benang merah antara teror yang dialami Andrie Yunus dan materi podcast yang baru saja ia rekam di Kantor YLBHI Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, bertajuk, “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Apakah ada keterkaitan antara materi siniar yang dia angkat dan aksi teror yang menimpa dirinya?

Jika ada, nengapa isu remiliterisasi begitu sensitif bagi pihak tertentu?

Lantas, apakah ada benang merah teror yang menimpa Andrie dengan pernyataan Prabowo ihwal pengamat yang tidak patriotik akan ditertibkan?

Andrie memang sering mengkritisi pemerintah, terutama soal fenomena bangkitnya militerisme atau dwifungsi TNI di Indonesia sebagaimana pernah terjadi di era rezim Orde Baru.

Apakah Andrie tidak patriotik? Justru dia patriotik atau mencintai negeri ini, sehingga ia banyak menyampaikan kritik kepada pemerintah. Tujuannya agar Indonesia tidak terperosok ke jalan yang sesat.

Gejala militerisme di ranah sipil juga ia kritisi karena Andrie begitu cinta kepada TNI, sehingga tak akan membiarkan lembaga tersebut terjebak pada dwifungsi TNI yang sudah pernah ditolak oleh Gerakan Reformasi 1998.

Para pengamat yang mengkritisi pemerintah, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan masuknya Indonesia ke Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, juga dalam rangka cinta Tanah Air agar pemerintahannya tidak melanggar undang-undang (UU) dan konstitusi atau UUD 1945.

Jadi, pemerintah jangan alergi, apalagi sampai antikritik. Kritik itu laksana jamu atau obat yang akan membuat sehat dan menyembuhkan penyakit. Terasa pahit, memang. Tapi akan menyehatkan.

Yang justru tidak patriotik adalah para pejabat negara yang suka korupsi. Korupsi berarti mengambil uang negara yang berasal dari pajak rakyat. Bukan hanya tidak patriotik, koruptor justru mengkhianati bangsanya sendiri dengan menggarong uang negara.

Para koruptor itulah yang mestinya Prabowo tertibkan, bukan para pengamat.

Para pejabat yang terus menjilat, sedangkan mereka melihat indikasi Presiden menyimpang, justru mereka mau menjerumuskan pemimpin dan menghancurkan negaranya. Bukan pengamat yang kritis.

Apakah teror yang menimpa Andrie berarti ia telah “ditertibkan”?

Apakah “penertiban” itu melibatkan aktor negara, atau ada perintah dari Presiden?

Kita tidak tahu. Tugas aparat penegak hukumlah untuk membuktikan ada atau tidak adanya benang merah itu.

Tapi kalau sudah melibatkan aktor negara, kita tentu pesimistis bahwa kasus Andrie akan terungkap tuntas.

Aparat penegak hukum juga tentu saja tidak akan berani mencari benang merah antara teror yang menimpa Andrie dengan pernyataan Prabowo ihwal “kita tertibkan semua itu!”

Kasus Novel Baswedan dan Munir

Teror yang menimpa Andrie Yunus mengingatkan kita akan aksi teror yang dialami Novel Baswedan dan Munir.

Novel, yang berasal dari institusi Polri, saat menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapatkan serangan teror berupa siraman air keras tak jauh dari kediamannya usai salat Subuh dari orang tak dikenal. Sebelah mata Novel pun mengalami kebutaan permanen. Namun hingga puluhan tahun kemudian, kasus teror Novel ini belum juga terungkap siapa pelaku dan dalang atau otak intelektualnya.

Teror terhadap Novel disinyalir melibatkan aktor negara yang merasa tidak nyaman dengan sepak terjangnya di KPK.

Begitu pun Munir yang saat peristiwa terjadi menjabat Koordinator KontraS. Saat itu, Munir ditemukan tewas di dalam pesawat Garuda yang saat itu dalam penerbangan dari Bandara Changi, Singapura, menuju Amsterdam, Belanda.

Operator lapangan yang membubuhkan racun sianida ke dalam gelas kopi Munir telah dipidana, yakin pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto. Akan tetapi, hingga kini aktor intelektualnya belum juga ditangkap.

Nasib Andrie pun diprediksi akan seperti Novel dan Munir, yakni aktor intelektual kasusnya tidak akan terungkap secara nyata. Sebab barangkali memang melibatkan aktor negara. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran

Next Post

Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Bungkam Kritik dan Kebebasan Sipil

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Bungkam Kritik dan Kebebasan Sipil

Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Bungkam Kritik dan Kebebasan Sipil

Kualitas Udara di 19 Kota Besar Membaik, Faktor Cuaca dan Penurunan Emisi Berperan

Kualitas Udara di 19 Kota Besar Membaik, Faktor Cuaca dan Penurunan Emisi Berperan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...