• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Tak Masuk Daftar SBY: Sekadar Lupa atau Ada Makna?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 27, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
SBY Hanya Tahu Rencana Pertemuan AHY dan Puan Hanya Sebatas Bincang-bincang
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden keenam Republik Indonesia, baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik tentang tiga pemimpin dunia paling berpengaruh: Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Donald Trump. Tidak ada kejutan di sini. Semua orang tahu bahwa daftar itu memang mencerminkan realitas geopolitik global. Namun, justru di situlah letak keanehannya—apa sebenarnya maksud dari pernyataan SBY ini?

Mari kita telaah. Pertama, pernyataan ini bukanlah breaking news. Semua orang, bahkan yang hanya sesekali membaca berita internasional, tahu bahwa China, Rusia, dan Amerika Serikat adalah tiga kekuatan besar dunia. Jadi, jika tujuan SBY adalah mengedukasi publik tentang fakta yang sudah kita ketahui, maka misi tersebut telah gagal sejak awal. Yang lebih menarik adalah efek komunikasi dari pernyataan ini.

Seolah-olah SBY sedang ingin mengatakan bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan dua dari tiga pemimpin dunia tersebut. Ia berkisah tentang persahabatannya dengan Xi Jinping selama tiga tahun dan hubungan dekatnya dengan Putin selama satu dekade. Ah, sungguh manis, bukan? Namun, jangan lupakan bagian terbaiknya: Donald Trump. SBY dengan jujur mengakui bahwa ia tidak sempat membangun hubungan dengan Trump, tetapi tetap memasukkan namanya dalam daftar. Sebuah pendekatan unik—seakan menyebut seorang teman dekat di pesta reuni meskipun mereka belum pernah bertemu.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Dalam daftar SBY, tidak ada nama pemimpin Indonesia yang disebut sebagai figur berpengaruh, apalagi Prabowo Subianto. Bisa jadi ini hanyalah kebetulan, tetapi bisa juga menjadi sinyal politik yang lebih dalam. Apakah ini bentuk sindiran halus bahwa pemimpin Indonesia saat ini belum mencapai level pengaruh yang layak diperhitungkan di panggung dunia? Ataukah ini sekadar refleksi dari nostalgia SBY akan masa kejayaannya saat ia masih sering berjabat tangan dengan para pemimpin dunia?

Lebih lanjut, SBY juga membagikan kisah heroiknya tentang bagaimana ia diundang oleh George W. Bush untuk bergabung dalam G20. Seolah-olah ini adalah sebuah pengakuan global terhadap dirinya secara pribadi, bukan terhadap negara yang ia pimpin. “Saya di Jakarta, diminta pandangan saya tentang G20,” katanya dengan bangga. Sebuah cara diplomatis untuk menyatakan bahwa ia adalah bagian penting dari percaturan politik dunia—walaupun kita tahu bahwa undangan tersebut ditujukan kepada Indonesia, bukan kepada individu tertentu.

Pernyataan SBY ini lebih mirip dengan sebuah pidato nostalgia ketimbang analisis politik serius. Ia mengingat kembali masa-masa ketika ia berada di puncak kekuasaan, ketika dunia masih menghormatinya, ketika ia masih bisa bercanda dengan pemimpin dunia dalam pertemuan G20. Beautiful years, katanya. Dan mungkin, itulah esensi dari semua ini: sebuah kerinduan akan masa lalu yang indah, ketika ia merasa relevan dan dihormati.

Namun, dunia telah berubah. Xi Jinping, Putin, dan Trump—bahkan Trump sendiri sudah bukan presiden—telah bergerak dengan agenda baru mereka. Indonesia pun memiliki pemimpin baru dengan tantangan yang berbeda. SBY boleh bernostalgia, tetapi pertanyaannya tetap sama: di mana relevansi dari semua ini bagi rakyat Indonesia hari ini?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perniagaan Hanya Bisa Dilakukan oleh Indonesia Terhormat

Next Post

Indonesia’s Current Challenges and Their Global Relevance

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Food Estate Gagal – Terjadilah Impor Singkong, Mentan Murka, Siapa yang Salah?

Indonesia's Current Challenges and Their Global Relevance

Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?

Politik Harus Diasuh oleh Better Argument: Menakar Kekuatan Dalil dalam Demokrasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist