• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Misi Kokohkan Perut Bangsa: Jalan Menuju Swasembada Beras yang Sesungguhnya

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 13, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Cadangan beras pemerintah adalah stok strategis yang disimpan untuk mengantisipasi situasi darurat atau kebutuhan khusus, seperti bencana alam, gejolak harga, atau potensi krisis pangan. Fungsinya sangat vital: menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, dan menopang ketahanan nasional.

Ada tiga peran utama dari cadangan beras ini. Pertama, menjaga ketersediaan beras dalam kondisi darurat. Kedua, mengatur harga pasar agar tetap stabil dan terhindar dari inflasi yang memberatkan rakyat. Ketiga, mengantisipasi krisis pangan, sebagai bantalan dalam gejolak ekonomi maupun gangguan produksi.

Di Indonesia, pengelolaan cadangan beras menjadi tanggung jawab Perum Bulog sebagai operator pangan. Dengan cadangan yang cukup dan terpelihara, stabilitas sosial-ekonomi pun dapat dijaga. Namun, syarat mutlak agar cadangan ini kokoh adalah produksi beras dalam negeri harus terus meningkat. Tanpa itu, keberadaan cadangan hanyalah ilusi yang rapuh.

Saat ini, kondisi cadangan beras pemerintah bisa dikatakan cukup kokoh. Panen raya tahun ini berhasil meningkatkan produksi beras secara signifikan. Bahkan diproyeksikan, hingga akhir panen raya, stok cadangan akan menembus angka 4 juta ton—pencapaian yang patut dibanggakan dan layak dicatat dalam sejarah pangan nasional.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras Perum Bulog dalam menyerap gabah petani. Biasanya, Bulog hanya mampu menyerap 1-1,2 juta ton. Namun kali ini, serapan nyaris menembus 2 juta ton—kenaikan hampir dua kali lipat. Ini adalah hasil kolaborasi efektif antara Bulog dan para pemangku kepentingan perberasan nasional.

Lebih menarik lagi, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan bahwa produksi beras Indonesia tahun 2025 akan mencapai 34,6 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memprediksi 32,5 juta ton. Meski terdapat perbedaan, keduanya sepakat bahwa produksi nasional tahun ini melampaui tahun lalu yang hanya 30,4 juta ton.

Dari angka-angka tersebut, Pemerintahan Presiden Prabowo layak diapresiasi karena menunjukkan sinyal kuat kemampuan untuk meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan. Bahkan, sebagian kalangan menilai bahwa Indonesia berpeluang kembali swasembada beras, didukung oleh peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, dan kebijakan penghentian impor.

Namun, agar cadangan beras tetap kokoh dan fungsional, pemerintah tidak boleh lengah. Ada beberapa langkah strategis yang harus terus dilakukan:

  1. Meningkatkan stok melalui produksi dan pembelian langsung dari petani.
  2. Pengelolaan stok secara profesional, termasuk rotasi, pengawasan kualitas, dan perawatan berkala.
  3. Infrastruktur penyimpanan yang modern dan memadai.
  4. Sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah kebocoran, penyelewengan, dan kehilangan stok.
  5. Perencanaan jangka panjang dan proyeksi kebutuhan yang akurat, agar distribusi dan respon terhadap krisis berjalan cepat dan tepat.

Dalam konteks ini, peran Perum Bulog menjadi kunci utama. Bulog bertugas mengelola, menjaga kualitas, serta mendistribusikan beras kepada masyarakat secara tepat sasaran dan efisien. Kinerja Bulog yang adaptif, profesional, dan tanggap terhadap dinamika produksi dan konsumsi beras akan menjadi pilar penting dalam menjaga perut bangsa tetap kenyang.

Bila lima pilar utama ini dikuatkan, maka bukan mustahil Indonesia mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat pangan, tidak lagi bergantung pada impor, dan mampu mengelola stok nasional dengan mandiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Umur Panjang di Negeri yang Tak Tergesa: Pelajaran dari Jepang

Next Post

Lima Kali Berusaha Nyapres: Dari Komando ke Mendengar

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Lima Kali Berusaha Nyapres: Dari Komando ke Mendengar

Lima Kali Berusaha Nyapres: Dari Komando ke Mendengar

Sembilan Jalan Jepang Menuju Sejahtera – “Bukan Kaya Karena Banyak, Tapi Karena Cukup”

Sembilan Jalan Jepang Menuju Sejahtera - "Bukan Kaya Karena Banyak, Tapi Karena Cukup"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...