• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PDIP, Saatnya Bertanggung Jawab atas Sosok yang Kau Angkat ke Puncak Kekuasaan!

Ali Syarief by Ali Syarief
October 20, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam sejarah politik modern Indonesia, jarang ada partai yang begitu besar pengaruhnya terhadap arah perjalanan bangsa seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejak kelahirannya di era reformasi, PDIP memposisikan diri sebagai pewaris cita-cita kerakyatan Bung Karno—partai yang berpihak pada wong cilik, yang menolak feodalisme, dan yang berdiri di atas semangat kebangsaan. Namun ironinya, di bawah bendera partai inilah Joko Widodo lahir dan tumbuh menjadi sosok politik yang kemudian justru menistakan nilai-nilai yang dahulu menjadi alasan berdirinya PDIP itu sendiri.

Jokowi adalah produk politik PDIP. Dari awal kariernya sebagai Walikota Solo, hingga Gubernur DKI Jakarta, lalu dua periode Presiden Republik Indonesia, semua pintu kekuasaan itu dibuka oleh PDIP. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Jokowi adalah “anak ideologis” PDIP, buah dari proses politik yang dipelihara dan dijaga oleh Megawati Soekarnoputri. Karena itu, apa pun yang dilakukan Jokowi hari ini—baik keberhasilan maupun kegagalannya—tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab moral, politik, dan hukum PDIP sebagai partai pengusung.

Kini, ketika rakyat mulai menanggung akibat dari kepemimpinan Jokowi yang penuh kebohongan, korupsi, dan nepotisme, sudah sewajarnya PDIP tidak lagi diam. Jika benar PDIP adalah partai ideologis yang mengedepankan kejujuran dan keadilan sosial, maka inilah saatnya partai itu menebus dosanya sendiri: dengan menyeret Jokowi ke ranah hukum. Ada setidaknya tiga alasan mendasar mengapa PDIP wajib melakukannya.

1. PDIP Harus Merasa Tertipu atas Skandal Ijazah Palsu

Isu mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi bukan sekadar gosip murahan. Ini adalah persoalan integritas kepala negara, yang berdampak langsung pada legitimasi seluruh kebijakan dan keputusannya selama menjabat. Seorang presiden yang naik ke tampuk kekuasaan dengan dokumen palsu bukan hanya menipu rakyat, tetapi juga menipu negara dan sejarah.

PDIP, sebagai partai yang mengusungnya, tidak bisa bersembunyi di balik dalih “tidak tahu-menahu”. Dalam sistem politik yang sehat, partai pengusung berkewajiban melakukan verifikasi terhadap latar belakang, pendidikan, dan rekam jejak moral calon yang mereka usung. Bila PDIP lalai, maka kelalaiannya itu adalah bagian dari kejahatan politik.

Lebih dari itu, jika PDIP mengakui bahwa mereka juga tertipu oleh Jokowi, maka langkah moral berikutnya adalah menyeret persoalan ini ke jalur hukum. Sebab partai ini bukan hanya kehilangan kredibilitas di mata publik, tetapi juga telah turut melegitimasi kekuasaan yang dibangun di atas kebohongan.

2. PDIP Harus Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Bangsa

Selama satu dekade kepemimpinan Jokowi, bangsa Indonesia tidak bertumbuh sebagaimana dijanjikan, melainkan justru terperosok dalam jurang ketergantungan ekonomi dan kehancuran moral politik. Utang negara membengkak, kemiskinan meningkat, harga kebutuhan pokok melambung, dan kesenjangan sosial semakin tajam. Demokrasi direduksi menjadi panggung formalitas lima tahunan; hukum dijadikan alat politik; dan aparat penegak hukum kehilangan arah etisnya.

Semua ini terjadi di bawah mata dan tangan PDIP—partai yang menguasai kursi mayoritas di parlemen, dan yang menikmati kekuasaan bersama Jokowi. Maka, bagaimana mungkin PDIP kini berpura-pura bersih dari dosa rezim ini?

