• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa ke Iran?

fusilat by fusilat
February 28, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Mengapa ke Iran?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto untuk siap terbang ke Iran bukanlah langkah spontan, apalagi simbolik belaka. Ia lahir dari kegagalan diplomasi Amerika Serikat–Iran yang berujung pada eskalasi konflik bersenjata, ditandai kembali dengan serangan AS–Israel ke wilayah Iran. Dalam konteks inilah, Indonesia memilih tidak sekadar “menyesalkan”, tetapi melangkah lebih jauh: hadir sebagai juru damai.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menegaskan penyesalan atas gagalnya jalur diplomasi, sesungguhnya adalah pintu masuk moral bagi langkah politik yang lebih besar. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, serta kembali ke meja dialog. Namun, diplomasi tidak cukup hanya dengan pernyataan. Ia menuntut kehadiran, risiko, dan keberanian politik. Di sinilah makna “mengapa ke Iran” menjadi relevan.

Pertama, Indonesia membawa modal historis dan etis. Sejak awal berdirinya, politik luar negeri Indonesia berdiri di atas prinsip bebas dan aktif. Bebas dari blok kekuatan besar, dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Iran, yang selama puluhan tahun berada dalam pusaran konflik geopolitik global, bukan medan yang netral. Justru karena itulah kehadiran Indonesia—negara yang tidak memiliki kepentingan langsung, tidak membawa agenda militer, dan tidak terikat aliansi agresif—menjadi signifikan.

Kedua, langkah Prabowo ke Iran menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin dunia dikendalikan sepenuhnya oleh logika kekuatan senjata. Ketika diplomasi gagal di tangan negara-negara besar, ruang itu justru terbuka bagi negara-negara yang masih percaya pada dialog. Indonesia mencoba mengisi kekosongan moral global: menjadi suara penyeimbang di tengah dunia yang kian bising oleh dentuman rudal dan kepentingan strategis.

Ketiga, ke Iran berarti mengakui realitas bahwa perdamaian tidak bisa dicapai dengan mengisolasi pihak yang dianggap “masalah”. Selama ini, Iran kerap ditempatkan sebagai objek tekanan, sanksi, dan ancaman. Pendekatan seperti ini terbukti tidak menyelesaikan konflik, justru memperpanjang siklus kekerasan. Indonesia, dengan memilih hadir dan berbicara langsung, menawarkan pendekatan berbeda: merawat komunikasi, bukan memutusnya.

Langkah ini juga mencerminkan perubahan sikap kepemimpinan Indonesia di tengah ketegangan global. Prabowo membaca bahwa dunia sedang bergerak ke arah fragmentasi dan polarisasi ekstrem. Jika negara-negara Global South terus pasif, maka tatanan global akan sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan besar. Dengan terbang ke Iran, Indonesia menyatakan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah bukan hanya urusan Barat, tetapi juga kepentingan bersama umat manusia.

Namun, harus diakui, misi ini bukan tanpa risiko. Menjadi juru damai di tengah konflik terbuka berarti berjalan di antara bara. Satu langkah keliru dapat dibaca sebagai keberpihakan. Tetapi justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji: berani hadir ketika yang lain memilih menjauh.

“Mengapa ke Iran?” Karena diam bukan pilihan. Karena dunia membutuhkan lebih banyak jembatan, bukan tembok. Dan karena Indonesia—dengan segala keterbatasannya—masih percaya bahwa perdamaian bukan utopia, melainkan kerja keras yang harus terus diperjuangkan, bahkan ketika diplomasi besar telah gagal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beranikah Indonesia Mengecam Atas Serangan Israel ke Iran?

Next Post

Revitalisasi Gapoktan: Ujian Serius Negara Membela Petani

fusilat

fusilat

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

Revitalisasi Gapoktan: Ujian Serius Negara Membela Petani

Israel Serang Iran, Fasilitas Nuklir dan Pejabat Militer Tewas

Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Teheran Bantah Keras

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist