• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo dan Raja Louis XIV

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 13, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo dan Raja Louis XIV
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Pada 13 April 1655, Raja Louis XIV dari Prancis di hadapan Parlemen Paris mengatakan, “L’etat c’est moi” (negara adalah saya).

Kini, empat abad kemudian, Prabowo Subianto terjangkit sindrom Raja Louis XIV itu. Presiden ke-8 RI itu seolah ingin mengatakan, “negara adalah saya!”

Adalah Fadli Zon, orang dekat Prabowo sejak era Orde Baru, sebagai operator yang mengkultusindividukan bekas Komandan Jenderal Kopassus itu.

Teranyar, Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan RI menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, merujuk pada Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025.

Dikutip dari sejumlah media, surat keputusan tersebut diterbitkan pada 7 Juli 2025 dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. SK tersebut menyebutkan Hari Kebudayaan Nasional diharapkan bisa menjadi momen penting untuk memperkuat posisi kebudayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nah, ternyata 17 Oktober itu bertepatan dengan tanggal kelahiran Prabowo yang lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951.

Namun, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menjelaskan alasan mengapa Hari Kebudayaan Nasional ditetapkan tanggal 17 Oktober, dan momentum semacam apa yang melatarinya, serta apa kaitannya dengan Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga lahir di tanggal itu.

Kalau Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei sudah jelas, bertepatan dengan berdirinya organisasi nasional dan modern pertama di Indonesia, yakni Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Kalau Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober juga sudah jelas, bertepatan dengan peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei pun sudah jelas, bertepatan dengan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, 2 Mei 1889.

Nah, kalau Hari Kebudayaan Nasional 7 Oktober yang bertepatan dengan tanggal lahir Prabowo, apakah putra kesayangan begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini dikenal luas sebagai Bapak Kebudayaan Nasional atau setidaknya tokoh kebudayaan nasional?

Prabowo memang menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) sejak 22 tahun lalu hingga 2025 ini. Dan pencak silat merupakan bagian dari budaya nasional.

Lantas, apakah lantaran itu lalu Fadli Zon menetapkan 17 Oktober yang bertepatan dengan tanggal lahir Prabowo sebagai Hari Kebudayaan Nasional?

Tak ada yang kebetulan semua peristiwa yang terjadi di dunia ini. Apalagi di dunia politik. Pasti ada sutradara dan skenarionya. Ada pula tendensinya.

Dan tendensi itu bisa jadi untuk mengkultusindividukan Prabowo. Dan tak mungkin apa yang dilakukan Fadli Zon itu tanpa sepengetahuan atau bahkan tanpa seizin Prabowo.

Sebelumnya, Fadli Zon juga mau membersihkan nama Prabowo dari dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis pro-demokrasi tahun 1997-1998 yang diduga melibatkan Tim Mawar dari Kopassus.

Dalam buku sejarah nasional Indonesia yang kini sedang ditulis ulang oleh Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon sempat mengaku tak akan mencantumkan peristiwa sejarah penculikan aktivis pro-demokrasi tahun 1997-1998 itu.

Fadli bahkan berani melawan arus dan mengingkari fakta dengan mengatakan kasus pemerkosaan massal pada kerusuhan 13, 14 dan 15 Mei 1998 hanya rumor belaka. Tak ada bukti nyata.

Semua itu Fadli lakukan demi membersihkan nama Prabowo yang saat peristiwa kerusuhan terjadi menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Pun demi membersihkan nama rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang saat itu menjadi bapak mertua Prabowo.

Jilat dan Kukuhkan Kekuasaan Prabowo

Lantas, apa tujuan Fadli Zon mengkultuskan Prabowo?

Ibarat tombak, apa yang dilemparkan Fadli Zon adalah tombak bermata dua. Ada dua sasaran sekaligus yang hendak Fadli Zon bidik. Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Pertama, menjilat Prabowo demi melanggengkan kekuasaan Fadli Zon sendiri di Kabinet Merah Putih Prabowo. Ini tujuan pribadi.

Kedua, demi membesarkan dan mengukuhkan kekuasaan Prabowo yang sudah hampir sembilan bulan berkuasa tapi tak kunjung mampu memperbaiki keadaan. Ini tujuan bersama antara Fadli dan Prabowo.

Maklum, setelah nyaris sembilan bulan berkuasa, sejak dilantik 20 Oktober 2024 hingga kini, Prabowo tak kunjung mampu membalikkan kondisi ekonomi Indonesia yang diwariskan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Utang luar negeri terus bertumpuk. Investor tak kunjung datang. Padahal Prabowo sudah rajin lawatan keluar negeri. Semua baru sebatas janji investasi.

Kemiskinan tak kunjung enyah. Pengangguran kian merajalela. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana.

Korupsi tetap menggila. Nyaris semua wakil menteri merangkap komisaris BUMN. Lapangan pekerjaan 19 juta yang dijanjikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih sekadar isapan jempol belaka.

Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur nyaris dapat dipastikan mangkrak.

Maka hanya ada dua cara bagi Fadli Zon: jilat dan kultusindividukan Prabowo!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Satire Di Alam Kubur – Kau Masih Bohong, Jok!

Next Post

Batal demi Hukum, Polisi Harus Menolak Laporan Jokowi Menurut Keputusan MK Nomor 013-022/PUU-IV/2006

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta

Batal demi Hukum, Polisi Harus Menolak Laporan Jokowi Menurut Keputusan MK Nomor 013-022/PUU-IV/2006

Yayasan Badega Garuda Sakti Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Baksos di Purwakarta

Yayasan Badega Garuda Sakti Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Baksos di Purwakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...