• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Ali Syarief by Ali Syarief
June 14, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Ada sebuah pertanyaan yang layak diajukan kepada bangsa ini: apakah seseorang menjadi jenderal karena karakter kepemimpinannya, atau karena seragam yang dipakainya?

Pertanyaan itu mungkin terdengar provokatif. Namun justru di situlah letak pentingnya. Sebab masyarakat Indonesia sejak lama terlanjur menganggap pangkat militer sebagai bukti otomatis atas kebijaksanaan, kedewasaan, dan kemampuan memimpin. Seolah-olah begitu seseorang mencapai pangkat jenderal, maka seluruh kualitas kenegarawanan telah melekat pada dirinya.

Sejarah ternyata tidak sesederhana itu.

Pangkat adalah produk sistem. Karakter adalah hasil pergulatan batin. Pangkat dapat diberikan oleh institusi, tetapi kebijaksanaan tidak pernah bisa disematkan melalui upacara kenaikan jabatan.

Dalam tradisi militer yang ideal, seorang jenderal adalah figur yang matang secara emosional. Ia tidak mudah tersinggung. Ia tidak reaktif terhadap kritik. Ia memahami bahwa seorang pemimpin harus mampu mengendalikan dirinya sebelum mengendalikan orang lain.

Karena itu, publik memiliki ekspektasi tinggi ketika seorang mantan jenderal menduduki kursi presiden. Mereka berharap hadir seorang negarawan yang tenang, berwibawa, dan mampu menjadi bapak bagi seluruh rakyat.

Namun harapan itu sering kali berbenturan dengan realitas.

Alih-alih menunjukkan ketenangan seorang pemimpin besar, yang muncul justru perilaku yang kerap mengundang tanda tanya. Kritik sering dibalas dengan sindiran. Perbedaan pendapat dianggap sebagai gangguan. Ruang publik dipenuhi ekspresi-ekspresi yang lebih menyerupai kebutuhan memperoleh tepuk tangan ketimbang upaya membangun kualitas demokrasi.

Di sinilah paradoks itu muncul.

Bagaimana mungkin seseorang yang pernah memimpin pasukan besar terlihat begitu terganggu oleh kritik warga negara biasa?

Mengapa seorang presiden yang memiliki seluruh instrumen kekuasaan justru tampak sibuk merespons suara-suara yang berbeda?

Seorang jenderal sejati memahami bahwa kritik bukan ancaman. Kritik adalah bagian dari mekanisme koreksi. Dalam peperangan, informasi yang paling berharga justru sering datang dari laporan yang tidak menyenangkan. Komandan yang hanya ingin mendengar pujian biasanya sedang menuju kekalahan.

Sayangnya, dalam politik modern, banyak pemimpin lebih menyukai gema daripada kebenaran. Mereka ingin mendengar apa yang menyenangkan telinga, bukan apa yang dibutuhkan negara.

Fenomena lain yang juga menarik adalah kecenderungan untuk menjadikan panggung politik sebagai arena hiburan.

Tidak ada yang salah dengan ekspresi kegembiraan. Tidak ada larangan bagi seorang presiden untuk tersenyum atau bercanda. Namun setiap jabatan memiliki simbol dan martabatnya sendiri. Presiden bukan sekadar individu. Ia adalah representasi negara.

Karena itu, publik berhak bertanya ketika simbol-simbol kenegaraan berubah menjadi pertunjukan yang terasa kurang pada tempatnya. Sebab seorang kepala negara tidak hanya dinilai dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari pesan yang dikirimkan melalui perilakunya.

Negarawan besar dalam sejarah dunia memahami hal itu.

Mereka menjaga kata-kata mereka. Mereka mengukur gestur mereka. Mereka sadar bahwa setiap kalimat yang keluar dari mulut seorang pemimpin akan menjadi cermin kualitas bangsa yang dipimpinnya.

Sebaliknya, pemimpin yang terlalu larut dalam pencitraan sering kehilangan jarak antara dirinya sebagai pribadi dan dirinya sebagai institusi negara.

Pada akhirnya, sejarah tidak pernah terlalu peduli pada seragam.

Sejarah tidak mencatat berapa banyak bintang yang pernah terpasang di pundak seseorang. Sejarah juga tidak terlalu tertarik pada berapa lama seseorang berkuasa.

Sejarah hanya menanyakan satu hal: apa warisan yang ditinggalkan?

Karena itu, menjadi jenderal sesungguhnya bukan persoalan pangkat. Menjadi jenderal adalah soal karakter. Soal kemampuan mengendalikan ego. Soal kematangan menghadapi kritik. Soal kesediaan mendahulukan kepentingan bangsa di atas kebutuhan pribadi untuk dipuji.

Jika kualitas-kualitas itu tidak hadir, maka pangkat hanyalah seragam.

Dan seorang yang menjadi jenderal hanya karena seragamnya, pada akhirnya akan diingat sejarah sebagai orang yang gagal memahami makna dari kehormatan yang pernah dipakainya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

Next Post

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Feature

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Next Post

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

REALISME TUNTUTAN MAHASISWA

June 14, 2026
Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

Saat Jutawan Angkat Kaki, Apa yang Tersisa untuk Indonesia?

June 14, 2026
Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

Tyo, Idrus, Prabowo – Etika, Moralitas, dan Ironi Para Pengkritik

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...