Oleh: Dr. Novita Sari Yahya
Dalam era globalisasi yang semakin menuntut transparansi dan integritas, perniagaan yang berkelanjutan hanya dapat dilakukan oleh bangsa yang memiliki kehormatan dan kredibilitas. Dunia saat ini bergerak menuju sistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek hak asasi manusia (HAM) dan kelestarian lingkungan. Negara-negara dengan pemerintahan yang bersih dan berintegritas memiliki daya saing lebih tinggi dalam menarik investasi dan menjalin kerja sama internasional yang sehat.
Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hanya dapat memainkan peran utama dalam perdagangan global jika memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. Sayangnya, kondisi ekonomi yang terpuruk saat ini mengingatkan kita pada krisis 1998. Namun, krisis tersebut membuktikan bahwa ekonomi rakyat tetap mampu bertahan meskipun ekonomi nasional mengalami guncangan. Kemandirian ekonomi berbasis rakyat telah menjadi kunci dalam mempertahankan stabilitas di tengah gejolak ekonomi yang terjadi. Salah satu institusi yang siap melaksanakan konsep ekonomi mandiri dan kerakyatan adalah Muhammadiyah, yang selama ini telah membuktikan komitmennya dalam membangun kesejahteraan umat melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berbasis komunitas.
Indonesia akan kembali bangkit jika pemerintahan diisi oleh individu-individu yang berintegritas dan berkomitmen bekerja untuk kepentingan bangsa, meskipun dengan gaji minim. Kunci utama kebangkitan ekonomi dan bisnis nasional bukanlah modal semata, melainkan kepercayaan yang dibangun melalui kejujuran dan profesionalisme. Persoalan investasi dan kerja sama ekonomi akan kembali berjalan jika ada keyakinan dari para investor bahwa Indonesia memiliki pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Sejumlah negara seperti Rusia dan Jepang telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia, dengan syarat bahwa pemerintahan yang berkuasa menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap HAM, serta pelestarian lingkungan.
Hubungan historis Indonesia dengan Rusia dan Jepang menjadi modal penting dalam membangun kembali kepercayaan internasional. Rusia, misalnya, memiliki hubungan baik dengan Indonesia sejak era Presiden Soekarno, yang dihormati oleh Presiden Vladimir Putin. Jepang juga tidak melupakan jasa Mohammad Natsir dan para pendiri bangsa Indonesia dalam membantu kebangkitan ekonomi mereka pasca-Perang Dunia II. Selain itu, negara-negara seperti Belanda dan komunitas Asia-Afrika juga menghargai peran Indonesia dalam sejarah kemerdekaan dan pembangunan regional.
Pada akhirnya, modal utama dalam bisnis dan investasi adalah kepercayaan dan kejujuran. Nama besar para pendiri bangsa Indonesia menjadi faktor yang dapat memperkuat posisi negara ini di mata dunia. Namun, semua itu hanya akan berarti jika Indonesia memiliki pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan pemerintahan yang berintegritas, ekonomi nasional dapat kembali bangkit dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
























