Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – “Saya hanya bertanggung jawab kepada Prabowo. Yang lain saya tak peduli,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan itu adalah anak macan yang dipiara Prabowo Subianto. Pada 2029 nanti ia bisa menantangnya bahkan mengalahkan Presiden RI itu.
Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan blak-blakan tanpa tedeng aling-aling menjadikan Purbaya bak seekor anak macan. Ia ditakuti menteri-menteri lain yang lebih menyerupai ular, tikus, kadal, kura-kura atau bunglon. Kini banyak menteri terancam dengan kehadiran Purbaya di Kabinet Merah Putih.
Luhut Binsar Pandjaitan, menteri segala urusan di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di era Prabowo pun dilawan.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga Ketua Umum Partai Golkar, yang di era Jokowi menjadi anak emas, juga dilawan.
Teranyar yang dilawan Purbaya adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait para kepala daerah yang menumpuk ratusan triliun uang APBD di bank, sehingga sektor riil tak bergerak.
Entah siapa lagi yang akan dilawan Purbaya. Ia kini sedang mengobok-obok anak buahnya di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. “Akan ada penangkapan besar-besaran,” kata Purbaya.
Kita tunggu saja. Sambil menunggu siapa lagi menteri yang tersengat dengan kata-katanya. Purbaya memang bukan seorang diplomat, sehingga ia tak perlu menggunakan bahasa diplomasi yang hipokrit dan penuh polesan.
Purbaya juga merupakan ancaman bagi Gibran Rakabuming Raka. Terutama jika anak sulung Jokowi ini maju di Pemilu 2029, baik sebagai calon presiden atau pun calon wakil presiden.
Saat ini Purbaya memang belum masuk survei sebagai kandidat capres atau cawapres. Tapi sebentar lagi semua lembaga survei akan mencantumkan nama bekas Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Sebab, popularitasnya terus menanjak. Popularitas Purbaya berbeda dengan popularitas yang dibangun Dedi Mulyadi melalui pencitraan. Purbaya apa adanya. Tanpa beban. Tanpa ketakutan. Baik takut tidak populer atau takut menghadapi ancaman. Nyawa pun sudah ia pertaruhkan.
Sebagai anak macan, ada seseorang yang ia patuhi: Prabowo. Nanti jika di 2029 bisa mengalahkan Prabowo, barulah Purbaya telah benar-benar menjelma macan.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)






















