Oleh : Dr. Susilawati Saras. SE., MM., MA, M.han – Intelektual Bela Negara
Judul di atas adalah kutipan kalimat dalam Buku Pilpres 2024 dan cawe-cawe Presiden Jokowi karya Bapak Susilo B. Yudhoyono (SBY). Bedah buku yang dilaksanakan pada 26 Juni 2023 di Yudhoyono auditorium, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat berfokus pada bahasan tentang upaya pemerintah dalam menyikapi dinamika politik nasional saat ini yang bermuara dari Presiden Republik Indonesia (RI) Ke -7 Bapak Joko Widodo (Jokowi).
Sejatinya Presiden berfungsi sebagai pemadam api, bukan justru menjadi bara yang membuat api semakin besar dan membakar seluruhnya.
Dalam teori kepemimpinan, seorang Presiden adalah teladan (role model) bagi rakyatnya. Presiden juga seseorang yang sangat memahami tugas, pokok, fungsi, kerjanya apalagi telah bersumpah ..akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya..yang mengartikan bahwa setiap gerak dan langkah harus dijalankan dengan kehati-hatian tinggi apalagi untuk keputusan yang amat penting seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang agar tidak bias dan hasilnya tepat sesuai harapan bangsa Indonesia.
Jika seorang Presiden justru terlibat dalam cawe-cawe (mengatur ketua umum partai politik) yang menjadi pembantunya (menteri) dalam koalisi di pemerintahannya untuk mengikuti kehendak politik sang Presiden, dan di sisi lain melakukan upaya penghambatan terhadap koalisi di luar pemerintahan dalam hal ini koalisi perubahan dengan cara menjadikan tersangka kepada kader partai dan pembegalan pada Partai Demokrat yang sah (terkesan ada pembiaran oleh Presiden karena dilakukan oleh Kepala Staf Presiden) maka hal ini akan menimbulkan masalah baru. Masalah baru yang semakin besar serta semakin sulit juga membelenggu koalisi pemerintahan itu sendiri karena pada sistem politik demokrasi telah diatur bahwa setiap warga negara yang telah terpenuhi syarat politiknya berhak untuk dipilih dan memilih.
Jika aturan ini dilanggar oleh Presiden, menjadi pertanyaan besar bagi rakyat Indonesia, sebenarnya ada hal apakah yang mengganjal pemerintah sehingga begitu seriusnya menghambat koalisi perubahan agar tidak dapat ikut dalam Pilpres 2024? Adakah hal yang disembunyikan sehingga jika pemerintahan berikutnya dijalankan oleh koalisi perubahan, menjadi kekhawatiran akan terbongkar borok-borok yang disimpan dengan rapi selama ini?
Pentingnya seorang Presiden berasal dari pribadi bersih dan berkarakter filosof (bijaksana), sadar bahwa masa jabatan Presiden dibatasi maksimal dua periode (sepuluh tahun), maka dalam merencanakan program kerja sejatinya mengedepankan kehati-hatian tinggi serta dilaksanakan secara efisien dan efektif tanpa menimbulkan masalah baru.
Sejatinya program kerja prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan dasar hidup rakyat (kepentingan umum) tapi bukan mengejar tujuan-tujuan jangka pendek yang menguntungkan pribadi dan kelompoknya yang berdampak pada tujuan jangka panjang menjadi lebih rumit dan membahayakan kehidupan demokratis seperti kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini.
Presiden Republik Indonesia adalah Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, pemimpin yang menjadi contoh baik dan paling bertanggung jawab membawa bangsa Indonesia menuju kesejahteraan dan keselamatan hidup rakyatnya, jika menyalahgunakan kekuasaan dan melanggar konstitusi, hal ini amat disayangkan.
Seorang Presiden adalah orang-orang pilihan dan terpilih, terbaik di negrinya, ia tidak boleh salah dalam membuat kebijakan maupun keputusan, harus sesuai aturan konstitusi yang berdasarkan keadilan dan kebenaran. Presiden tidak boleh berbuat salah, tapi bukan diartikan bahwa Presiden tidak boleh disalahkan dan ia selalu benar.
Harapan kita semua sebagai bangsa besar, sangat menginginkan di akhir masa jabatan sebagai Presiden, Bapak Jokowi dapat mengakhiri pengabdiannya secara soft, happy landing dan bukan hard landing, apalagi crash. Beliau juga ingin punya “legacy” dan diingat dengan baik oleh rakyat. Sejatinya kita semua harus “mengawal” dan “mengamankan” beliau agar mimpi-mimpi indah beliau dikabulkan oleh Allah SWT (Susilo B. Yudhoyono).
























