• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Menurut Buku Ekonomi Kelas 2 SMA: Pak Presiden Pertumbuhan Ekonomi Ojo Dibanding-banding Dgn Negara G20

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 30, 2023
in Economy, Feature
0
Ancaman Resesi dan Kemiskinan

Ilustrasi Resesi Ekonomi

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.–Lagi-lagi Jokowi menyampaikan pernyataan yang bisa menyesatkan. “Seingat saya, kalau enggak nomor 1, ya nomor 2 kita di antara negara-negara besar,” ujar Jokowi dalam perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (29/1/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III tahun 2022 termasuk yang tertinggi di antara negara anggota G20. Menurut Jokowi, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72 persen, dan inflasi di angka 5,51 persen. “Coba bandingkan dengan negara-negara besar G20”.

Membandingkan pertumbuhan eknomi dengan negara-negara (developed countries) yang ekonominya tidak tumbuh, kan aneh!?.

Dalam Buku Ekonomi 2 Kelas XI IPS SMA dan MA yang ditulis oleh Chumidatus Sa’diyah dan Dadang Argo P., dijelaskan antara lain:

1. Perekonomian negara maju sudah stabil dan hampir semua sumber daya telah digunakan secara optimal. Hal ini membuat peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) tidak mencolok. Sedangkan di negara berkembang cenderung berlaku sebaliknya.

Itulah mengapa pertumbuhan ekonomi di negara maju lebih rendah dibandingkan negara berkembang.

2. Rumus pertumbuhan ekonomi hanya melihat besar tambahan PDB satu tahun dibanding PDB tahun sebelumnya dan tidak melihat nilai PDB suatu negara.

Sejatinya, Indonesia dibanding-bandingkan dengan negara-negara sekawasan ASEAN. Coba kita simak ini;  Pertumbuhan Ekonomi Malaysia pada periode Juli- September 2022 melesat di atas 14% karena tingginya permintaan ekspor dan konsumsi domestik. Selain itu, tingginya pertumbuhan ekonomi Negeri Jiran pada triwulan III 2022 secara tahunan akibat rendahnya dasar statistik pada tiwulan III-2021. Dengan capaian ini, Negeri Jiran memimpin pertumbuhan ekonomi negara-negara kawasan ASEAN lainnya.

Sebagai referensi informasi tambahan, ekonomi Vietnam pada kuartal III 2022 tumbuh 13,67% (yoy). Diikuti ekonomi Filipina tumbuh 7,6% (yoy). Sedangkan Ekonomi Indonesia tumbuh 5,72% (yoy) dan ekonomi Singapura tumbuh 4,4% (yoy).

Berikutnya, ekonomi Thailand pada triwulan II 2022 tumuh 2,5% (yoy), sedangkan ekonomi Brunei Darussalam mengalami kontraksi sedalam 4,4% (yoy).

Adapun ekonomi Laos dan Kamboja masing-masing tumbuh sebesar 3,5 dan sebesar 3% pada 2021. Sedangkan, ekonomi Myanmar mengalami kontraksi sedalam 18% pada 2021.

Meski demikian, tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipakai untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat negara, akan lebih tepat jika memakai tingkat pendapatan per kapita.

Adik-adik kita yang duduk disekolah SMA, sudah belajar bagaimana memahami PDB. Pendapatan per kapita = PDB tahun x / Jumlah penduduk tahun x Umumnya, pendapatan per kapita negara maju jauh lebih tinggi dibanding di negara berkembang.

Sebab PDB yang dicapai juga jauh lebih tinggi. Sementara, jumlah penduduk di negara-negara maju umumnya tidak terlalu besar, sehingga pendapatan per kapita mereka menjadi tinggi.

Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi dari suatu negara. Mengutip dari buku berjudul Ekonomi 2 untuk SMA Kelas XI yang disusun Leni Permana dkk., faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi.

Berikut uraiannya:

Faktor ekonomi, terdiri dari:

Sumber alam

Akumulasi modal

Organisasi

Kemajuan teknologi

Pembagian kerja

Skala produksi.

Faktor non-ekonomi, terdiri dari:

Manusia

Sosial

Budaya

Politik dan administratif.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kejutan di Rabu “Sakral” , Jokowi : Nanti Tunggu Saja

Next Post

Survei: 34% Perusahaan Kecil dan Menengah di Jepang Berniat Menaikkan gaji

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jepang Buka Pintu Maret 2022, Turis Bisa Masuk?

Survei: 34% Perusahaan Kecil dan Menengah di Jepang Berniat Menaikkan gaji

Partai Nasdem Membuka Diri Kepada Putra Alm. Abraham Lunggana (Haji Lulung), Guruh Tirta Lunggana

Partai Nasdem Membuka Diri Kepada Putra Alm. Abraham Lunggana (Haji Lulung), Guruh Tirta Lunggana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist