• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PEMILIHAN LANGSUNG ADALAH DEMOKRASI POST-TRUTH: PENIPUAN TERHADAP RAKYAT

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
January 15, 2026
in Feature, Politik
0
PEMILIHAN LANGSUNG ADALAH DEMOKRASI POST-TRUTH: PENIPUAN TERHADAP RAKYAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila


PENDAHULUAN

Semakin hari, proses pembodohan terhadap rakyat melalui propaganda pemilihan langsung semakin nyata. Para buzzer, pakar, politisi, dan pengamat yang menjadi penganut demokrasi liberal membangun perang persepsi tentang demokrasi. Mereka menanamkan keyakinan bahwa tanpa pemilihan langsung, rakyat tidak berdaulat.

Narasi ini menyesatkan.

Mari kita uji: di mana sebenarnya kedaulatan rakyat dalam pemilihan langsung? Rakyat hanya memegang kedaulatan selama lima menit di bilik suara. Apakah rakyat benar-benar mengenal rekam jejak calon yang dipilih? Tidak. Yang rakyat tahu hanyalah sembako, uang serangan fajar, dan baliho raksasa. Setelah mencoblos, kedaulatan itu putus. Rakyat tidak lagi punya kuasa mengoreksi, apalagi menuntut.

Namun para aktivis, pakar, dan politisi terus mencuci otak publik: seolah tanpa pemilihan langsung rakyat tidak berdaulat. Racun persepsi ini disebarkan terus-menerus agar rakyat menolak sistem perwakilan.


KEDAULATAN RAKYAT YANG DIOMONGKAN HANYA KOSONG

Mereka berteriak tentang kedaulatan rakyat. Tetapi mengapa tidak ada keberanian memperjuangkan pengembalian Utusan Golongan dan Utusan Daerah? Mengapa tidak memperjuangkan MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara?

Kalau benar mereka pejuang kedaulatan rakyat, seharusnya mereka mendorong kembalinya Demokrasi Pancasila. Tetapi jangankan menegur, berbicara pun tidak berani kepada kekuatan politik yang diuntungkan oleh demokrasi liberal.

Demokrasi yang kini dijalankan adalah demokrasi uang: siapa kuat modalnya, dialah pemenang. Ini bukan demokrasi rakyat, tetapi demokrasi pasar. Presiden bahkan seharusnya tegas terhadap lembaga negara yang mengaku pembina ideologi Pancasila, namun justru membiarkan praktik demokrasi liberal bertentangan dengan jati diri bangsa.


PERGANTIAN UUD 1945: DARI REFORMASI KE DEFORMASI

Perubahan UUD 1945 menjadi UUD hasil amandemen bukan reformasi, melainkan deformasi. Sistem ketatanegaraan kehilangan tata nilai. Sistem permusyawaratan perwakilan yang berakar pada budaya bangsa diganti dengan perjudian suara: kalah-menang, kuat-kuatan, dan kaya-kayaan.

Inilah pengkhianatan terhadap filosofi bernegara yang dirahmati Tuhan untuk bangsa Indonesia.


DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG: DEMOKRASI POST-TRUTH

Pemilihan langsung diklaim sebagai pesta demokrasi. Padahal sesungguhnya ia hanyalah ilusi demokrasi.

Calon presiden dan kepala daerah tidak lahir dari rakyat, melainkan dipilih terlebih dahulu oleh ketua-ketua partai. Rakyat hanya diminta menyetujui paket yang telah disodorkan. Untuk mendapatkan tiket pencalonan, mahar politik menjadi syarat tak tertulis. Lalu ini disebut pemilihan oleh rakyat?

Inilah demokrasi post-truth: kebohongan yang terus diulang hingga dianggap kebenaran.

Setelah pencoblosan, rakyat tidak lagi berdaulat. Janji boleh diingkari, protes boleh diabaikan, demonstrasi boleh dibiarkan. Rakyat hanya dibutuhkan saat pemilu; setelah itu mereka kembali menjadi penonton.

Politik transaksional “NPWP – Nomor Piro Wani Piro” kini berlangsung terbuka. Uang menentukan segalanya. Mental dan akhlak bangsa rusak oleh sistem ini.


SISTEM MPR: PERWUJUDAN KOLEKTIVISME KEDAULATAN RAKYAT

Dalam sistem MPR, kedaulatan rakyat tidak berhenti di bilik suara. Gagasan dan aspirasi rakyat dirumuskan menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang menjadi pedoman Presiden.

Presiden adalah mandataris MPR. Jika menyimpang dari GBHN, ia dapat diberhentikan. Inilah hak veto rakyat melalui wakil-wakilnya. Bandingkan dengan sistem sekarang: presiden hasil pemilihan langsung nyaris tanpa mekanisme koreksi politik yang efektif selama masa jabatan.

Ketika rakyat menolak UU Cipta Kerja, suara buruh diabaikan. Ketika rakyat menolak proyek IKN, protes dianggap angin lalu. Bahkan kritik keras dari intelektual seperti Rocky Gerung pun tidak menggoyahkan kekuasaan. Inilah bukti nyata: demokrasi langsung tidak melahirkan pemerintahan yang tunduk pada kehendak rakyat.


PANCASILA BUKAN NEGARA KEKUASAAN

Pancasila memandang negara bukan sebagai organisasi kekuasaan, melainkan organisasi untuk mewujudkan kebahagiaan manusia. Musyawarah mufakat adalah jalan utama. Karena rakyat tidak mungkin bermusyawarah langsung, maka dibentuklah MPR sebagai penjelmaan rakyat.

Negara Pancasila bukan negara liberal, bukan pula negara trias politica ala Barat. Segala konsep HAM, demokrasi, dan tata negara harus dilihat dari perspektif Pancasila, bukan menyalin mentah konsep luar.

Menyalin konsep HAM Barat tanpa koreksi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa adalah kesalahan mendasar amandemen konstitusi.


KESIMPULAN

Amandemen Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menghapus peran MPR sebagai pelaksana penuh kedaulatan rakyat adalah titik runtuh bangunan NKRI secara konstitusional.

Kedaulatan rakyat telah digeser menjadi kedaulatan individu. Pemilihan langsung telah mengaburkan makna rakyat sebagai kesatuan sosial menjadi sekadar individu pencoblos.

Dalam sistem MPR (UUD 1945 naskah asli), Presiden menjalankan politik rakyat melalui GBHN. Dalam sistem sekarang, Presiden menjalankan politiknya sendiri. Itulah sumber ketimpangan kekuasaan hari ini.

Jika bangsa ini sungguh ingin menyelamatkan masa depan Indonesia, maka jalan satu-satunya adalah kembali kepada UUD 1945 naskah asli dan Demokrasi Pancasila.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PETANI MERDEKA YANG MASIH TERJAJAH Merindukan Hidup Sejahtera di Negeri Sendiri

Next Post

Bangsa Ini Tak Mau Lepas dari Kejahiliyahan

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia
Feature

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
Next Post
Bangsa Ini Tak Mau Lepas dari Kejahiliyahan

Bangsa Ini Tak Mau Lepas dari Kejahiliyahan

Bagaimana Orang Jepang Membaca Orang Indonesia — dan Bagaimana Orang Indonesia Membaca Orang Jepang: Sebuah Perspektif Cross-Cultural

Bagaimana Orang Jepang Membaca Orang Indonesia — dan Bagaimana Orang Indonesia Membaca Orang Jepang: Sebuah Perspektif Cross-Cultural

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...