• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MONEY POLITIK MENCIPTAKAN LINGKARAN SETAN MENUJU KEHANCURAN SUATU BANGSA

fusilat by fusilat
October 2, 2025
in Feature, Law
0
MONEY POLITIK MENCIPTAKAN LINGKARAN SETAN MENUJU KEHANCURAN SUATU BANGSA
Share on FacebookShare on Twitter

Yus Dharman, SH., MM., M.Kn
Advokat / Ketua Dewan Pengawas FAPRI (Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Jakarta, 2 Oktober 2025 – Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), khususnya Pasal 1 ayat (2), menegaskan bahwa “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.”

Sejak era Reformasi 1998, terutama saat Gus Dur terpilih sebagai Presiden RI ke-4, banyak perubahan besar dilakukan untuk mengikis warisan otoritarian Orde Baru. Gus Dur membuka ruang kebebasan pers, memperluas otonomi daerah, mengizinkan unjuk rasa, serta menjamin kebebasan beragama—sebuah fondasi demokrasi dalam sistem presidensial modern. Pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif juga ditegaskan untuk menciptakan checks and balances.

Namun, satu hal yang terabaikan hingga kini adalah perhatian negara terhadap partai politik sebagai pilar utama demokrasi. Partai politik dibiarkan mengurus dirinya sendiri tanpa pembinaan yang serius. Padahal, dari partai politiklah lahir calon-calon pemimpin bangsa. Ironisnya, Undang-Undang Pemilu tidak cukup progresif dalam menjerat praktik politik uang, berbeda dengan UU Pilkada yang memungkinkan penindakan lebih tegas terhadap pelaku maupun penerima. Tambahan lagi, regulasi pemilu justru dikuasai oleh mereka yang sekaligus menjadi peserta kontestasi.

Bantuan negara terhadap partai politik pun amat minim—hanya Rp1.000 per suara. Angka ini nyaris tidak berarti dalam menopang organisasi politik.

Ibarat seorang perempuan, partai politik seharusnya dibina, dijaga, dibiayai, dan dirawat kehormatannya agar kelak “melahirkan bayi suci”: pemimpin yang mulia dan terpercaya. Alih-alih, partai justru dibiarkan terjerumus dalam “pergaulan bebas” demi bertahan hidup.

Faktanya kini, pimpinan partai harus berjibaku mencari dana dengan segala cara, halal maupun haram. Salah satu jalan paling mudah adalah menjual tiket pencalonan. Kader atau orang luar yang ingin maju sebagai pejabat publik mesti membayar sejumlah mahar, meski tanpa rekam jejak jelas.

Proses transaksional itu berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, kandidat mendaftarkan diri melalui jalur partai. Seleksi yang dilakukan kerap hanya formalitas. Untuk mendapat rekomendasi atau posisi strategis dalam daftar calon legislatif, kandidat harus membayar mahar politik berupa uang, janji proyek, atau dukungan logistik.

Kedua, setelah resmi menjadi calon, kandidat perlu meraih dukungan rakyat. Itu pun tidak gratis: dari amplop berisi uang, sembako, kaos, hingga barang konsumtif lainnya. Disertai janji-janji manis—jalan mulus, listrik lancar, pendidikan gratis, kesehatan terjamin—semua menjadi komoditas kampanye.

Ketiga, bagi kandidat yang kaya raya, dana bisa ditutup dari kantong pribadi. Tetapi bagi yang minim modal, mencari sponsor adalah jalan keluar. Di sinilah oligarki atau “bohir” masuk, dengan perjanjian balas jasa apabila kandidat menang.

Keempat, menjelang hari pencoblosan, serangan fajar dan ongkos besar kembali diperlukan: membayar saksi TPS, mengamankan suara melalui oknum aparat desa, KPUD/KPU, hingga jejaring parpol.

Jika terpilih, sang kandidat dilantik sebagai pejabat legislatif atau eksekutif. Namun, jabatan itu bukanlah titik akhir—melainkan awal untuk melunasi “utang politik.” Bohir harus diberi akses proyek, konsesi tambang, izin hutan, reklamasi, hingga proyek infrastruktur. Partai pun harus terus disetor dana, baik lewat proyek aspirasi, bansos, maupun gratifikasi terselubung.

Begitulah lingkaran setan money politik terbentuk. Dari mendaftar di partai, berkampanye, hingga menjabat, semuanya berputar dalam logika transaksional. Pertanyaan yang muncul: mungkinkah pejabat yang lahir dari proses seperti itu benar-benar berpihak pada rakyat?

Lebih jauh lagi, pejabat tersebut harus kembali mengumpulkan dana untuk mempertahankan kursi, membayar utang lama, dan membiayai ambisi di pemilu berikutnya. Dengan demikian, sistem ini bukan saja korup, tetapi juga mempercepat laju kehancuran bangsa.

Jika praktik semacam ini tidak segera direformasi, maka kehancuran itu tinggal menunggu waktu.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma “Mr. Kardus Durian”!

Next Post

5.000 Dapur Fiktif Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar, DPR Desak Audit Menyeluruh

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
5.000 Dapur Fiktif Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar, DPR Desak Audit Menyeluruh

5.000 Dapur Fiktif Program Makan Bergizi Gratis Terbongkar, DPR Desak Audit Menyeluruh

Willy Abdullah Fujiwara: Tinggalkan Jepang Demi Berbakti ke Ibu (3)

Willy Abdullah Fujiwara: Tinggalkan Jepang Demi Berbakti ke Ibu (3)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist