• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PETANI MERDEKA YANG MASIH TERJAJAH Merindukan Hidup Sejahtera di Negeri Sendiri

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 15, 2026
in Feature, Komunitas
0
Darurat Regenerasi Petani: Siapa yang Akan Menanam Pangan Kita?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatnadja

Banyak tafsir tentang kata sejahtera. Ada yang memaknainya sebagai keadaan ketika seseorang mampu menyelesaikan persoalan lahir dan batin. Ada pula yang menyebutnya sebagai hidup makmur, nyaman, dan bahagia—kebutuhan pokok terpenuhi, kualitas hidup terjaga, serta jiwa merasakan ketenteraman.

Sejahtera mencakup beberapa aspek utama.
Pertama, ekonomi: kemampuan memenuhi kebutuhan dasar dengan penghasilan yang stabil.
Kedua, sosial: hubungan harmonis dengan keluarga dan masyarakat.
Ketiga, fisik: kesehatan jasmani serta akses pada layanan kesehatan.
Keempat, mental: ketenangan batin, kebahagiaan, dan keseimbangan emosi.
Singkatnya, sejahtera adalah hidup yang utuh, harmonis, dan bermakna.

Lalu, apa arti petani sejahtera?

Petani sejahtera adalah mereka yang hidup makmur dan berimbang—ekonominya kuat, tubuhnya sehat, jiwanya tenteram, serta martabat sosialnya terangkat. Mereka mampu memenuhi kebutuhan keluarga, mengakses pendidikan dan kesehatan, serta menjalani kehidupan yang stabil dan penuh harapan.

Kondisi itu dapat terwujud bila beberapa faktor terpenuhi:

  1. Harga jual yang adil, sebanding dengan biaya produksi dan tenaga mereka.
  2. Produktivitas tinggi, didukung teknologi dan metode pertanian efektif.
  3. Akses pasar yang mudah, tanpa rantai distribusi yang mencekik.
  4. Keberpihakan pemerintah, melalui kebijakan, subsidi, asuransi, dan pelatihan.
  5. Keberlanjutan lingkungan, agar lahan tetap subur bagi generasi berikutnya.

Di atas semua itu, diperlukan kemauan politik yang kuat. Pemerintah harus memastikan petani menjadi penikmat pembangunan, bukan justru korban pembangunan. Keberpihakan ini diwujudkan lewat harga jual yang layak, infrastruktur pertanian memadai, akses teknologi modern, pendidikan dan pelatihan, serta perlindungan sosial.

Secara regulasi, komitmen itu sesungguhnya telah tertulis dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Negara berjanji: petani di tanah merdeka harus mampu berdiri tegak di atas sawahnya sendiri.

Sayangnya, undang-undang itu lebih indah dibaca di atas kertas ketimbang dirasakan di atas lumpur sawah. Di banyak daerah, petani berlahan sempit masih hidup memilukan. Mereka miskin, melarat, dan jauh dari kata merdeka.

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, tetapi kemerdekaan itu belum sepenuhnya menyentuh tangan-tangan kasar para petani. Petani gurem dan buruh tani tetap terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan yang nyaris tak berpangkal dan tak berujung. Mereka bekerja keras, tetapi kesejahteraan tetap terasa asing.

Membebaskan petani dari jerat ini memang bukan pekerjaan mudah. Namun ada langkah-langkah nyata yang bisa ditempuh:

  1. Pendidikan dan pelatihan, agar petani mahir mengelola lahan dan teknologi.
  2. Akses permodalan murah, supaya mereka tidak tergantung pada tengkulak.
  3. Penguatan pemasaran, melalui koperasi atau platform digital.
  4. Diversifikasi usaha tani, agar tidak bergantung pada satu komoditas.
  5. Perbaikan infrastruktur, untuk menurunkan biaya produksi dan distribusi.

Namun, kunci paling penting adalah kemandirian petani. Petani harus memiliki kontrol atas proses produksi dan pemasaran mereka sendiri. Dengan kemandirian itu, petani dapat menentukan jalan hidup berdasarkan kemauan dan kemampuannya, bukan ditentukan oleh pasar yang timpang atau kebijakan yang abai.

Petani sejahtera adalah kerinduan banyak pihak. Sebab, merekalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa. Mereka memberi makan negeri ini, namun ironisnya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Jika keadaan ini terus dibiarkan, bukan hanya petani yang kehilangan masa depan—ketahanan pangan nasional pun ikut terancam.

Karena itu, memerdekakan petani bukan sekadar agenda ekonomi. Ia adalah tugas moral negara. Sebab, tak ada arti kemerdekaan sebuah bangsa, jika mereka yang memberi makan bangsa itu masih hidup dalam kemelaratan.


(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Survei Menobatkan Indonesia, dan Finlandia Tetap Juara

Next Post

PEMILIHAN LANGSUNG ADALAH DEMOKRASI POST-TRUTH: PENIPUAN TERHADAP RAKYAT

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
PEMILIHAN LANGSUNG ADALAH DEMOKRASI POST-TRUTH: PENIPUAN TERHADAP RAKYAT

PEMILIHAN LANGSUNG ADALAH DEMOKRASI POST-TRUTH: PENIPUAN TERHADAP RAKYAT

Bangsa Ini Tak Mau Lepas dari Kejahiliyahan

Bangsa Ini Tak Mau Lepas dari Kejahiliyahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...