• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Naluri dan Nurani

fusilat by fusilat
January 29, 2023
in Feature
0
Naluri dan Nurani

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alan labisch

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana

SECARA aritmatis kata nurani dan naluri sama-sama terdiri dari enam huruf. Juga sama-sama berawal dengan huruf n dan berakhir dengan huruf i. Namun, kedua kata itu memiliki makna yang beda satu dengan lainnya, meski juga memiliki keterkaitan makna secara filsafatabiah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata nurani bermakna: 1 a berkenaan dengan atau sifat cahaya (sinar dan sebagainya): hati — , perasaan hati yang murni yang sedalam-dalamnya; 2 n lubuk hati yang paling dalam: — kita tidak dapat menerima pemberian yang bersumber dari harta curian

Sementara kata naluri menurut KBBI bermakna: 1 dorongan hati atau nafsu yang dibawa sejak lahir; pembawaan alami yang tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; 2 Psi perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup; 3 Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yang sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yang tidak bergantung pada pengalaman.

Apabila direnungkan melalui jalur filsafat, pada hakikatnya baik naluri maupun nurani merupakan Anugerah sangat berharga bagi umat manusia. Segenap mahluk hidup pada hakikatnya memiliki naluri, namun dapat disimpulkan bahwa nurani yang membedakan manusia dengan fauna dan flora. Segenap mahluk hidup dibekali anugerah naluri untuk bertahan hidup. Naluri untuk bertahan hidup yang paling dasar adalah naluri lapar untuk makan dan naluri haus untuk minum.

Naluri lapar lebih berpihak ke sang pemangsa ketimbang yang dimangsa sehingga sang pemangsa bernaluri untuk membunuh yang dimangsa. Sementara yang dimangsa juga dibekali naluri untuk bertahan hidup, misalnya, dengan naluri melawan sampai titik darah penghabisan atau naluri melarikan diri atau naluri mengubah bentuk sehingga sang pemangsa membatalkan niat melahap yang dimangsa.

Naluri bertahan hidup pada yang dimangsa juga bisa tampil dalam naluri satuan membentuk kesatuan dan persatuan demi bergotong-royong melawan angkara murka sang pemangsa. Pada manusia, naluri untuk bertahan hidup secara lebih kompleks berkembang menjadi beranekaragam bentuk naluri yang pada hakikatnya lebih bersifat destruktif ketimbang konstruktif terhadap pihak yang dimangsa. Naluri bertahan hidup yang bersifat destruktif bukan hanya mendorong manusia untuk membunuh satwa atau merusak alam, namun juga tega menyengsarakan bahkan membinasakan sesama manusia. Naluri bertahan hidup diri sendiri berubah menjadi naluri merusak hidup orang lain.

Setelah manusia hidup berkelompok maka secara sosio-politis muncul bentuk naluri baru, yaitu naluri berperang dengan dalih demi mengusir bahkan membinasakan kelompok manusia lain yang dianggap menghalangi pewujudan naluri bertahan hidup pihak agresor. Juga ada naluri memperluas Lebensraum dengan menjajah bangsa lain seperti yang dilakukan oleh kaum kolonialis termasuk Belanda terhadap Nusantara maupun yang dilakukan oleh Hitler, Mussolini, Hirohito sehingga mengobarkan Perang Dunia II.

Beda dengan satwa, de facto manusia dianugerahi nurani yang diharapkan mampu mengendalikan naluri angkara murka manusia. Nurani sebagai kendali naluri agar tidak merusak alam, memusnahkan satwa serat membinasakan sesama manusia. Nurani adalah kendali akhlak. Pada hakikatnya sila ke dua dan ke lima Pancasila merupakan nurani yang siap didayagunakan untuk mengendalikan naluri angkara murka untuk merusak alam, melanggar hukum, etika, moral serta menyengsarakan bahkan membinasakan sesama warga Indonesia. Jika mau, naluri mampu menjadi kendali akhlak. Jika mau pasti mampu. Jika tidak mampu berarti sekadar tidak mau saja.

Jaya Suprana Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Dikutip Kompas.com, Minggu 29 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kini Tinggal PKS Belum Serahkan Sepenuhnya Kepada Anies Terkait Bacawapres

Next Post

Semua Presiden Indonesia Terdahulu Tidak Bisa Tandingi Jagonya Jokowi Cari Utang

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jokowi Klaim Kendalikan Harga Kebutuhan, Bandingkan Harga BBM dan Beras di RI lebih Murah dari AS

Semua Presiden Indonesia Terdahulu Tidak Bisa Tandingi Jagonya Jokowi Cari Utang

Berakhirnya Tahun-Tahun Basah

Berakhirnya Tahun-Tahun Basah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist