Jakarta, Fusilatnews – “Pertahanan terbaik adalah menyerang,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan I Made Urip menirukan ungkapan Sun Tzu (544-496 SM), filsuf, jenderal dan ahli strategi perang asal Tiongkok Kuno, kepada media yang menghubunginya dari Jakarta, Ahad (8/1/2023).
Ia mengutip ungkapan itu untuk dijadikan sebagai salah satu strategi “perang” bagi kader-kader PDIP jika ingin partainya menang kembali untuk ketiga kalinya atau “hattrick” pada Pemilu 2024 mendatang.
Seperti diketahui, PDIP merupakan pemenang Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 sehingga jika menang di Pemilu 2024 maka akan “hattrick”. Pada Pemilu 1999 sebenarnya PDIP juga menang, tapi belum bisa disebut “hattrick” karena tidak tiga kali berturut-turut.
Ulang tahun ke-50 PDIP, Selasa (10/1/2023) lusa, kata Made Urip, hendaknya dijadikan momentum bagi seluruh kader PDIP, utamanya calon anggota legislatif (caleg) baik DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota untuk melakukan “serangan”, yakni dengan turun ke bawah (turba) dalam rangka menyerap, memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi rakyat, terutama di daerah pemilihan masing-masing. “Turba jawabnya, kalau kita mau kembali menang,” jelas wakil rakyat asal Bali ini.
Di Pemilu 2024, kata Made Urip, PDIP dalam posisi sebagai juara bertahan. Sebagaimana lazimnya juara bertahan, kata Made Urip, maka beban mental dan posisi PDIP jauh lebih berat daripada parpol-parpol lainnya yang menjadi rival. “Nah, untuk itu kita harus menyerang dengan turba. Tidak bisa sekadar bertahan. Kemenangan itu harus direbut kembali, bukan sekadar dipertahankan. Karena kita menyerang, maka energi yang kita keluarkan pun harus lebih besar daripada sekadar bertahan. Sebab parpol-parpol lain pun melakukan hal yang sama. Ingat, pertahanan terbaik adalah menyerang,” papar anggota Komisi IV DPR RI ini.
Ihwal menyerang tersebut, kata Made Urip, juga selaras dengan 7 Perintah Harian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dikeluarkan pada Sabtu (7/1/2022) kemarin. “Inti dari 7 Perintah Harian Ketua Umum itu adalah turun ke bawah, bergotong-royong bersama masyarakat,” cetus anggota DPR RI yang secara berturut-turut terpilih sejak Pemilu 1999 hingga Pemilu 2019.
Ia lalu merujuk contoh butir kedua dari 7 Perintah Harian Ketua Umum PDIP tersebut, yang meminta semua kader untuk menggenggam tangan persatuan dengan rakyat, dan menjadikan PDIP sebagai kekuatan pemersatu bangsa dan solid bergerak menyatu dengan rakyat guna memenangkan Pemilu 2024.
Pun, kata Made Urip, butir kelima perintah harian yang sama, yakni mewujudkan semangat dan roh perjuangan PDIP agar bisa menjadi satu kekuatan yang solid bergerak ke bawah membangun semangat juang rakyat, karena rakyatlah pemegang kedaulatan politik tertinggi kekuasaan pemerintahan negara. “Jadi turba itu senafas dan selaras dengan 7 Perintah Harian Ketua Umum PDIP,” tandas Made Urip.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan 7 Perintah Harian dalam rangka HUT ke-50 PDIP, 10 Januari 2023 lusa.
Pertama, memperkokoh Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kedua, menggenggam tangan persatuan dengan rakyat, menjadikan PDIP sebagai kekuatan pemersatu bangsa dan solid bergerak menyatu dengan rakyat guna memenangkan Pemilu 2024.
Ketiga, menggelorakan jiwa gotong-royong, menghapuskan adanya paham individualisme, serta menjadikan mimpi dan cita-cita rakyat untuk diperjuangkan sebagai kepentingan kolektif partai.
Keempat, menyalakan semangat api perjuangan dalam seluruh aspek kehidupan. Secara spesifik, membangun semangat juang dari beberapa kalangan seperti petani, nelayan, dan buruh untuk kemudian diorganisir menjadi pilar-pilar kekuatan nasional Indonesia.
Kelima, mewujudkan semangat dan roh perjuangan partai agar bisa menjadi satu kekuatan yang solid bergerak ke bawah membangun semangat juang rakyat, karena rakyatlah pemegang kedaulatan politik tertinggi kekuasaan pemerintahan negara.
Keenam, menghadirkan program konkret di tengah rakyat, di antaranya melalui gerak kebudayaan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat.
Ketujuh, melanjutkan langkah rekrutmen, pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan secara sistemik, dan dengan sungguh-sungguh menyerap seluruh aspirasi rakyat untuk menjadi kebijakan publik. (F-2)
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

























