Jakarta, fusilatnews. – Tentu ada pasal yang melatar belakanginya, mengapa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan pernyataan yang samakin tajam seperti hendak memohok ke partai tertentu. Ia mengaku banyak partai politik yang telah melobi partainya untuk menjalin kerja sama. Tetapi Hasto kemudian mengatakan; “PDIP selalu menaati asas jika menjalin kerja sama”.
Lebih lanjut, Hasto menyebut bahwa PDIP selalu mengedepankan semangat gotong royong dalam mengelola pemerintahan. PDIP menurutnya tidak mau menang sendiri meskipun menjadi partai pemenang pemilu. “Ada yang melobi untuk membangun kerja sama dengan PDI Perjuangan, karena kalau PDI Perjuangan bekerja sama dengan partai politik, kami taat asas. PDI Perjuangan ini tidak neko-neko. Kita tidak pernah nusuk
dari belakang,” kata Hasto, di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2023).
“Bahkan, kami ini berbagi di dalam mengelola kekuasaan pemerintahan karena spirit gotong royong,” ujarnya. Hasto pun mengambil contoh, bagaimana ketika PDI Perjuangan tetap berbagi kekuasaan secara merata, berkeadilan, dan dengan prinsip kebersamaan. “Ini kalau kita lihat Pak Jokowi, Wali Kota (Solo) PDIP, lalu Gubernur DKI dari PDIP, kemudian jadi presiden PDIP juga yang mengusung pertama kali. Tetapi kan semuanya ikut bersama-sama dengan semangat gotong royong mengelola kekuasaan pemerintahan,” jelasnya. Karena komitmen taat asas PDIP inilah, Hasto menilai banyak partai-partai yang datang ke PDIP dan mengajak bekerjasama.
“Kalau bersama PDIP itu tidak neko-neko, kita tidak pernah nusuk dari belakang,” tegas Hasto.
























