• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Mengkritisi Istilah “Partisipasi” dalam Pendidikan – Masyarakat Bukan Objek, Tapi Subjek

Konsep Yang Sudah Haris ditinggalkan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2025
in Birokrasi, Feature, Pendidikan
0
Madrasah Hilang dalam RUU Sisdiknas yang Disusun Kemendikbud
Share on FacebookShare on Twitter

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Berbagai inisiatif seperti renovasi 10.440 sekolah, bantuan bagi guru honorer, dan dukungan pendidikan untuk guru yang belum bergelar sarjana diumumkan sebagai langkah afirmatif. Semua ini dikemas dalam tema besar: “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Namun, di balik semangat partisipatif yang tampak inklusif, muncul pertanyaan mendasar: Apakah masyarakat benar-benar dilibatkan sebagai subjek aktif dalam pendidikan, atau sekadar menjadi objek dari kebijakan yang dikendalikan negara?

Istilah “partisipasi” seolah menjadi mantra yang sering digunakan oleh negara dalam setiap proyek pembangunan, termasuk pendidikan. Padahal, secara esensial, partisipasi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai keterlibatan simbolik—sekadar menjadi sasaran bantuan atau penerima kebijakan. Partisipasi sejati adalah ketika masyarakat diberdayakan, diakui kapasitasnya sebagai pelaku utama, dan diberikan ruang untuk menentukan arah dan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokalnya. Negara seharusnya bukan pengendali tunggal, melainkan fasilitator dan pendukung dari dinamika sosial yang tumbuh di akar rumput.

Peluncuran berbagai program oleh pemerintah memang menunjukkan perhatian terhadap isu-isu pendidikan. Akan tetapi, program seperti bantuan dana untuk guru honorer atau renovasi sekolah masih menyisakan persoalan klasik: sentralisasi kebijakan dan kurangnya pelibatan komunitas pendidikan secara substantif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, masyarakat cenderung tetap diposisikan sebagai pihak yang pasif—yang menunggu intervensi negara, bukan sebagai pemegang kendali atas masa depan pendidikannya sendiri.

Kata “semesta” dalam tema Hardiknas tahun ini pun perlu dikritisi. Jika “semesta” diartikan sebagai seluruh elemen bangsa, maka keterlibatan warga, orang tua, guru, komunitas adat, hingga pelajar sendiri harus menjadi bagian tak terpisahkan dari desain kebijakan pendidikan. Dalam praktiknya, adakah forum-forum deliberatif yang sungguh-sungguh menyerap aspirasi mereka? Apakah kebijakan pendidikan telah memperhitungkan keragaman lokal, kearifan tradisional, atau bentuk pendidikan alternatif yang tumbuh dari bawah?

Kita perlu menggeser paradigma dari pendidikan yang diprogramkan menjadi pendidikan yang diperjuangkan dan diciptakan bersama. Pemerintah mesti memahami bahwa masyarakat bukan hanya obyek administratif dari sistem pendidikan, melainkan kekuatan kultural, moral, dan sosial yang justru menopang keberlangsungan pendidikan dalam segala keterbatasannya. Saat negara abai atau minim peran, masyarakat tetap bergerak: membangun sekolah darurat, membayar guru sukarela, atau menciptakan kurikulum lokal berbasis nilai-nilai setempat. Ini bukti bahwa rakyat bisa menjadi pelaku utama pendidikan—asal diberi kepercayaan dan ruang yang setara.

Dalam semangat Hardiknas 2025 ini, mari kita tidak berhenti pada euforia program. Kritik terhadap istilah “partisipasi” adalah upaya untuk menempatkan kembali rakyat sebagai pemilik sah dari pendidikan bangsa. Negara, dalam hal ini Presiden Prabowo dan jajarannya, perlu memahami bahwa tugas pemerintah adalah mendorong, memfasilitasi, dan mendukung, bukan mengendalikan semua lini secara top-down.

Karena sejatinya, pendidikan bukan sekadar soal anggaran dan infrastruktur, tapi soal relasi kuasa antara negara dan warganya—siapa yang menentukan arah, siapa yang dilibatkan, dan siapa yang didengar. Pendidikan yang bermutu untuk semua hanya mungkin terwujud ketika rakyat diberi posisi sejajar sebagai penggerak, bukan sekadar penerima manfaat. Dan dalam hal ini, partisipasi tidak cukup hanya jadi tema; ia harus menjadi praktik nyata yang membebaskan.

Apakah Presiden Prabowo siap untuk meninggalkan pendekatan pembangunan yang sentralistik menuju pendidikan yang benar-benar partisipatif? Waktunya rakyat diberdayakan, bukan diarahkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Putaran Keempat Perundingan Iran-AS Ditunda Karena ‘Alasan Logistik’

Next Post

Kehadiran Gibran – Bangsa ini Sedang Menyia-nyiakan Kesempatan Emas untuk Tumbuh Dewasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Kehadiran Gibran – Bangsa ini Sedang Menyia-nyiakan Kesempatan Emas untuk Tumbuh Dewasa

Kehadiran Gibran - Bangsa ini Sedang Menyia-nyiakan Kesempatan Emas untuk Tumbuh Dewasa

Obat penurun berat badan seperti Wegovy dapat membantu mengatasi kondisi Liver serius yang tidak memiliki obat mujarab

Obat penurun berat badan seperti Wegovy dapat membantu mengatasi kondisi Liver serius yang tidak memiliki obat mujarab

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...