• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politik Harus Diasuh oleh Better Argument: Menakar Kekuatan Dalil dalam Demokrasi

Ali Syarief by Ali Syarief
February 27, 2025
in Feature, Politik
0
Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam ranah politik, argumen yang lebih baik seharusnya menjadi penentu kebijakan dan arah pemerintahan. Konsep “force of better arguments” yang dikemukakan oleh Jürgen Habermas menekankan bahwa dalam diskursus publik, argumen yang paling rasional, berbasis fakta, dan memiliki justifikasi yang kuatlah yang seharusnya menang. Sayangnya, realitas politik sering kali menunjukkan bahwa kekuasaan tidak selalu dimenangkan oleh argumen terbaik, melainkan oleh aktor yang memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya politik dan ekonomi.

Politik dan Rasionalitas Argumentasi

Demokrasi idealnya berfungsi sebagai arena di mana argumen diuji melalui debat publik yang sehat. Dalam ruang publik yang terbuka, setiap gagasan harus diuji melalui standar logis, bukti empiris, dan konsistensi nilai. Argumentasi politik yang kuat harus memenuhi beberapa kriteria utama:

  1. Keabsahan Logis – Argumen harus disusun secara rasional dengan premis yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Basis Empiris – Argumentasi yang baik harus berbasis pada fakta dan data yang dapat diverifikasi.
  3. Koherensi Normatif – Argumen yang lebih baik tidak hanya harus logis dan berbasis fakta, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai keadilan, kebebasan, dan kesejahteraan publik.

Sayangnya, dalam banyak kasus, politik justru dikendalikan oleh retorika manipulatif yang mengandalkan emosi dan sentimen ketimbang rasionalitas.

Paradoks Kekuasaan dalam Demokrasi

Secara teori, demokrasi memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, dalam praktiknya, politik sering kali lebih ditentukan oleh “force of power” daripada “force of better arguments”. Kapitalisasi media, framing opini publik, serta penggunaan propaganda dapat menggeser dominasi argumen terbaik menjadi dominasi kelompok yang memiliki modal politik lebih besar.

Dalam konteks Indonesia, misalnya, banyak kebijakan publik yang tidak lahir dari diskursus yang sehat, melainkan dari kompromi politik dan kepentingan oligarki. Keputusan strategis seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau kebijakan ekonomi sering kali lebih ditentukan oleh kepentingan elite dibanding hasil diskusi akademis dan partisipasi publik.

Menuju Politik Berbasis Better Arguments

Untuk mewujudkan politik yang diasuh oleh argumen yang lebih baik, beberapa langkah perlu ditempuh:

  1. Meningkatkan Literasi Politik – Publik harus dibekali dengan pemahaman yang lebih baik tentang logika argumentasi dan cara menilai validitas suatu klaim.
  2. Memperkuat Ruang Publik – Demokrasi deliberatif yang sehat membutuhkan media independen, forum diskusi terbuka, dan institusi akademik yang dapat memberikan analisis kritis.
  3. Reformasi Sistem Politik – Regulasi yang lebih ketat terhadap pendanaan politik dan kampanye dapat mengurangi dominasi kelompok berkepentingan dalam menentukan arah kebijakan.

Kesimpulan

Dalam demokrasi yang ideal, politik seharusnya diasuh oleh “better arguments”, di mana gagasan terbaiklah yang menjadi landasan kebijakan. Namun, realitas politik masih sering menunjukkan dominasi kekuasaan atas rasionalitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk memastikan bahwa politik tidak hanya menjadi arena perebutan kekuasaan, tetapi juga medan pertarungan gagasan yang rasional, berbasis fakta, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia’s Current Challenges and Their Global Relevance

Next Post

Hasto Tuding Jokowi “Pelemahan UU KPK”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Tamparan Untuk Jokowi: Disertasi Hasto Mengguncang Politik di Ujung Lengsernya Jokowi

Hasto Tuding Jokowi "Pelemahan UU KPK"

Pertamax Oplosan Buat Kepercayaan kepada Pertamina di Titik Nadir, Publik Bisa Menggugat

Pertamax Oplosan Buat Kepercayaan kepada Pertamina di Titik Nadir, Publik Bisa Menggugat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist