• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Pemilih Muda Tak Lagi Menjadikan Pemimpin Merakyat Favorit

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
March 15, 2023
in News, Pemilu
0
PDIP Akan Tanyakan Jokowi soal Klaim Restui Penundaan Pemilu 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan survey CSIS,  terjadi pergeseran persepsi anak muda tentang sosok pemimpin. Dari pemimpin yang merakyat bergeser menjadi pemimpin jujur dan antikorupsi dalam memperjuangkan  aspirasi rakyat
Jakarta – Fusilatnews – Survei CSIS mendapati perubahan persepsi pemilih muda terhadap sosok pemimpin nasional. Perubahan itu terjadi pada keinginan mengenai sosok pemimpin, yaitu dari kesan merakyat dan sederhana pada 2019 menjadi jujur dan antikorupsi pada 2022.  Peningkatan turut terjadi pada keinginan sosok pemimpin berpengalaman.

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan, keinginan sosok pemimpin yang merakyat dan sederhana dari pemilih muda mengalami penurunan sangat drastis, dari 39,2 persen pada 2019 menjadi 15,9 pada 2022.

Pada saat yang sama, anak-anak muda menginginkan pemimpin jujur dan antikorupsi yang angkanya naik sangat tinggi, dari 11,1 persen pada 2019 menjadi 34,8 persen pada 2022.

“Kami melihat kepemimpinan nasional yang dibutuhkan oleh anak-anak muda ke depan adalah kepemimpinan yang bersih, kepemimpinan yang jujur, dan kepemimpinan yang antikorupsi,” kata Arya, Selasa (14/3,)

Ini bisa dilihat dari dukungan anak-anak muda terhadap penolakan revisi UU KPK. Arya menekankan, isu-isu penguatan KPK dan pemberantasan korupsi dalam pemilu mendatang memengaruhi persepsi pemilih terhadap capres tertentu.

Pemilih muda juga memiliki komitmen demokratik yang tinggi. Itu bisa dilihat dari demonstrasi penolakan pengesahan RKUHP yang dianggap mengancam kebebasan. 

“Kemudian, sikap yang tegas terhadap pembatasan masa jabatan presiden. Mayoritas pemilih muda beranggapan masa jabatan presiden harus tetap dipertahankan selama maksimal 10 tahun,” kata Arya.

Menurut Arya, Pemilih muda ini hidup dalam situasi krisis, Covid-19, ekonomi global yang tidak pasti, dan tensi politik global yang tinggi. Situasi itu akan memengaruhi perilaku dan sikap politik anak muda ke depan.

Survei CSIS 2022  juga menemukan, 32,4 persen pemilih muda masih memiliki harapan yang sangat besar. Mereka membayangkan Indonesia pada masa mendatang menjadi sebuah negara yang menjunjung tinggi penegakan hukum dan antikorupsi.

“Hampir 60 persen dari total populasi pemilih adalah pemilih muda berusia 17-39 tahun. Pola, sikap, dan perilaku pemilih muda diprediksi akan menjadi penting memengaruhi politik dan pemilu ke depan,” ujar Arya

Angka itu didapatkan CSIS dengan melakukan estimasi jumlah pemilih muda memakai data sensus penduduk dan data jumlah pemilih. 

Angka estimasi pemilih muda sebesar 58,34 persen, sedangkan pemilih di atas 40 tahun angkanya sekitar 41,66 persen.

Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan, angka proporsi pemilih muda memang semakin besar. Pada Pemilu 2024 mendatang,  diperkirakan hampir 60 persen pemilih atau berusia di atas 17 tahun, tapi berada di bawah 40 tahun.

Satu hal yang membedakan generasi ini dengan generasi sebelumnya, kebanyakan dari mereka merupakan digital native. Mereka adalah generasi yang sejak kecil sudah terpapar digital platform, bukan digital migran yang baru tersentuh digital saat dewasa.

Walaupun ada proporsi yang cukup besar dari pemilih muda, masih kurang terlihat partisipasi yang cukup aktif dalam proses politik. Tahun lalu, dari survei yang melibatkan ribuan anak muda, hanya satu koma sekian persen yang tertarik untuk menjadi kader partai politik.

Keterwakilan dalam legislatif  masih rendah. Di DPR hanya sekitar 6 persen yang merupakan pemilih muda di bawah 40 tahun, tapi di tingkatan lokal jumlahnya cukup besar. 

Menurut Yose, anak muda masih harus terus didorong untuk terlibat aktif. memberikan penyegaran-penyegaran baru, membawa tema-tema baru yang bisa menyegarkan proses kebangsaan kita,” ujar Yose.

Senior Fellow CSIS, Philips J Vermonte, menambahkan, muara dari semua politik merupakan kebijakan. Para pemilih muda, selain penting sebagai sumber suara, mereka juga harus terpengaruh dan diperhatikan dalam pembentukan kebijakan.

“Di hulu sebagai penyumbang suara, kelompok terbesar, 111 juta, tapi dalam konteks kebijakan dia diperhatikan, menciptakan kesejahteraan,” kata Philips.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, demografi pemilih 2024 berubah. Proporsi pemilih muda dengan kelompok usia 17-39 mendekati 60 persen atau setara dengan 114 juta pemilih. Jawa Barat, kata Kang Emil, sudah memiliki 2 juta pemilih baru saat ini.

Di sisi lain, tingkat partisipasi politik pemilih muda terekam survei nasional mengalami peningkatan dari 85,9 persen pada 2014 menjadi 91,3 persen 2019. Menurut dia, perhatian pemilih muda nantinya akan banyak terhadap isu kekinian, isu relevan, dan isu baru.

Kang Emil melanjutkan, isu ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, pemberantasan korupsi, dan lingkungan diprediksi punya pengaruh lebih tinggi daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Dengan perubahan kondisi demografi pemilih, pemilih muda memengaruhi arah kebijakan politik seusai pemilu.

Maka dari itu, ia merasa hal yang saat ini penting untuk didiskusikan adalah pendekatan dan strategi kebijakan guna mendorong partisipasi anak muda dalam politik dan elektoral. Sebab, masa depan mereka tentunya akan ditentukan oleh keaktifan mereka dalam berpartisipasi.

“Mendorong kebijakan afirmasi politik secara internal partai untuk mencalonkan banyak pemimpin dan politisi muda dalam pemilu tahun depan,” kata dia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bencana Longsor di Bogor, Timbun 6 Rumah dan 17 Warga. 2 Orang Meninggal

Next Post

Akibat Longsor di Bogor PT KAI Batalkan Perjalanan KA Pangrango Bogor – Sukabumi PP

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi
daerah

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Next Post
KAI Buka Pesanan Tiket KA Tambahan Bisa Pesan Senin Ini

Akibat Longsor di Bogor PT KAI Batalkan Perjalanan KA Pangrango Bogor - Sukabumi PP

Dosen dan Rektor ITB Ribut, Kampus SBM Setop Kegiatan Kuliah

PT KAI Buka Lowongan Kerja Melalui Job Fair UI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist