Jakarta, Fusilatnews— Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) KH Prof. Asroun Niam, mewakili Menpora Erick Thohir, resmi membuka program bertema “Pekan Nusantara dan Halal Expo KAHMI 2025” di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2025 hingga 2 Desember 2025, menghadirkan ratusan pelaku UMKM dan ekosistem industri halal. Penutupan program akan dikoordinasikan oleh Panitia Halal Expo KAHMI 2025, dengan Rudi S. sebagai Ketua Panitia Program KAHMI Nasional 2025.
Dalam sambutannya, Asroun Niam menyampaikan rasa syukur masih dapat bersilaturahmi dengan Abdullah Puteh, salah satu anggota Presidium KAHMI. Ia pun menyinggung momentum pertemuannya dengan tokoh senior KAHMI tersebut. “Alhamdulillah, masih bisa bertemu dengan Bang Abdullah Puteh yang istiqamah membersamai gerakan KAHMI,” ucapnya.
Kesadaran Kolektif Halal dan Peran BPSH
Asroun juga menekankan bahwa isu halal menjadi agenda strategis KAHMI, salah satunya melalui Badan Penyelenggara Sertifikat Halal (BPSH) sebagai bagian dari penguatan kesadaran kolektif keumatan di kalangan kader.
Ia menyinggung bahwa regulasi kewajiban sertifikasi halal telah diundangkan sejak 11 tahun lalu, sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Menurutnya, pengarusutamaan halal tidak hanya berdimensi religius, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pembangunan kader berkarakter Islamiyah.
Industri Halal, Ekonomi, dan Kesejahteraan
Sementara itu, Abdullah Puteh, mewakili Presidium KAHMI, menyampaikan bahwa program BPSH merupakan tanggung jawab pemerintah dalam membangun sistem industri halal nasional, termasuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan melalui berbagai sektor produktif seperti pertanian.
Menurutnya, skema sertifikasi dapat dirancang inklusif, misalnya memberi layanan gratis bagi kelompok mustahik, dukungan subsidi pelatihan, hingga pemberian diskon atau skema insentif bagi pelaku usaha.
Abdullah optimistis, jika ekosistem halal dikelola serius, Indonesia berpotensi meraih devisa bernilai triliunan rupiah, dengan analogi model penggerakan ekonomi seperti zakat yang telah terbukti menopang kekuatan finansial sosial umat.
Sorotan Sertifikat Halal di Sektor Kuliner
Dalam sesi yang sama, sejumlah pembicara menyoroti masih minimnya kepatuhan sertifikasi halal pada sektor kuliner strategis.
Panitia Seminar mencontohkan setidaknya tiga restoran di hotel sekitar Kompleks DPR RI yang belum mengantongi sertifikat halal, padahal menjadi tujuan konsumsi harian para pemangku kebijakan.
Padahal, menurut KAHMI, narasi “halal dan thayyib” selayaknya menjadi standar, termasuk sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah.
Panitia juga menyinggung praktik impor pangan dan daging, termasuk daging sembelihan dari Jepang dan Australia yang belum bersertifikat halal, meski dinilai unggul pada standar higienitas. Hal ini menunjukkan gap standar halal formal dan praktik higienitas yang berjalan di pasaran.
Agenda Seminar dan Panelis
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, KAHMI juga akan menggelar Seminar Badan Penyelenggara Sertifikat Halal (BPSH) dengan panelis:
- Tamsil Linrung (Anggota DPD RI),
- Prof. Dr. Euis Amalia (Dewan Pakar KAHMI),
- Prof. Taruna Ikrar (Kepala BPOM),
- serta panelis lainnya: Rusydan, Agus, Deny, dan Pribadi.
Diskusi akan dimoderasi oleh Almini sebagai moderator, dengan Almini dan Almini ditunjuk memandu sesi, serta Almini sebagai pembuka diskursus.
Kritik soal Penyediaan Kuliner Peserta
Panitia juga menyinggung suasana pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di tengah musibah banjir besar di Sumatra.
Salah satu catatan datang dari perwakilan panitia, Mahdi, yang menyampaikan keprihatinan bahwa kuliner bazar belum digratiskan bagi 700 peserta seminar, sehingga berdampak pada minimnya interaksi dan kunjungan stand kuliner, serta menimbulkan kesan kegiatan berjalan lebih sepi dari target pengunjung.
Hadirin
Sejumlah anggota jejaring KAHMI dan Forhati terlihat hadir, antara lain Cut Ema (Presidium Forhati), Anita, Ruli Baruli, Syamsul Komar, serta puluhan tokoh kader lainnya: Zulkifli, Saputra, Akhwan, Burhan, Nosran Z., Awal, Syauqi, Afandi I., Sayuti, Sabarudin (Bendahara Umum), Imam S., hingga Sabarudin (Bendum).
Reporter: Mahdi






















