“Saksi mahkota sudah menyampaikan keterangan itu (aliran dana korupsi BTS) di persidangan. Dan dia menyampaikannya di bawah sumpah. Dia menyebut adanya sejumlah aliran dana, ada Rp.20 miliar, Rp40 miliar, dan sebagainya,” kata Nasir.
Dalam menuntaskan pengusutan aliran dana korupsi BTS4G Bakti Kominfo,.Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil mendesak Presiden Joko Widodo memberikan dukungan moral kepada Kejaksaan Agung (Kejagung)
Nasir menagaskan pentingnya dukungan moral dari presiden terhadap Kejagung dalam bentuk dorongan menuntaskan yaitu .untuk tidak ragu, takut dan gentar dalam mengusut aliran dana korupsi BTS4G Bakti Kominfo
Dukungan ini dibutuhkan agar Kejagung lebih punya nyali untuk mengusut kasus ini. “Jangan sampai nanti Kejagung dalam menyikapi kasus yang diungkap saksi mahkota ini seperti tersesat di jalan yang terang,” kata anggota DPR dari Aceh ini.
Jika selama ini Kejagung sudah punya nyali untuk mengungkap korupsi, maka dalam kasus aliran dana ini, kata Nasir, Kejagung harus punya nyali lebih untuk mengusutnya. “Ini harus diungkap agar tidak menimbulkan fitnah, karena ini menyangkut kredibilitas dan martabat seperti BPK, menteri, dan juga DPR, yang disebut saksi mahota. Jadi harus gas pol dalam kasus ini,” paparnya.
Pengungkapan pihak-pihak yang terkait dengan aliran dana korupsi ini merupakan tantangan yang harus dijawab Kejagung.
Nasir menyakini jika saksi mahkota tersebut berbohong atas keterangannya. Sebab jika saksi itu berbohong maka akan berakibat fatal bagi dirinya sendiri. “Gak mungkin dia ngibul. Jadi ini tantangan bagi Kejagung untuk memenuhi harapan publik,” papar Nasir


























