• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Indonesia Tak Pernah Punya Presiden yang Pas!?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 9, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu ironi yang terus berulang di negeri ini: setiap lima tahun sekali, rakyat diajak berpesta demokrasi, tapi yang tersaji justru seperti undangan makan prasmanan… dengan menu yang sama-sama bikin ragu. Mau ambil yang ini, takut kolesterol. Mau ambil yang itu, khawatir asam urat. Ujung-ujungnya, bukan soal enak atau tidak—tapi mana yang paling kecil risikonya.

Inilah tragedi demokrasi kita: pilihan selalu dibungkus seolah ideal, padahal sejatinya dilematis.

Rakyat diminta menjadi hakim agung dalam sebuah kontestasi besar bernama pemilihan presiden. Masalahnya, hakimnya belum tentu dibekali perangkat berpikir yang memadai. Kita seperti menyuruh orang yang baru belajar berenang untuk langsung menilai lomba selam internasional. Bukan tidak mungkin, tapi jelas berisiko.

Lebih lucu lagi, narasi yang dibangun selalu sama: “Ini adalah putra-putra terbaik bangsa.” Kalimat yang terdengar sakral itu, kalau dipikir-pikir, justru mengandung jebakan logika. Kalau semua adalah yang terbaik, mengapa hasilnya sering terasa… ya begitu-begitu saja?

Apakah standar “terbaik” kita memang terlalu longgar, atau kita memang terlalu mudah diyakinkan?

Di sinilah letak problem sistemik itu. Demokrasi kita seolah menuntut kecerdasan kolektif, tetapi dalam praktiknya, ia justru berjalan di atas fondasi literasi politik yang rapuh. Rakyat diposisikan sebagai penentu akhir, tetapi proses pembentukan pilihan mereka dipenuhi propaganda, pencitraan, dan kadang-kadang—maaf—ilusi.

Akhirnya, pilihan rakyat bukan lahir dari pemahaman mendalam, melainkan dari kesan permukaan: siapa yang paling sering muncul di layar, siapa yang paling pandai memainkan emosi, atau siapa yang didukung oleh kekuatan yang terlihat “meyakinkan.”

Padahal, memilih presiden itu bukan seperti memilih mie instan di minimarket.

Lebih problematis lagi, sistem politik kita sering kali tidak benar-benar menghadirkan alternatif yang kontras. Yang muncul justru kandidat-kandidat dengan latar belakang, jaringan, dan kepentingan yang saling bersinggungan. Seolah-olah rakyat diberi dua jalan berbeda, padahal ujungnya menuju persimpangan yang sama.

Inilah yang membuat pilihan itu selalu terasa berisiko.

Bukan karena rakyat bodoh—tidak. Tapi karena sistemnya memang tidak memberi ruang bagi pilihan yang benar-benar bebas dari beban masa lalu, kepentingan elite, atau kompromi politik.

Jadi, ketika rakyat memilih, sebenarnya mereka sedang berjudi dalam batas yang sudah ditentukan.

Dan lucunya, setiap hasil pemilu selalu diiringi harapan baru. Seolah-olah kita lupa bahwa sistem yang sama akan melahirkan pola yang sama. Kita berharap hasil berbeda dari proses yang tidak pernah berubah.

Agak absurd, tapi begitulah kenyataannya.

Maka, pertanyaan “mengapa Indonesia tak pernah punya presiden yang pas?” mungkin perlu dibalik: apakah sistem kita memang dirancang untuk menghasilkan sosok yang benar-benar “pas”? Atau justru hanya menghasilkan yang “cukup bisa diterima”?

Jika rakyat ingin keluar dari siklus ini, maka yang perlu ditingkatkan bukan hanya semangat memilih, tapi juga kualitas berpikir. Demokrasi tidak cukup hanya dengan datang ke TPS, mencoblos, lalu pulang sambil berharap keajaiban terjadi.

Demokrasi menuntut kesadaran, literasi, dan keberanian untuk berpikir lebih dalam daripada sekadar apa yang tampak di permukaan.

Karena kalau tidak, kita akan terus berada dalam situasi yang sama: memilih dengan penuh harap… lalu kecewa dengan cara yang hampir identik.

Dan lima tahun kemudian, kita ulang lagi. Dengan wajah berbeda, tapi cerita yang sama.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Balik Klaim Damai, Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 250 Orang dalam Sehari

Next Post

Pertemuan Pelapor dan Panji Pragiwaksono Digelar di Polda Metro Jaya, Bahas Dugaan Penistaan Agama

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)
Feature

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Feature

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

April 11, 2026
Next Post
Pertemuan Pelapor dan Panji Pragiwaksono Digelar di Polda Metro Jaya, Bahas Dugaan Penistaan Agama

Pertemuan Pelapor dan Panji Pragiwaksono Digelar di Polda Metro Jaya, Bahas Dugaan Penistaan Agama

Tenaga Ahli atau Tenaga Loyalis?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Feature

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Masih ingatkah kita akan Ahmad Sahroni? Anggota DPR RI dari...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

April 11, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

April 11, 2026
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

April 11, 2026
Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

April 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...