• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi

fusilat by fusilat
March 7, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Pantai Milik Rakyat, Bukan Dikuasai Korporasi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Susiana, Aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM)

Dulu, pantai adalah ruang bebas bagi semua orang. Saya ingat betul bagaimana ayah membawa kami sekeluarga ke pantai setiap akhir pekan. Kami berlarian di pasir, bermain ombak, dan menikmati kebebasan tanpa batasan. Tak ada pagar tinggi, tak ada larangan masuk, tak ada eksklusivitas. Namun, kini pemandangan itu semakin sulit ditemukan. Pantai yang seharusnya menjadi milik rakyat perlahan berubah menjadi area privat yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang.

Privatisasi Pantai: Menggusur Hak Rakyat

Di banyak daerah, khususnya di kawasan strategis seperti Banten, Bali, dan Kepulauan Riau, pantai-pantai yang dulunya terbuka untuk umum kini dikuasai oleh korporasi besar. Dengan dalih pembangunan dan investasi, akses ke pantai semakin dibatasi. Nelayan yang menggantungkan hidup dari laut terpaksa angkat kaki, sementara masyarakat lokal hanya bisa menjadi penonton di tanah leluhur mereka sendiri.

Salah satu contoh nyata adalah pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta Utara dan pesisir Banten oleh Agung Sedayu Group. Kawasan yang dulunya rawa dan pesisir alami kini telah berubah menjadi kompleks perumahan elite, pusat perbelanjaan mewah, dan tempat hiburan eksklusif. PIK 1 terkenal sebagai kawasan tertutup bagi masyarakat umum, sementara PIK 2 di pesisir Banten mengikuti pola yang sama. Rumah-rumah super mewah dengan harga fantastis membuat mustahil bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk menikmati pantai yang dulu bebas diakses.

Bali juga menghadapi masalah serupa. Beberapa pantai di Nusa Dua dan Jimbaran kini hanya bisa diakses jika membayar tiket masuk atau membeli makanan di restoran hotel. Di Kepulauan Riau, banyak pulau kecil yang kini telah “dibeli” oleh investor asing dan tertutup bagi masyarakat lokal. Ini bukan sekadar investasi, melainkan penggusuran hak publik secara sistematis.

Regulasi yang Diabaikan

Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menegaskan bahwa zona pantai harus tetap bisa diakses publik. Sayangnya, dalam praktiknya, regulasi ini sering dikesampingkan. Lemahnya pengawasan dan kepentingan elite bisnis membuat aturan ini sekadar tulisan di atas kertas.

Rakyat Harus Bergerak

Kita tidak bisa diam melihat privatisasi pantai semakin meluas. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk merebut kembali hak rakyat atas pantai-pantai di Indonesia:

  1. Mendesak Regulasi yang Ketat
    Pemerintah harus menegakkan aturan tegas tentang kepemilikan dan akses pantai. Zona pantai minimal 100 meter dari garis pasang tertinggi harus tetap menjadi area publik yang bebas diakses masyarakat.
  2. Audit dan Transparansi Kepemilikan Tanah
    Perlu investigasi terhadap penguasaan tanah di kawasan pesisir, terutama oleh perusahaan besar dan investor asing. Jika ada pelanggaran hukum, pemerintah harus bertindak tegas.
  3. Edukasi dan Kesadaran Publik
    Masyarakat perlu terus diedukasi tentang hak-hak mereka atas pantai dan pesisir. Tanpa kesadaran kolektif, perjuangan melawan privatisasi akan sulit dilakukan.
  4. Pembangunan Berbasis Masyarakat
    Alih-alih menjual pantai kepada korporasi besar, pemerintah daerah harus mengembangkan model ekowisata berbasis komunitas yang tetap menjaga akses publik terhadap pantai.

Pantai Adalah Warisan Bersama

Pantai di Indonesia adalah warisan alam yang seharusnya bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang memiliki uang dan kekuasaan. Jika negara benar-benar berpihak kepada rakyat, privatisasi pantai harus dihentikan dan akses publik harus dijamin. Jika kita tidak bertindak sekarang, anak-anak kita mungkin hanya akan melihat laut dari balik pagar tinggi, tanpa pernah merasakan pasir di bawah kaki mereka. Pantai adalah milik rakyat, bukan hak eksklusif segelintir orang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DENGAN EKONOMI BERBASIS TRISAKTI: SELANGKAH LAGI KEMBALI KE UUD 1945

Next Post

Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

Kasus Tom Lembong: Mengapa Tidak dengan Zulhas?

Bila Bogor Curah Hujan Tinggi, Jakarta Dipastikan Banjir, Salahnya di Mana?

Bila Bogor Curah Hujan Tinggi, Jakarta Dipastikan Banjir, Salahnya di Mana?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist