• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 14, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Share on FacebookShare on Twitter

“Jika rakyat dituntut taat membayar pajak, maka negara pun wajib taat pada konstitusi. Jika rakyat diminta memenuhi kewajiban, maka pemerintah harus memenuhi hak-hak rakyat. Sebab pajak bukan sekadar uang yang disetor kepada negara, melainkan amanah yang harus kembali dalam bentuk keadilan, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pelayanan publik yang bermartabat.”

Setiap kali rakyat membeli beras, mengisi bensin, membayar listrik, makan di restoran, mengurus kendaraan, membangun rumah, atau menjalankan usaha, ada berbagai jenis pajak dan pungutan yang menyertainya. Sebagian dipungut pemerintah pusat, sebagian lagi oleh pemerintah daerah. Bagi rakyat kecil, pajak sering kali tidak terasa sebagai angka di lembar tagihan, melainkan sebagai beban yang melekat dalam hampir setiap aktivitas kehidupan.

Negara selalu memiliki alasan yang sah untuk memungut pajak. Pajak diperlukan untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, membiayai pertahanan, menggaji aparatur negara, dan menjalankan roda pemerintahan. Tidak ada negara modern yang dapat berdiri tanpa penerimaan pajak. Karena itu, rakyat yang baik memang berkewajiban membayar pajak.

Namun persoalannya menjadi berbeda ketika rakyat mulai bertanya: setelah semua kewajiban itu ditunaikan, apa yang sesungguhnya mereka terima?

Pertanyaan tersebut muncul bukan karena rakyat anti-pajak, melainkan karena mereka melihat kontras yang menyakitkan antara pengorbanan rakyat dengan gaya hidup sebagian elite negara. Di saat petani berjuang menghadapi pupuk mahal, nelayan menghadapi biaya operasional yang terus naik, dan kelas menengah tertekan oleh berbagai pungutan, publik justru disuguhi berita tentang pejabat yang hidup mewah, rumah dinas bernilai fantastis, kendaraan dinas yang berganti-ganti, perjalanan luar negeri yang berlebihan, hingga berbagai kasus korupsi yang seolah tidak pernah berhenti.

Pada titik itulah pajak kehilangan makna moralnya. Pajak yang semestinya menjadi instrumen gotong royong nasional berubah menjadi simbol ketidakadilan ketika hasilnya lebih banyak dinikmati oleh kelompok kecil yang berada di lingkaran kekuasaan.

Sesungguhnya para pejabat negara, anggota legislatif, pejabat BUMN, aparat birokrasi, dan seluruh institusi yang dibiayai APBN maupun APBD hidup dari uang rakyat. Gaji mereka berasal dari pajak rakyat. Tunjangan mereka berasal dari pajak rakyat. Kendaraan dinas, rumah dinas, perjalanan dinas, fasilitas kesehatan, hingga berbagai fasilitas lainnya juga berasal dari pajak rakyat.

Karena itu, setiap rupiah yang mereka gunakan seharusnya diperlakukan sebagai amanah, bukan hak istimewa.

Konstitusi Indonesia tidak pernah menyatakan bahwa rakyat ada untuk melayani negara. Sebaliknya, negara dibentuk untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat. Pembukaan UUD 1945 secara tegas menegaskan tujuan negara: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Artinya, ukuran keberhasilan negara bukanlah tingginya penerimaan pajak semata, melainkan sejauh mana pajak itu kembali menjadi manfaat nyata bagi rakyat.

Apakah pendidikan semakin mudah diakses? Apakah layanan kesehatan semakin berkualitas? Apakah lapangan pekerjaan semakin tersedia? Apakah harga kebutuhan pokok semakin terjangkau? Apakah hukum ditegakkan secara adil tanpa memandang jabatan dan kekuasaan?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut masih jauh dari harapan, maka wajar apabila rakyat mempertanyakan arah penggunaan uang yang mereka setorkan setiap hari.

Ironisnya, dalam banyak kasus, rakyat justru diposisikan sebagai pihak yang selalu dituntut memenuhi kewajiban, sementara negara sering kali tampak longgar dalam memenuhi kewajibannya sendiri. Rakyat yang terlambat membayar pajak dikenai sanksi. Rakyat yang tidak patuh dikenakan denda. Namun ketika pelayanan publik buruk, ketika korupsi merajalela, ketika janji kampanye tidak dipenuhi, jarang ada konsekuensi yang setara bagi para pemegang kekuasaan.

Padahal dalam prinsip demokrasi, hubungan antara rakyat dan pemerintah bersifat timbal balik. Pajak bukanlah upeti yang diberikan rakyat kepada penguasa. Pajak adalah mandat yang diberikan rakyat kepada negara untuk dikelola demi kepentingan bersama.

Karena itu, rakyat memiliki hak untuk bertanya, mengawasi, mengkritik, bahkan menuntut pertanggungjawaban atas setiap rupiah yang dipungut atas nama negara.

Sudah saatnya perdebatan tentang pajak tidak hanya berhenti pada kewajiban rakyat membayar, tetapi juga kewajiban negara mengembalikan manfaat pajak tersebut kepada rakyat. Sebab masalah terbesar bukanlah besarnya pajak yang dipungut, melainkan ketika pajak itu gagal diterjemahkan menjadi keadilan dan kesejahteraan.

Rakyat tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan negara menjalankan amanat konstitusi dan memenuhi janji-janji yang diucapkan saat meminta suara dalam pemilu. Sebuah tuntutan yang sesungguhnya sangat sederhana: ketika rakyat sudah menjalankan kewajibannya, negara pun harus menjalankan kewajibannya.

Karena pada akhirnya, negara yang kuat bukanlah negara yang paling pandai memungut pajak, melainkan negara yang paling amanah dalam mengelolanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

Next Post

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...