• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENGAPA IMPOR BERAS DISTOP?

by
February 26, 2025
in Economy, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Betul, di Tanah Merdeka ini, tidak ada larangan untuk melakukan impor beras. Tidak ada pula kebijakan yang secara tegas mengharamkan Pemerintahnya untuk melakukan impor beras. Bahkan impor beras telah dijadikan pilihan Pemerintah untuk memperkuat ketersediaan beras dalam negeri, sekiranya produksi beras petani dalam negeri dan cadangan beras Pemerinrah, tidak mencukupi kebutuhan beras di dalam negeri.

Beras sebagai komoditas politis, kini tampil menjadi bahan perbincangan yang cukup menghangatkan. Pasalnya, tentu bukan karena kondisi perberasan dalam negeri tengah dihantui oleh iklim ekstrim yang tidak berpihak kepada sektor pertanian, namun jika dikaitkan dengan pengumuman Pemerintah yang menyetop kebijakan impor beras tahun 2025 pun menjadi masalah yang butuh pencermatan secara seksama.

Pertanyaan kritisnya, mengapa Pemerintah mesti mengumumkan kepada masyarakat bahwa tahun 2025 tidak akan impor beras, padahal selama ini kebijakan impor beras merupakan “dewa penolong” ketika bangsa kita menghadapi krisis beras ? Bukankah akan lebih baik, seandainya Pemerintah tidak perlu mengumumkannya kepada publik ?

Terlepas dari pro kontra soal pengumuman penghentian impor beras oleh Pemerintah, yang lebih utama untuk digarap adalah bagaimana caranya agar produksi beras petani di dalam negeri dapat ditingkatkan setinggi-tingginya, sehingga hasilnya melimpah ? Inilah yang mesti kita tempuh. Terlebih ketika Pemerintah berkehendak untuk meraih swasembada pangan.

Upaya menggenjot produksi beras, benar-benar merupakan kebutuhan mendesak yang penting untuk digarap. Pengalaman buruk sergapan El Nino dua tahun lalu, sangat penting dijadikan pengalaman berharga, bagaimana Pemetintah keteteran menyikapinya. El Nino betul-betul menjadi tamu yang tak diundang, namun kehadirannya malah membawa bencana dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Pemerintah sendiri mengakui, sergapan El Nino inilah yang jadi biang kerok utama, penyebab anjloknya produksi beras dengan angka cukup signifikan. Betapa tidak akan merisaukan ! Produksi beras secara nasional tahun 2024 ternyata menurut catatan Badan Pusat Statistik hanya sebesar 30,41 juta ton. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang produlsi tahum 2023 yang mencatat 31,10 juta ton.

Kendatipun demikian, kita juga tidak menutup mata terhadap penyebab lain, yang membuat produksi beras melorot dengan angka cukup terukur. Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang masih amburadul dianggap menjadi soal serius untuk ditangani dengan segera. Begitu pun dengan pengelolaan irigasi di banyak daerah yang belum mendapat perhatian untuk ditangani dengan baik.

Tak kalah penting untuk ditangani dengan sungguh-sungguh adalah kehadiran dan keberadaan tenaga Penyuluh Pertanian, yang dari sisi jumlah masih jauh dari memadai. Semangat mewujudkan satu desa satu Penyuluh Pertanian, masih saja mengemuka sebagai wacana. Belum lagi problem kualitas Penyuluh Pertanian yang perlu ditingkatkan.

Inilah beberapa masalah yang menjadi penyebab penting menurunnya produksi beras. Sadar akan hal demikian, menjadi sangat masuk akal bila Pemerintah segera melakukan pembenahan terhadap masalah yang disampaikan diatas. Dalam kaitannya dengan kebijakan pupuk bersubsidi, Pemerintah telah menambah jumlah kuota dua kali lipat dari yang berjalan selama ini. Semula hanya 4,7 juta ton, kini meningkat jadi 9,55 juta ton.

Pemerintah juga telah memangkas salurus distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini bertele-tele menjadi ringkas dan terukur. Jika semula banyak lembaga yang terlibat, kini hanya tinggal tiga lembaga saja yang bertanggungjawab, yakni Kementerian Pertanian (Penyedia data), PT Pupuk Indonesia (Pabrikan) dan Gapoktan/Kios.

Pemeliharaan irigasi tampak mulai serius digarap Pemerintah. Sinergi dan kolaborasi Kementerian Pertanian dan Kementerian PU, diharapkan mampu dengan cepat nelakukan angin segar bagi penbenahan irigasi untuk kebutuhan pertanian. Ini penting, karena budidaya padi sangat membutuhkan air yang cukup. Pembangunan pertanian tanpa air yang cukup, sama saja dengan omon-omon belaka.

Intruksi Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan, diharapkan mampu memberi “darah baru” bagi perjalanan Penyuluhan Pertanian ke depan. Yang jelas, langkah Pemerintah mengembalikan status Penyuluh Pertanian menjadi Aparat Pemerintah Pusat, menuntut para Penyuluh untuk meningkatkan kinerja terbaiknya.

Berbagai penataan yang ditempuh diatas, diharapkan akan mampu menggenjot peningkatan produksi beras ke suasana yang lebih mendekati target yang ditetapkan. Tantangannya, bagaimana dengan pengendalian iklim ekstrim yang sekonyong-konyong bisa menyergap dunia perberasan kita ? Ya, jawabannya tentu menjadi “pe-er” yang tidak mudah untuk dijawab.

Keberanian Pemerintah untuk menyetop impor beras tahun ini, jelas perlu dibarengi dengan catatan khusus. Sangat keliru, bila kita menghentikan impor beras, bila tidak dibarengi dengan catatan-catatan tertentu. Salah satunya, kalau iklim dan cuaca memang menunjukkan keberpihakannya kepada sektor pertanian. Namun jika tidak, maka tidak salah juga, sekiranya lsngkah menyetop impor beras, perlu dipertimbangkan lagi.

Bagi bangsa ini, beras merupakan kebutuhan pokok yang perlu disiapkan cukup matang, baik perencanaan atau penerapannya. Beras tidak boleh langka, apalagi menghilang dari pasar. Beras harus tersedia sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau masyarakat. Itu sebabnya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, impor beras jadi pelengkap kebijakan perberasan nasional. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Revisi – Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDI-P yang Belum Retret untuk Ikut Gelombang Kedua

Next Post

Gerakan Literasi untuk Pembentukan Kepemimpinan Muda Indonesia

Related Posts

Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Feature

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026
Next Post

Gerakan Literasi untuk Pembentukan Kepemimpinan Muda Indonesia

Prabowo Menjawab Demo Mahasiswa “Indonesia Gelap”

Prabowo Menjawab Demo Mahasiswa "Indonesia Gelap"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...