Keterpurukan bangsa bukanlah semata kesalahan individu Jokowi. Ia adalah hasil dari sistem kekuasaan yang dibangun atas kompromi politik PDIP dengan oligarki, yang menukar ideologi dengan pragmatisme, dan yang mengganti idealisme dengan keuntungan elektoral. Jika PDIP sungguh-sungguh memiliki nurani politik, mereka harus berani mengakui kegagalan kolektif ini dan bertindak untuk memperbaikinya—bukan dengan narasi, melainkan dengan langkah hukum yang nyata.

3. PDIP Harus Mengutuk Nepotisme yang Diciptakan Jokowi

Nepotisme adalah pengkhianatan terhadap demokrasi. Ia merusak prinsip meritokrasi dan menutup pintu bagi keadilan sosial. Jokowi telah membuka bab baru dalam sejarah kegelapan politik Indonesia dengan menjadikan kekuasaan sebagai warisan keluarga. Putra sulungnya kini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, menantunya telah menjadi Gubernur Sumatera Utara, dan putra bungsunya menjadi Ketua Umum partai politik.

Fenomena ini menunjukkan betapa Jokowi telah mengubah kekuasaan publik menjadi milik pribadi. Ia membangun dinasti politik dengan memanipulasi hukum dan regulasi, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang dipimpin oleh iparnya sendiri. Semua dilakukan dengan legitimasi politik yang dulunya ia peroleh lewat PDIP.

Ironisnya, PDIP yang dahulu berdiri atas semangat melawan feodalisme, kini justru dipaksa menatap ciptaannya sendiri—seorang pemimpin yang menghidupkan kembali praktik kekuasaan dinastik yang dahulu diperangi oleh Bung Karno. Bila PDIP terus diam, maka diamnya itu adalah tanda bahwa partai ini telah kehilangan jiwanya.


PDIP tidak boleh hanya menjadi saksi pasif atas kehancuran moral bangsa yang diciptakan oleh pemimpin yang mereka lahirkan. Sejarah politik yang jujur menuntut keberanian untuk mengakui kesalahan. Bila Megawati dan PDIP masih ingin menjaga warisan ideologis Soekarno, mereka harus berani menegakkan keadilan terhadap siapa pun, termasuk Jokowi—mantan kader yang kini telah mengkhianati nilai-nilai partai.

Menyeret Jokowi ke ranah hukum bukanlah bentuk balas dendam, melainkan wujud tanggung jawab moral. PDIP perlu menunjukkan kepada rakyat bahwa partai ini masih memiliki kehormatan, bahwa kekuasaan bukan segala-galanya, dan bahwa kebenaran tidak bisa dikorbankan demi kepentingan politik jangka pendek.

Sebab tanggung jawab terbesar partai politik bukanlah sekadar memenangkan pemilu, tetapi memastikan bahwa kekuasaan yang mereka menangkan tidak berubah menjadi alat penghancur bangsa. Bila PDIP gagal melakukannya, maka sejarah akan mencatat: bahwa partai yang lahir dari rahim reformasi justru ikut mengubur cita-cita reformasi itu sendiri.

Dan ketika bangsa ini kelak mencari siapa yang paling bertanggung jawab atas terpuruknya Indonesia, nama PDIP akan tercatat sejajar dengan nama Jokowi—bukan sebagai korban penipuan, melainkan sebagai pelindung kebohongan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tahi Lalat Jokowi Hilang

Next Post

Skandal KCIC: Utang dan Dugaan Mark-Up

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
KCJB Kini Ganti Nama Jadi ‘Whoosh’

Skandal KCIC: Utang dan Dugaan Mark-Up

Kejaksaan RI Menyerahkan Uang Hasil Sitaan Ke Kas Negara. KPK Kapan?

Kejaksaan RI Menyerahkan Uang Hasil Sitaan Ke Kas Negara. KPK Kapan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist