• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tenaga Ahli atau Tenaga Loyalis?

fusilat by fusilat
April 9, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Paman BED

Ada momen-momen kecil yang justru lebih jujur daripada seribu laporan resmi: percakapan singkat di pagi hari—sebelum forum dimulai, sebelum slide pertama ditampilkan, sebelum semua orang kembali mengenakan topeng formalitasnya.

Seorang profesor—sahabat lama—menelpon. Ia diminta menjadi instruktur dalam sebuah mini workshop untuk tenaga ahli anggota DPR. Ia menolak. Alasannya sederhana, namun sarat makna: sebagai pejabat eselon I, ia harus menjaga jarak dari ruang-ruang yang berpotensi mengganggu independensinya.

Kesempatan itu kemudian berpindah kepada sahabat lain—seorang auditor senior, purnabhakti dari BUMN. Baginya, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggilan kecil: untuk tetap berguna, tetap relevan, tetap memberi kontribusi bagi negeri. Ia menerima—meski dengan degup jantung yang sedikit lebih cepat dari biasanya.

Bayangannya sederhana: audiensnya adalah tenaga ahli anggota DPR—tentu orang-orang matang, berpengalaman, dan pakar di bidangnya.

Namun pagi itu, di sebuah restoran hotel di pinggiran Jakarta, realitas berbicara dengan cara yang tak terduga.

Langkahnya terhenti.

Di hadapannya bukan wajah-wajah senior, melainkan anak-anak muda—usia 25 hingga 40 tahun. Sebagian datang bersama pasangan, bahkan membawa anak balita. Suasana yang semestinya akademik, justru terasa seperti perjalanan keluarga.

Ia mencoba memahami.

Dan perlahan, kepingan realitas itu tersusun: mereka adalah tenaga ahli anggota DPR. Banyak yang minim pengalaman. Sebagian direkrut bukan karena kompetensi, melainkan karena kedekatan—bahkan relasi keluarga.

Di titik itulah, pertanyaan yang semula samar menjadi terang:

Apakah mereka tenaga ahli, atau sekadar tenaga loyalis?


Antara Hukum, Realitas, dan Amanah

Secara hukum, semua ini sah.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 memberi hak kepada anggota DPR untuk memiliki tenaga ahli. Secara administratif, mereka berada di bawah Sekretariat Jenderal DPR RI. Mekanismenya jelas: usulan personal, verifikasi administratif, lalu kontrak.

Tidak ada kewajiban seleksi terbuka. Tidak ada sistem merit yang ketat.

Semua legal.

Namun ada satu dimensi yang sering luput dari perhatian: amanah.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)

Ayat ini sederhana, tetapi tajam. Ia tidak berbicara tentang prosedur—melainkan tentang kepantasan.

Karena tidak semua yang sah itu pantas.
Dan tidak semua yang legal itu adil.


Ketika Kedekatan Mengalahkan Kepentingan

Tenaga ahli DPR bukanlah posisi pelengkap. Mereka adalah mesin berpikir di balik kebijakan negara: membaca laporan audit, menyusun naskah akademik, hingga memberi arah pada keputusan politik.

Ketika posisi ini diisi oleh kedekatan, bukan kompetensi, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kualitas individu—melainkan arah negara itu sendiri.

Di sinilah kita sering lupa: penyimpangan besar jarang dimulai dari niat jahat. Ia justru lahir dari pembenaran yang terasa wajar.

“Ketika jabatan publik menjadi urusan keluarga, negara diam-diam sedang kehilangan masa depannya.”

Kalimat ini mungkin terdengar keras, tetapi justru di situlah letak kejujurannya.


Loyalitas: Nilai atau Penyimpangan?

Kita kerap membungkus praktik ini dengan satu kata: loyalitas.

Memang, politik membutuhkan kepercayaan. Tidak semua hal bisa diserahkan kepada orang asing. Namun ada garis tipis yang sering dilanggar:

  • Ketika loyalitas berubah menjadi nepotisme,
  • Ketika kepercayaan berubah menjadi pembagian jatah,
  • Ketika jabatan berubah menjadi ruang distribusi keluarga.

Dalam Al-Qur’an, Allah memperingatkan:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan pula kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu…”
(QS. Al-Anfal: 27)

Ayat ini ditujukan bukan kepada orang jahat, melainkan kepada orang-orang beriman—yang sering merasa tindakannya masih dalam batas kewajaran.

Padahal, pengkhianatan terbesar kerap hadir dalam bentuk pembenaran.


Workshop yang Berubah Makna

Bagi auditor senior itu, workshop hari itu tidak lagi sekadar forum pelatihan membaca laporan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Ia sedang menyaksikan bagaimana sistem bekerja—dan di mana ia mulai retak.

Namun ia tetap mengajar.

Karena di antara mereka, selalu ada yang ingin belajar. Selalu ada yang ingin tumbuh. Selalu ada yang diam-diam sadar bahwa posisi ini bukan sekadar peluang, melainkan tanggung jawab.

Dan mungkin, perubahan memang tidak selalu dimulai dari sistem. Ia sering dimulai dari individu yang memilih untuk tidak larut.


Kesimpulan: Negara, Amanah, dan Pilihan Moral

Kisah ini bukan tentang menyalahkan individu. Ini tentang sistem yang memberi ruang terlalu besar bagi kompromi kualitas.

Jabatan publik dapat bergeser menjadi ruang loyalitas, bukan profesionalisme.

Bahwa negara sering kali kalah bukan karena kekurangan orang pintar, tetapi karena keliru menempatkan kepercayaan.

Dan di atas semua aturan hukum, ada hukum yang tak pernah bisa dielakkan: hukum moral dan amanah.


Saran: Mengembalikan Makna “Ahli” dan “Amanah”

  • Standar Kompetensi yang Tegas
    Agar “ahli” benar-benar berarti ahli, bukan sekadar dekat.
  • Transparansi dan Akuntabilitas
    Karena yang dikelola adalah uang publik, bukan uang pribadi.
  • Pelatihan dan Sertifikasi Wajib
    Agar setiap tenaga ahli siap menjalankan fungsi strategisnya.
  • Keberanian Memilih yang Layak, Bukan yang Dekat
    Karena masa depan negara ditentukan oleh kualitas, bukan relasi.

Pada akhirnya, pertanyaan itu kembali:

Apakah kita menginginkan tenaga ahli yang setia, atau tenaga ahli yang amanah dan kompeten?

Sejarah selalu memberi jawaban yang sama:

Negara besar tidak dibangun oleh orang-orang yang dekat,
melainkan oleh mereka yang layak dipercaya—
di dunia, dan di hadapan Tuhan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertemuan Pelapor dan Panji Pragiwaksono Digelar di Polda Metro Jaya, Bahas Dugaan Penistaan Agama

Next Post

Regime Ini Akan Segera Lengser: Karma Sejarah Tak Pernah Salah Alamat

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Regime Ini Akan Segera Lengser: Karma Sejarah Tak Pernah Salah Alamat

Regime Ini Akan Segera Lengser: Karma Sejarah Tak Pernah Salah Alamat

IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...