• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

PESANTREN MURAH, SANTRI JADI KORBAN: PENGELOLA YANG LUPA AMANAH

fusilat by fusilat
October 2, 2025
in Bencana, Feature
0
Santri Masih Tertimbun, Gedung Ponpes Al Khoziny Runtuh Jadi Sorotan Media Jepang
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh: Malika Dwi Ana

Di tengah puing-puing musala ambruk Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, terdengar isak tangis keluarga dan jeritan santri yang tersisa. Lima nyawa melayang, puluhan lainnya luka parah, dan ratusan hati orang tua hancur berkeping-keping—semua karena ambisi besar tapi pengen murah dan gratisan pengelola yang lebih memilih eksploitasi ketimbang keselamatan. Ini bukan lagi soal nasib, tapi cermin telanjang dari kelalaian yang dipoles dengan jargon agama.

Murahnya Jiwa di Balik “Tradisi” Ngecor

Baru-baru ini, detikNews (1 Oktober 2025) mengungkap “tradisi” kelam: santri dihukum ngecor atau kerja kasar di proyek bangunan ilegal sebagai “pembenaran” atas pelanggaran kecil seperti telat hafalan. Enam puluh enam santri dalam sebulan jadi kuli sukarela, mengangkat semen dan besi, sementara pengasuh dan pengurus duduk manis di balik dalil-dalil yang dipelintir. Niatnya nyantri, ortu sudah bayar biaya pondok, eh malah jadi korban konstruksi bodong tanpa IMB. Ironis, bukan? Agama diajarkan sebagai rahmat, tapi di tangan yang salah, jadi alat untuk memeras tenaga anak di bawah umur.

Buktinya ada di reruntuhan: pengecoran lantai empat yang jebol karena overload beton basah, fondasi lemah, dan desain tanpa ahli. Bupati Sidoarjo bilang bangunan ini ilegal, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjanjikan regulasi baru—tapi apa gunanya kalau hati pengelola masih terpaku pada anggaran murah? Alih-alih bayar kontraktor bersertifikat, santri jadi buruh bangunan cuma-cuma. Hemat di muka, bikin luka di hati.

Wahai para pengelola yang bangga dengan label “murah dan gratis”, apakah kalian lupa amanah dalam QS Al-Ahzab: 72—manusia dipilih jadi khalifah yang harus bertanggung jawab? Atau QS Al-Baqarah: 286 yang melarang membebani yang lemah? Santri bukan mesin pencetak profit, namun sebaliknya adalah amanah yang harus dilindungi. Tapi apa lacur, kalian lebih sibuk cari cara supaya proyek bangunan selesai tanpa kantong jebol, meski nyawa jadi taruhannya.

Coba lihat, bangunan empat lantai berdiri dengan fondasi seadanya, cor beton dicampur langsung dengan balok gantung tanpa curing time yakni periode waktu yang dibutuhkan beton setelah dicor untuk mengeras dan mencapai kekuatan optimal, biasanya dengan menjaga kelembapan dan suhu yang tepat. Proses ini bisa berlangsung 7-28 hari, tergantung jenis beton dan kondisi lingkungan, agar struktur kuat dan tahan beban—teknik bodoh yang bahkan tukang bangunan desa pun tahu bahayanya. Tapi karena gratis, santri disuruh ngecor sambil diselimuti dalih “ibadah bersama”, gotong royong. Hasilnya? Puing, darah, dan penyesalan. Jika ini ibadah, saya takut membayangkan dosa kalian di hari kiamat.

Dari Eksploitasi ke Akuntabilitas

Kini, Polresta Sidoarjo lagi selidiki kasus ini, dengan ancaman Pasal 359 KUHP (kelalaian menyebabkan kematian) dan UU TPPO jika terbukti eksploitasi anak. DPR lewat Komisi VIII minta sanksi tegas, Kemenag janji regulasi baru akhir 2025. Tapi jangan harap ini cukup kalau hati kalian nggak tergerak untuk berubah. Regulasi cuma kertas kalau pengelola masih mikir “nggak apa-apa, santri kan harus ikhlas dan sabar”. Atau, “musibah ini takdir!” Hey!!

Berhentilah bermimpi bangun “kerajaan atas nama syiar agama” dengan biaya murah yang memakan korban. Bayar ahli konstruksi bangunan, urus IMB, dan hargai santri sebagai murid, bukan budak. Kalau nggak, jangan salahkan hukum yang datang mengetuk—atau lebih tepat, menjerat. Santri bukan tenaga gratisan, tapi harapan bangsa. Jangan rusak dengan tangan kalian sendiri.(MDA)

*Lereng Lawu, 02 Oktober 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anak-Anak Menteng di Kasih MGB Nilainya Rp. 10.000 – Gizinya dimana?

Next Post

Ledakan Imajinasi Aktivis: Dari KPK ke Bayang-Bayang Geng Solo

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Ledakan Imajinasi Aktivis: Dari KPK ke Bayang-Bayang Geng Solo

Ledakan Imajinasi Aktivis: Dari KPK ke Bayang-Bayang Geng Solo

KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma “Mr. Kardus Durian”!

KPK Jangan Jadi Macan Ompong: Usut Tuntas, Bukan Cuma "Mr. Kardus Durian"!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...