• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Petani Hidup Bersahaja, Pejabat Hidup Berpesta Cermin Moral dari Sawah yang Terlupakan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 13, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesahajaan diartikan sebagai sikap hidup yang sederhana. Dalam kehidupan petani, kesahajaan bukan sekadar konsep, melainkan kenyataan sehari-hari yang tampak dari wawasan, sikap, dan tindakan mereka.

Sebagian besar petani di negeri ini adalah petani gurem dan buruh tani. Lahan yang mereka miliki sempit, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak memiliki tanah. Mereka bukan kategori farmers dalam pengertian modern, melainkan lebih tepat disebut peasants—petani kecil yang hidup dengan segala keterbatasan.

Kehidupan mereka jauh dari kemewahan. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki mobil sekelas Toyota Alphard. Di rumah mereka pun tak akan ditemukan televisi berukuran 75 inci.

Petani hampir tak pernah menghadiri pesta dengan jas lengkap dan dasi. Mereka juga tidak mengenakan jam tangan yang harganya mencapai miliaran rupiah. Semua itu bukan bagian dari dunia mereka.

Yang ada di benak petani bukanlah hidup bermegah-megahan. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana keluarga mereka tetap bisa menyambung hidup, agar esok hari masih bisa menatap matahari.

Mereka bahkan tidak tahu apa itu korupsi dana bantuan sosial.

Petani tidak pernah menyadari bahwa uang bansos yang dikorupsi itu sejatinya adalah hak mereka. Keserakahan segelintir pejabat di kementerian membuat hak rakyat kecil terampas. Sementara itu, petani tetap berpikir sederhana: bagaimana menjaga sawahnya, bagaimana tanaman mereka tidak rusak, dan bagaimana panen masih bisa menyelamatkan dapur keluarga.

Petani juga tidak memahami mengapa ada anggota DPR seperti Eko Patrio dan Uya Kuya yang berjoget ria di “Gedung Kura-Kura” Senayan setelah Sidang Paripurna berlangsung.

Mereka makin bingung ketika mendengar ada anggota DPR seperti Achmad Syahroni yang menyebut “tolol” kepada pihak-pihak yang menyuarakan aspirasi pembubaran DPR.

Lebih jauh lagi, banyak petani mengerutkan dahi ketika mengetahui bahwa uang kontrakan rumah setiap anggota DPR mencapai Rp50 juta per bulan. Belum lagi berbagai tunjangan lain yang jumlahnya membuat sebagian besar rakyat hanya bisa mengelus dada.

Yang lebih memilukan, kinerja lembaga legislatif selama ini belum sepenuhnya memperlihatkan hasil yang memuaskan rakyat.

Padahal, para anggota DPR itu seharusnya sadar: berkat jerih payah para petani, bangsa ini masih bisa makan nasi setiap hari. Tidak terbayangkan jika para petani berhenti bekerja di sawah.

Jika itu terjadi, siapa yang akan memberi makan warga bangsa?

Karena itu, sangat wajar jika bangsa ini memberikan perhatian dan penghormatan yang lebih serius terhadap para petani.

Ironisnya, setelah hampir 80 tahun Indonesia merdeka, kehidupan petani masih saja memprihatinkan. Mereka tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Berbagai kebijakan dan program yang digadang-gadang mampu mengubah nasib petani sering kali berhenti sebagai wacana, belum benar-benar menjadi kenyataan yang dirasakan.

Namun demikian, di tengah kemiskinan yang menjerat, petani tetap hidup bersahaja. Mereka jarang mengeluh. Mereka juga tidak mempertanyakan secara keras mengapa mereka sering menjadi korban pembangunan, bukan penikmatnya.

Pertanyaan inilah yang seharusnya dijawab oleh pemerintah.

Jangan sampai pemerintah menutup telinga. Petani menunggu kepastian dan jaminan kehidupan yang lebih layak. Pemerintah tentu memiliki target dan skenario untuk membebaskan petani dari belenggu kemiskinan. Tidak mungkin pemerintah rela melihat petani terus hidup dalam penderitaan.

Akan menjadi kesalahan fatal jika negara membiarkan petani tetap terjerembap dalam kemelaratan.

Tugas utama pemerintah, sebagaimana amanat konstitusi, adalah memajukan kesejahteraan umum. Petani wajib dibela dan dilindungi jika ada pihak-pihak yang mencoba memarginalkan mereka. Perlindungan itu tidak boleh berhenti pada kalimat indah dalam undang-undang, melainkan harus hadir dalam kebijakan nyata.

Petani harus segera keluar dari nasib yang stagnan. Mereka harus bangkit dari ketertinggalan dan keterbelakangan. Dalam proses ini, pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton. Negara harus tampil sebagai prime mover yang menggerakkan perubahan.

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah regenerasi petani. Saat ini mulai terasa adanya “kekosongan” karena semakin sedikit anak muda yang mau menjadi petani. Rata-rata petani kita berusia di atas 50 tahun.

Jika tidak ada regenerasi yang disiapkan sejak sekarang, siapa yang akan menggantikan mereka di masa depan?

Meski hidup dalam kesederhanaan, petani memiliki integritas moral yang kuat. Mereka tidak tergoda hidup mewah, tidak pula rela menggadaikan idealisme demi kepentingan sesaat.

Petani sadar betul: jika mereka menjadi wakil rakyat, mereka tidak akan menjadi perantara suap proyek atau terlibat dalam jual beli jabatan.

Jika mereka dipercaya menjadi pembantu presiden, misalnya sebagai wakil menteri, mereka tidak akan “menyunat” hak orang miskin. Mereka tidak akan memeras perusahaan demi memperkaya diri. Amanah akan mereka jaga dengan penuh tanggung jawab.

Bagi petani, menjaga amanah jauh lebih mulia daripada memuaskan hawa nafsu.

Bahkan jika petani menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi, mereka tidak akan tergoda oleh suap. Mereka akan memegang teguh sumpah jabatan dan menjaga kehormatan sebagai penegak hukum.

Kesahajaan petani sejatinya adalah cermin moral bangsa.

Walau hidup dalam kemiskinan, petani tidak pernah berhianat kepada sesama warga negara. Dalam kehidupan mereka, semangat kebersamaan dan persaudaraan jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi.

Petani lebih mencintai kesederhanaan daripada keserakahan.

Semoga kesahajaan para petani ini dapat menjadi cermin bagi para pejabat negara yang selama ini hidup jauh dari nilai-nilai kesederhanaan.


(Penulis: Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Musuh Jokowi Berguguran: Habis Eggy-DHL Terbitlah Rismon Sianipar

Next Post

Iran, Rudal, dan Retaknya Narasi “Defensif”

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Iran, Rudal, dan Retaknya Narasi “Defensif”

Iran, Rudal, dan Retaknya Narasi “Defensif”

Langit Teluk Persia Sepi, Selat Hormuz Lumpuh: Perang Iran Mengguncang Ekonomi Dunia

Langit Teluk Persia Sepi, Selat Hormuz Lumpuh: Perang Iran Mengguncang Ekonomi Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...